Pria Dianiaya dan Dirampok setelah Diam-Diam Temui Wanita dari Medsos, Akhirnya Mengaku ke Istri
Randy P.F Hutagaol March 23, 2026 10:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang pria menjadi korban penganiayaan dan perampokan setelah bertemu dengan seorang wanita yang dikenalnya melalui media sosial.

Korban yang mengalami luka-luka akhirnya pulang ke rumah dan mengakui perbuatannya kepada sang istri sebelum keduanya bersama-sama melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa seorang kerabatnya dirampok oleh pelaku bersenjata. Korban dipukuli hingga mengalami luka serius dan kehilangan emas seberat tiga baht serta jimat yang berada di dalam mobil, di kawasan Sireh.

Unggahan itu juga menyebutkan bahwa laporan telah dibuat ke beberapa kantor polisi, namun informasi mengenai kejadian tersebut masih terbatas sehingga masyarakat diminta membantu memberikan informasi.

Menindaklanjuti informasi tersebut, wartawan kemudian menghubungi korban yang diketahui bernama May (nama samaran), pria berusia 39 tahun. Saat diwawancarai, May masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka yang dideritanya.

May menjelaskan bahwa kejadian tersebut bermula ketika ia berkenalan dengan seorang wanita bernama Nun melalui media sosial.

Setelah beberapa waktu berkomunikasi, keduanya sepakat untuk bertemu di sebuah kamar penginapan di kawasan Kota Phuket. Pertemuan itu dilakukan setelah May selesai bekerja sekitar pukul 18.00 waktu setempat.

Tidak lama setelah bertemu, Nun mengajak May untuk menjemput seorang temannya bernama Bee. Setelah Bee datang, ketiganya kemudian pergi bersama ke sebuah tempat hiburan malam di Phuket. Mereka menghabiskan waktu bersama hingga sekitar pukul 23.00 malam.

Setelah selesai, mereka kembali ke penginapan untuk mengantar Nun dan Bee. May kemudian mengantar Nun naik ke kamar penginapan, sementara Bee menelepon seorang pria untuk menjemputnya sebelum akhirnya pergi meninggalkan tempat tersebut.

Saat berada di kamar, May menyadari bahwa kunci mobilnya hilang. Ia mencoba mencarinya namun tidak berhasil menemukannya. Ia kemudian meminta Nun menghubungi Bee untuk menanyakan apakah melihat kunci mobil tersebut.

Di saat yang sama, May sempat menelepon istrinya yang berada di rumah dan mengatakan kemungkinan harus dijemput karena kunci mobilnya hilang.

Namun tidak lama kemudian, Nun berhasil menghubungi Bee yang ternyata memang memegang kunci mobil tersebut dan mengatakan akan mengembalikannya.

May kemudian turun untuk mengambil kunci mobilnya. Ketika sampai di bawah, ia melihat Bee datang bersama seorang pria yang sebelumnya menjemputnya. Pria tersebut mengatakan bahwa mobilnya mengalami kerusakan dan meminta bantuan May untuk mengantarkannya pulang.

May kemudian menyetujui permintaan tersebut dan mengantar pria itu menggunakan mobilnya. Setelah tiba di rumah pria tersebut, korban diajak masuk ke dalam rumah untuk minum air. Rumah itu berada di dalam sebuah gang kecil. May kemudian memarkir mobilnya di pinggir jalan dan berjalan mengikuti pria tersebut masuk ke dalam rumah.

Sesampainya di rumah, May melihat seorang pria lain berada di dalam. Ia sempat memberi salam sebagai bentuk penghormatan sebelum masuk. Namun pria tersebut kemudian berjalan keluar meninggalkan rumah, sehingga hanya tersisa May dan pria yang ia antar.

Saat May hendak duduk, pria tersebut tiba-tiba menutup pintu rumah dan mengambil sebilah parang. Ia kemudian mengayunkannya ke arah May. Korban segera menghindar dari serangan tersebut. Pelaku kemudian menendang pelipis May hingga ia terjatuh dan melanjutkan dengan memukulnya beberapa kali.

May mengaku sempat mengangkat tangan memohon agar pelaku berhenti, namun pelaku tetap melanjutkan aksinya. Dalam kondisi terdesak, May akhirnya berlari keluar rumah menuju mobilnya yang diparkir di pinggir jalan.

Namun pelaku masih mengejar hingga ke mobil. Pelaku kemudian membuka pintu mobil dan mengambil dua jimat Luang Pu Thuat yang berada di dalam kendaraan.

Sementara itu, kalung emas seberat tiga baht yang dikenakan May, lengkap dengan jimat Luang Pu Thuat berbingkai emas, diduga terlepas saat terjadi perkelahian di dalam rumah.

Setelah berhasil menjauh dari lokasi kejadian, May segera masuk ke mobilnya dan pulang ke rumah yang berada di wilayah Chalong. Setibanya di rumah, ia menceritakan seluruh kejadian tersebut kepada istrinya.

Keduanya kemudian pergi ke Kantor Polisi Kota Phuket untuk melaporkan peristiwa yang dialami May. Setelah membuat laporan, korban juga menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit. Dokter kemudian memintanya menjalani perawatan di rumah sakit untuk memantau kondisinya.

May mengatakan bahwa dari kejadian tersebut ia kehilangan sejumlah barang berharga dengan nilai mencapai ratusan ribu baht. Ia juga mengaku belum mengetahui secara pasti apakah peristiwa yang dialaminya merupakan jebakan yang telah direncanakan sebelumnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi terbaru dari pihak kepolisian, dua perempuan yang terkait dengan kejadian tersebut, yaitu Nun dan Bee, telah dipanggil untuk dimintai keterangan.

Polisi juga mengaku telah mengetahui identitas pria yang diduga sebagai pelaku penganiayaan dan perampokan. Saat ini tim penyidik masih melakukan upaya pengejaran terhadap pelaku.

May menambahkan bahwa setelah kejadian tersebut ia telah menceritakan semuanya kepada istrinya, termasuk mengenai perselingkuhan yang ia lakukan.

Ia mengakui kesalahannya dan menyebut peristiwa tersebut menjadi pelajaran besar dalam hidupnya.

Meski demikian, sang istri disebut telah memaafkannya dan bahkan mendampinginya untuk melapor ke polisi atas kejadian tersebut.

(cr31/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.