Kecelakaan Maut, Seorang Guru Honorer Tewas, Korban Ditabrak Motor di Hari Raya Lebaran
Dewangga Ardhiananta March 23, 2026 10:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan maut di wilayah Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu pada Minggu (22/3/2026) malam.

Tepatnya kecelakaan di Jalan Lintas Curup-Bengkulu, Kelurahan Tempel Rejo, Kecamatan Curup Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu.

Insiden tragis itu melibatkan 2 kendaraan speda motor yang mengalami tabrakan.

Peristiwa nahas tersebut mengakibatkan seorang guru honorer tewas.

Korban merupakan guru honorer Bahasa Inggris di SMAN 2 Rejang Lebong, M Haviz Tio Syahfandi (31), yang meninggal dunia usai terlibat kecelakaan lalu lintas di momen Lebaran Idul Fitri.

Tabrakan yang melibatkan dua sepeda motor itu menyebabkan korban mengalami luka parah hingga nyawanya tak terselamatkan.

Berdasarkan data yang dihimpun wartawan TribunBengkulu.com, kecelakaan maut tersebut terjadi antara sepeda motor Yamaha F1ZR warna biru nomor polisi AG 3701 TV yang dikendarai Pari Suriyadi (22), warga Kelurahan Air Bang, Kecamatan Curup Tengah bertabrakan dengan Yamaha Mio M3 warna hitam nomor polisi BD 5170 YG yang dikendarai korban.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek di bagian kepala dan meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Rejang Lebong.

Sementara pengendara Yamaha F1ZR, Pari Suriyadi, mengalami luka pada bagian bibir serta memar di dada dan kepala.

Kasi Humas Polres Rejang Lebong, AKP M Hasan Basri, menjelaskan kecelakaan bermula saat sepeda motor Yamaha F1ZR melaju dari arah Kepahiang menuju ke Kota Curup dengan kecepatan tinggi.

Di saat bersamaan, sepeda motor Yamaha Mio M3 yang dikendarai korban datang dari arah kiri dan hendak menyeberang jalan.

Saat kendaraan korban telah masuk ke jalur kanan, pengendara Yamaha F1ZR yang diduga sedang mendahului kendaraan lain juga masuk ke jalur kanan.

Tabrakan pun tidak terhindarkan, dengan benturan mengenai bagian kanan sepeda motor korban.

“Setelah kejadian, kedua pengendara dibawa ke RSUD Rejang Lebong, namun satu orang dinyatakan meninggal dunia saat penanganan medis,”jelasnya.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menyimpulkan kecelakaan diduga dipicu kelalaian pengendara Yamaha F1ZR.

Pengendara diduga melaju dengan kecepatan tinggi dan mengambil jalur kanan saat mendahului kendaraan lain.

“Diduga sementara penyebab laka karena kelalaian pengendara Yamaha F1ZR yang melaju dengan kecepatan tinggi dan masuk ke jalur kanan saat mendahului,” lanjut Hasan.

Usai kejadian, Unit Laka Sat Lantas Polres Rejang Lebong langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas juga mengumpulkan keterangan saksi serta membuat laporan resmi terkait insiden tersebut.

Selain itu, barang bukti kedua kendaraan yang terlibat laka sudah diamankan di Mapolres Rejang Lebong. 

"Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan,"sampai Hasan.

Salah satu warga sekitar, Budi, mengaku mendengar suara benturan keras saat kejadian berlangsung.

Ia kemudian keluar rumah dan mendapati korban sudah tergeletak di jalan.

“Suaranya keras, pas saya keluar pengendara sudah terkapar dan mengeluarkan darah,”singkatnya.

Sosok Korban

Kepala SMAN 2 Rejang Lebong, Pedito Alam, mengatakan korban merupakan guru Bahasa Inggris berstatus honorer.

Menurutnya, korban dikenal sebagai pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik selama ini.

“Korban orangnya disiplin, bertanggung jawab dengan pekerjaan, dan ramah juga,”sampai Pedito saat dikonfirmasi wartawan TribunBengkulu.com pada Senin (23/3/2026). 

Ia juga menyampaikan bahwa korban telah menikah dan memiliki seorang anak yang masih balita.

Pihak sekolah mengaku terkejut atas kejadian tersebut.

Usai mendapatkan kabar duka, pihak sekolah langsung mendatangi rumah duka hingga mengantarkan korban ke pemakaman.

Diketahui, korban telah mengajar di SMAN 2 Rejang Lebong selama hampir dua tahun.

"Tentu kami sangat terkejut, kami dari pihak sekolah turut berduka cita yang mendalam. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutupnya. 

10 Cara Menghindari Kecelakaan Saat Berkendara

Setidaknya, ada 10 cara untuk antisipasi dan mengendalikan risiko kecelakaan di jalan raya.

1. Bila memungkinan, saat berkegiatan sebaiknya ganti moda transportasi dengan transportasi umum. Hal ini lebih aman ketimbang membawa kendaraan sendiri.

2. Kurangi potensi distraksi saat berkendara.

3. Melihat jauh ke depan, melihat potensi bahaya apa yang bisa timbul di jalan raya.

4. Biasakan berada di satu lajur. Jangan bergerak berpindah pindah jalur.

5. Antisipasi pengemudi yang memiliki sikap suka berpindah lajur. Segera jauhi kendaraan dari pengemudi semacam ini.

6. Antisipasi blindspot pada kendaraan.

7. Teliti setiap persimpangan, gang, lorong. Pelankan kendaraan untuk memantau dan menilai situasi aman untuk lewat atau tidak.

8. Jika ingin pindah jalur, ikuti prosedur yang aman untuk berpindah.

9. Jangan lawan arus.

10. Mengemudilah sesuai kondisi jalan raya dan kesehatan diri sendiri.

(Tribunbengkulu.com)

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

Diolah dari Tribunbengkulu.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.