4 Tindakan Anwar BAB di Layar Kaca yang Picu MUI Turun Tangan, Desak KPI Jatuhkan Sanksi Tegas
Achmad Maudhody March 23, 2026 09:47 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - 4 tindakan Anwar BAB di layar kaca yang picu Majelis Ulama Indonesia (MUI) turun tangan, desak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) jatuhkan sanksi.

Nama presenter sekaligus komedian Anwar BAB alias Anwar Sanjaya mendadak jadi sorotan.

Sosoknya kini jadi perhatian oleh MUI karena dinilai melakukan pelanggaran saat tampil di TV, khususnya saat program Ramadan.

Dugaan pelanggaran oleh Anwar didapati setelah MUI menurunkan 32 pemantau untuk memantau tayangan-tayangan di 16 stasiun televisi sejak 1 hingga 10 Maret 2026.

Dari hasil pengawasan tersebut didapati, Anwar dinilai melanggar prinsip penyiaran yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002.

Ia juga dinilai menabrak Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

MUI juga menegaskan bahwa perilaku tersebut tidak sejalan dengan Fatwa MUI mengenai standar komunikasi publik yang beradab.

"Kami sangat menyanyangkan hal tersebut terjadi karena dapat menodai kesucian bulan Ramadhan. 

Apalagi tayangan tersebut berpotensi dilihat anak-anak ketika sahur. Kami akan merekomendasikan temuan tersebut kepada KPI untuk disanksi tegas," kata Ketua Tim Pemantau MUI, Rida Hesti Ratnasari, dikutip dari Wartakotalive.com, Senin (23/3/2026).

Baca juga: Sikap Ratu Rizky Nabila Hadapi Hujatan Keluarga Istri Pertama Pesulap Merah, Singgung Suasana Duka

Diduga Lakukan Pelanggaran Etika hingga Kekerasan

MUI menilai, aksi Anwar BAB selama siaran Ramadhan terindikasi melanggar etika penyiaran, mulai dari unsur erotis hingga kekerasan fisik.

Ketua tim pemantau, Rida Hesti Ratnasari, menyebut, sejumlah adegan yang dinilai tidak pantas, seperti gerakan joget bernuansa erotis hingga aksi fisik terhadap rekan kerja.

“Kami sangat menyayangkan hal tersebut karena dapat menodai kesucian bulan Ramadhan. Apalagi tayangan tersebut berpotensi dilihat anak-anak,” ujarnya.

Selain itu, ditemukan pula adegan memiting rekan kerja hingga terjatuh dalam siaran langsung.

MUI menilai tindakan tersebut berpotensi melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) serta Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.

Dalam kurun waktu tersebut, Tim Pemantau Siaran Ramadhan MUI juga menemukan indikasi pelanggaran yang dilakukan Anwar berupa kekerasan fisik, kekerasan verbal, body shaming dan erotis.

Pada 19 Februari 2026 di menit ke 2:06 Anwar diduga mengejek Kiki secara body shaming dengan mengatakan "Maaf ye, ini kayak ulekan puyer." 

"Body shaming oleh Anwar terhadap Kiki, menyerupakan Kiki dengan ulekan puyer. Tanggal 20 Februari 2026 pada menit ke 1:43 Nasar menambahkan ejekan buat Kiki 'Enggak mungkin anaknya cantik, emaknya aja kaya biji ketumbar'," kata Rida mengungkapkan contohnya.

Pada 20 Februari 2026 Anwar disebut melakukan adegan yang dinilai tidak pantas dengan menggoyangkan pantat naik turun pada menit ke 07:00-07:03.

"Gerakan pantat Anwar naik turun merupakan gerakan terasosiasi pada gerakan erotis laki-laki.

Kemudiaan pada tanggal 19 Februari 2026 menit ke 2:56-2:57 Anwar melakukan adegan tidak pantas membuka celana kolornya," ungkapnya.

MUI mengungkap dugaan pelanggaran tidak hanya terjadi pada Maret 2026, tetapi juga sejak periode 18 hingga 28 Februari 2026.

Beberapa pelanggaran yang dicatat antara lain:

Body shaming terhadap rekan kerja

Candaan bernuansa merendahkan

Gerakan yang dianggap erotis

Adegan tidak pantas di depan kamera

MUI menegaskan perilaku tersebut tidak sejalan dengan prinsip penyiaran yang beradab.

MUI Minta KPI Bertindak Tegas

Terhadap temuan tersebut, MUI secara resmi merekomendasikan KPI untuk memberikan sanksi tegas sebagai bentuk penegakan aturan.

Langkah ini diharapkan menjadi evaluasi bagi industri penyiaran agar lebih selektif dalam menyajikan konten, terutama selama bulan Ramadhan.

“MUI akan merekomendasikan temuan tersebut kepada KPI untuk disanksi tegas,” tegas Rida.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa figur publik memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga etika dan nilai di ruang publik, khususnya pada momen keagamaan.

Perjalanan Karier Anwar BAB

Publik pertama kali mengenal sosok Anwar melalui ajang MasterChef Indonesia Musim Keempat pada tahun 2015. 

Meski langkahnya terhenti di babak sepuluh besar, karakter Anwar yang jenaka, ekspresif, dan memiliki gaya bicara yang khas justru mencuri perhatian produser televisi.

Kemiripan gaya komedinya dengan almarhum Olga Syahputra sering kali disebut-sebut sebagai salah satu faktor yang membuatnya cepat diterima oleh masyarakat luas.

Namun, seiring berjalannya waktu, Anwar membuktikan bahwa ia memiliki identitas orisinal yang kuat di luar bayang-bayang tersebut.

Karier Melesat di Dunia Akting

Pasca kompetisi memasak, karier sahabat Boiyen ini melesat bak meteor. 

Ia dipercaya memandu berbagai program variety show populer seperti Dahsyat, yang kemudian mempertemukannya dengan barisan presenter kondang lainnya.

Kehadiran Anwar selalu memberikan warna tersendiri melalui energi tinggi dan keceriaannya yang menular.

Tidak hanya di dunia presenting, Anwar juga menjajal peruntungan di dunia seni peran. 

Debutnya dalam sinetron komedi Rohaya & Anwar: Kecil-Kecil Jadi Manten sukses besar dan melambungkan namanya sebagai aktor komedi yang berbakat.

Meski sibuk di dunia hiburan, Anwar tidak meninggalkan akar kulinernya. 

Ia sering membagikan konten memasak di media sosial yang dikemas secara estetik dan menarik bagi generasi muda.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.