SURYA.CO.ID, SURABAYA -Seorang pengendara motor Honda Vario tewas dengan luka parah, tertabrak Kereta Api (KA) Lokal Surabaya-Pasuruan (Supas), di Perlintasan Taman Pelangi, kawasan Jalan A Yani-Jalan Jemur Wonosari, Wonocolo, Surabaya, Senin (23/3/2026) sekitar pukul 16.57 WIB.
Informasinya, korban merupakan pria berinisial CS (51) warga Gubeng Surabaya yang mengendarai Motor Honda Vario bernopol L-255x-DM.
Pantauan SURYA.CO.ID di lokasi, bodi motor korban berwarna hitam tampak remuk tak berbentuk teronggok di sisi selatan teras Pos Perlintasan KA di lokasi kejadian.
Jenazah korban tampak berada di sisi barat rel perlintasan KA, di area tanah antara pagar jalan aspal dan rel KA.
Sekitar pukul 18.00 WIB, anggota Tim Inafis Polrestabes Surabaya, melakukan olah TKP dan visum luar terhadap kondisi tubuh korban di lokasi.
Baca juga: Info Jalur Mudik Lebaran Surabaya Madura, Jalur Poros Bangkalan Dipadati Arus Pemudik Lokal
Menurut Petugas Penjaga Pos Palang KA, Agus Suryadi, korban semula melaju dari arah timur, dari arah Rungkut menuju ke barat arah Wonocolo di ruas Jalan Jemursari.
Namun, laju pemotor korban terhenti karena pintu palang rel perlintasan tersebut menutup sebagai petanda sebuah rangkai lokomotif dan gerbong hendak melintas.
Agus mengaku sempat meneriaki korban yang menghentikan motor terlalu mendekati rel perlintasan yang sudah tertutup palangnya.
Namun, teriakan tersebut diduga tidak didengar secara jelas oleh pemotor korban, sehingga terjadi insiden tersebut.
"KA yang nabrak KA Supas. Surabaya Pasuruan. Pastinya jam 16.57 WIB. Iya (pengendara lain sudah berhenti). Sudah sempat diteriakin. Saya sendiri juga sudah mbengoki, tapi enggak dengar rupanya," ujarnya saat ditemui SURYA.CO.ID di lokasi.
Korban sempat berhenti tepat di belakang palang penutup rel perlintasan tersebut, selama sekitar 2-3 menit.
Seingat Agus, si pemotor korban sempat menoleh ke area sisi kanan rel KA, sebelum akhirnya menggeber kencang laju motornya memaksa menyeberangi perlintasan rel KA di depannya tepat saat lokomotif melintas.
Tatkala lokomotif KA mulai mendekat area perlintasan berjarak sekitar satu meter, korban justru menggeber kencang laju kendaraannya menyeberangi rel tersebut.
Hingga akhirnya, tubuh dan motor korban langsung tersambar KA yang melaju dari arah selatan ke utara.
"Sempat noleh ke kanan. Iya (korban gak tahu). Kondisi palang sudah menutup. Korban terseret sekitar 5 meteran. Terpental ke arah utara. Karena KA melaju dari selatan ke utara," katanya.
Terlepas dari itu, Agus memastikan, kecelakaan tersebut cuma melibatkan pemotor berinisial CS sebagai korbannya.
Tidak ada pengendara atau pengguna jalan lain yang turut terlibat dalam kecelakaan tersebut.
"Saat tertabrak, enggak ada pengendara lain yang terkena. Dia sendirian. Karena semua pengendara sudah berhenti. Palang sudah menutup," pungkasnya.
Baca juga: Info Rekayasa Lalu Lintas untuk Urai Kemacetan di Jalur Bandarkedungmulyo Jombang Kertosono
Di lain sisi, sekitar pukul 18.40 WIB, seorang pria berkaus merah mendatangi petugas Kepolisian di dekat lokasi tersebut.
Pria yang enggan menyebutkan nama itu mengaku sebagai keponakan korban.
Ia ingin mengetahui ke mana petugas medis membawa jenazah sang paman.
Namun, saat ditanyai mengenai tujuan korban berkendara motor pada sore hari tadi. Pria tersebut mengaku tidak mengetahuinya secara pasti.
"Nah itu, pakde mau ke mana, kami enggak ada yang tahu. Katanya mau pergi dan gak bawa motor," ujarnya saat ditemui SURYA.CO.ID di lokasi.
Sementara itu, Kapolsek Wonocolo Polrestabes Surabaya Kompol Haryoko Widhi menduga, insiden tersebut sebagai kecelakaan jalanan.
Jenazah korban dievakuasi ke kamar mayat RS Bhayangkara Surabaya, setelah dilakukan pemeriksaan visum luar oleh Anggota Tim Inafis Polrestabes Surabaya.
"Melanggar rambu-rambu perlintasan dengan cara menerobos palang pintu," ujar Haryoko saat dihubungi SURYA.CO.ID.