Remaja 16 Tahun Hanyut di Laut Maligi Pasaman Barat, Pencarian Hari Kelima Belum Membuahkan Hasil
Rezi Azwar March 23, 2026 10:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN BARAT – Seorang remaja bernama Uki Pratama Putra (16) dilaporkan hilang dan diduga hanyut di perairan Laut Maligi, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar).

Hingga Senin (23/3/2026), Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian intensif terhadap korban dengan menyisir area laut seluas sekitar 60 nautical mile (Nm⊃2;). Namun, hingga sore hari, korban belum berhasil ditemukan.

Koordinator Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi, mengatakan operasi pencarian telah memasuki hari kelima (H5) sejak laporan diterima.

“Pada hari ini tim SAR gabungan melaksanakan operasi pencarian dengan menurunkan beberapa alut, di antaranya RIB 03, perahu karet (LCR), serta perahu nelayan. Kami juga mengerahkan drone thermal untuk membantu proses pencarian dari udara,” ujar Novi Yurandi dalam keterangannya.

Baca juga: Polisi Sita Paket Sabut dalam Celana Pelaku Pencurian Kelapa Sawit di Koto Besar Dharmasraya

Ia menjelaskan, pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) yang menyisir sejumlah titik di sekitar lokasi kejadian perkara (LKP).

SRU 1 menggunakan perahu nelayan menyisir area seluas sekitar 15 Nm⊃2; di sekitar lokasi awal kejadian. Sementara SRU 2 menggunakan RIB 03 menyisir area lebih luas, yakni sekitar 30 Nm⊃2;. Sedangkan SRU 3 menggunakan perahu karet (LCR) menyisir area tambahan sekitar 15 Nm⊃2;.

Diketahui, korban merupakan warga Jorong Pantai Indah, Nagari Maligi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sebelumnya pergi menuju wilayah Sikilang melalui jalur pantai pada 16 Maret 2026.

Namun, setelah dilakukan konfirmasi, korban tidak pernah sampai di tujuan. Sehari kemudian, tepatnya 17 Maret 2026, seorang nelayan bernama Napis sempat melihat sesosok mayat mengapung di tengah laut sekitar 4 nautical mile dari bibir pantai.

Baca juga: Diduga Terpeleset ke Sungai, Lansia 71 Tahun di Solok Selatan Ditemukan Meninggal Dunia

“Ciri-ciri yang terlihat saat itu sesuai dengan pakaian korban. Namun, nelayan tidak dapat mengevakuasi karena keterbatasan peralatan, sehingga korban belum berhasil diamankan hingga saat ini,” jelas Novi.

Dalam operasi tersebut, tim SAR gabungan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Pasaman, Polsek Pasaman, BPBD Pasaman, komunitas Local Hero Rescue, serta masyarakat setempat.

Total personel yang terlibat mencapai puluhan orang yang bekerja sama melakukan pencarian baik melalui jalur laut maupun pemantauan udara.

Meski cuaca dilaporkan cerah dengan kecepatan angin berkisar 9 hingga 15 knot, pencarian masih belum membuahkan hasil.

“Operasi SAR hari ini ditutup pada pukul 17.30 WIB dengan hasil nihil dan akan dilanjutkan kembali pada Selasa (24/3/2026) pukul 07.00 WIB,” tutup Novi Yurandi.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.