Iran vs Israel, Pasukan IDF Hancurkan Jembatan Qasmiyeh Hancur Invasi Lebanon
asto s March 23, 2026 10:04 PM

TRIBUNJAMBI.COM - Perang Israel vs Iran mulai meluas. Jembatan di Lebanon kena hantam.

Pasukan Israel (IDF) menghancurkan Jembatan Qasmiyah, jalur utama yang menghubungkan wilayah selatan Lebanon ke seluruh negeri tersebut, Minggu (22/3/2026).

Dikabarkan bahwa Jembatan Qasmiyah hancur.

Menurut militer Israel, operasi itu merupakan persiapan strategis untuk melancarkan invasi darat berskala besar, guna melumpuhkan kekuatan Hizbullah, yang merupakan proksi Iran.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan telah memerintahkan penghancuran seluruh jembatan di atas Sungai Litani yang disinyalir menjadi jalur utama distribusi senjata dan pergerakan milisi Hizbullah ke arah selatan.

"Operasi terhadap Hizbullah baru saja dimulai. Ini adalah operasi yang berkepanjangan," tegas Letnan Jenderal Eyal Zamir, dikutip Arab News.

Pasukannya tengah bersiap memajukan operasi darat sesuai rencana.

Polisi Lebanon
Polisi Lebanon (RT.com)

Selain jembatan, Israel juga mempercepat penghancuran rumah-rumah warga di desa-desa garis depan untuk menciptakan zona penyangga, seperti yang pernah mereka lakukan di Beit Hanoun dan Rafah, Gaza.

Presiden Lebanon, Joseph Aoun, mengutuk keras penghancuran infrastruktur vital tersebut.

Menurutnya, tindakan Israel sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Lebanon sekaligus awal dari invasi darat yang segera terjadi.

"Serangan ini menargetkan fasilitas vital, khususnya jembatan Qasmiyeh yang sangat penting bagi pergerakan warga. Ini adalah eskalasi berbahaya," bunyi pernyataan resmi kepresidenan Lebanon.

Bencana Kemanusiaan

Data kementerian kesehatan Lebanon melaporkan bahwa serangan Israel sejauh ini telah menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk 120 anak-anak dan 40 tenaga medis.

Peneliti Human Rights Watch (HRW), Ramzi Kaiss, memperingatkan isolasi wilayah selatan Lebanon akibat hancurnya jembatan-jembatan utama akan memutus akses warga terhadap bahan pangan dan obat-obatan.

"Jika wilayah selatan terisolasi dari sisa wilayah lainnya, maka kerusakan sipil akan sangat besar. Menghancurkan rumah warga secara massal juga bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang," tegas Kaiss.

Prancis, melalui Menteri Luar Negerinya Jean-Noel Barrot, mendesak kedua pihak mencari solusi diplomatik sekaligus memperingatkan bahwa kekuatan militer tidak akan bisa menyelesaikan akar masalah konflik.

Ledakan di Yerusalem

Sebelumnya, ledakan dan sirene serangan udara terdengar di Yerusalem, Kamis (5/3/2026).

Peringatan juga berbunyi di Tel Aviv, Israel tengah, Haifa, dan wilayah utara lainnya.

Militer Israel menyatakan rudal diluncurkan dari Iran menuju wilayahnya.

Sistem pertahanan udara langsung diaktifkan untuk mencegat serangan tersebut.

Pernyataan serupa disampaikan militer hingga empat kali sepanjang siang dan sore.

Selain dari Iran, serangan juga datang dari arah Lebanon.

Militer menyebut sejumlah peluncuran dari Lebanon berhasil dicegat.

Sirene kembali berbunyi di wilayah Israel tengah saat serangan berlangsung.

Serangan ini terjadi pada hari kelima konflik di Timur Tengah.

Perang dimulai sejak Sabtu setelah serangan gabungan AS dan Israel ke Iran.

Situasi memanas ketika Hizbullah dari Lebanon ikut menyerang Israel.

Serangan itu disebut sebagai balasan atas kematian Ayatollah Ali Khamenei.

Israel kemudian melancarkan serangan udara lanjutan.

Layanan darurat Magen David Adom melaporkan dua orang terluka ringan di Israel tengah.

Korban terdiri dari seorang pria sekitar 30 tahun terkena pecahan peluru dan satu korban akibat ledakan.

Polisi menyebut proyektil yang dicegat jatuh di lima lokasi di wilayah Yerusalem.

Insiden tersebut hanya menyebabkan kerusakan material.

Militer menegaskan sebagian besar serangan berhasil dicegat.

Sejak awal perang, total 414 korban telah mendapat perawatan medis.

Data tersebut mencakup 10 korban tewas, dua luka serius, enam luka sedang, dan 396 luka ringan. 

Sumber: Tribunnews

Baca juga: Perang Timur Tengah Memanas: Iran Serang Industri Israel, Netanyahhu Beri Perintah Darurat

Baca juga: Iran vs Israel Memanas, Inggris Siap-siap Kerahkan Kapal Selam Nuklir HMS Anson

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.