DAMPRAT Nakes di Puskesmas Bebandem Gara-gara Tak Bisa QRIS! Pasien Akhirnya Meminta Maaf 
Anak Agung Seri Kusniarti March 23, 2026 11:03 PM

TRIBUN-BALI.COM - Sebuah rekaman video keluarga pasien yang marah-marah ke tenaga kesehatan di Puskesmas Bebandem, Karangasem, tengah menjadi sorotan hangat di media sosial. 

Pemicunya karena urusan administrasi, yakni pihak puskesmas belum bisa melayani pembayaran layanan melalui Qris.

Dalam video yang beredar luas di medsos, tampak tenaga kesehatan dengan sabar mendengar seorang pria yang marah-marah karena tidak dapat membayar layanan menggunakan Qris.  

Walau pihak puskesmas telah memberikan penjelasan, keluarga pasien itu terus marah-marah dengan nada tinggi, membandingkan puskesmas dengan warung madura serta beberapa kali menggebrak meja.

Baca juga: TERSERET Sampai 7 Meter, Dadong Wasti Tewas dalam Kecelakaan Saat Ditabrak Dump Truk di Pupuan!

Baca juga: JENAZAH Sudah Membusuk di Denpasar Dikira Bangkai Tikus, Warga Temukan Jasad Lansia Sebatang Kara!

Sambil merekam aksinya, keluarga pasien itu mengancam akan mengunggah kejadian tersebut di media sosial. Video yang direkam, Rabu (18/3) itu, viral di media sosial dan mendapatkan perhatian langsung dari Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata. 

Pihaknya mengapresiasi para petugas kesehatan yang sudah melayani masyarakat dengan baik dan sabar, dan juga mengimbau kepada masyarakat mari bersama-sama saling menghormati dan melindungi hak serta kenyamanan petugas demi kelancaran pelayanan kesehatan di Kabupaten Karangasem.

"Mari kita saling menjaga, astungkara kedepan kami akan selalu melakukan peningkatan dalam pelayanan kesehatan di Kabupaten Karangasem," tulis Gusti Putu Parwata dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/3) pekan lalu.

Kepala Puskesmas Bebandem, dr. Made Sudarba mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan aksi keluarga pasien terhadap terhadap nakes. 

Ia mengatakan, kejadian itu bermula saat seorang warga datang membawa anaknya yang lemas saat menonton ogoh-ogoh, Rabu (18/3) lalu. Dari hasil pemeriksaan, diduga pasien lemas karena telat makan.

Seusai mendapatkan pelayanan, pihak keluarga pasien memilih menjadi pasien umum, karena tidak membawa kartu BPJS Kesehatan. Ketika hendak melakukan pembayaran lah keributan terjadi.

Keluarga tidak membawa uang cash dan meminta pembayaran melalui Qris. Sementara pihak puskesmas belum malayani pembayaran non tunai. 

Awalnya pihak keluarga pasien sempat bilang akan pergi ke ATM, namun beberapa saat kemudian mereka kembali datang tapi ke puskesmas dan mengatakan ngotot akan membayar secara non tunai, sehingga terjadi perselisihan tersebut.

"Seharusnya bisa bicara baik baik, apalagi rumahnya juga dekat, boleh pulang dulu ambil uang, kita memang belum punya Qris dan rencananya akan kita buat sementara pakai rekening BLUD," ujar Made Sudarba. (mit)

Klarifikasi dan Minta Maaf

Setelah menjadi sorotan hangat, perekam video tersebut akhirnya meminta maaf kepada para tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Bebandem, Karangasem. Dengan didampingi aparat kepolisian dan nakes, pria yang mengaku bernama I Wayan Supartiawan itu meminta maaf atas kejadian di Puskesmas Bebandem.

"Saya dari hati, meminta maaf atas kesalahan saya meng up (unggah) video yang terjadi di Puskesmas Bebandem. Saya mohon maaf sebesar-besarnya ke pihak terkait di Puskesmas Bebandem, khususnya nakes yang bertugas. Saya memohon maaf dari hati nurani saya, semoga permohonan maaf saya diterima," ujarnya, Sabtu (21/3). (mit)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.