Laporan Wartawan Tribun Gayo Rasidan | Gayo Lues
TribunGayo.com, BLANGKEJEREN - Tim Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Jatanras Ditreskrimum) Polda Aceh turun langsung ke Kabupaten Gayo Lues guna membantu Polres Gayo Lues dalam menangani kasus kematian seorang dokter yang ditemukan dalam kondisi membusuk di kamar tidur lantai dua rumahnya di Desa Raklunung, Kecamatan Blangkejeren, Sabtu (21/3/2026).
Baca juga: Dokter di Gayo Lues Ditemukan Meninggal, Polisi Terus Lakukan Penyelidikan
Korban diketahui bernama dr Shanti Hastuti (sekitar 45 tahun), seorang janda dengan satu anak, serta merupakan mantan ibu bhayangkari.
Ia diduga menjadi korban pencurian yang disertai pembunuhan.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh adik kandungnya, Norman, saat berkunjung pada momentum Hari Raya Idul Fitri.
Dalam kejadian tersebut, sejumlah barang berharga milik korban dilaporkan hilang.
Saat ditemukan, kondisi korban sangat mengenaskan, dengan tangan terikat kabel listrik ke belakang serta mulut disumpal menggunakan kain hitam berupa jilbab.
Selain itu, terdapat luka akibat senjata tajam di bagian pinggang sebelah kiri korban.
Diketahui, almarhumah pernah menikah dengan seorang perwira polisi selama kurang lebih enam tahun dan dikaruniai satu orang anak.
Baca juga: Seorang Dokter di Gayo Lues Ditemukan Meninggal di Rumahnya, Tangan Terikat dan Mulut Disumpal
Namun, keduanya telah berpisah sekitar 13 tahun lalu.
Sejak itu, korban tinggal seorang diri di rumahnya yang mewah di Desa Raklunung, yang berada di pinggir jalan nasional Blangkejeren-Kutacane.
Semasa hidupnya, korban dikenal sebagai pribadi pendiam, aktif dalam pelayanan kesehatan, serta terlibat dalam kegiatan organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Gayo Lues.
Korban juga bertugas di Puskesmas Pining, Desa Uring, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues.
Kapolres Gayo Lues, AKBP Hyrowo, kepada TribunGayo.com, Senin (23/3/2026), menyampaikan bahwa Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Aceh telah diterjunkan untuk membantu proses penyelidikan yang dilakukan oleh Polres Gayo Lues.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya memberikan ultimatum untuk segera mengungkap kasus tersebut dalam waktu 2 x 24 jam.
Pihak kepolisian meminta keluarga korban dan masyarakat untuk tetap tenang serta mempercayakan penanganan kasus ini kepada aparat.
"Harap bersabar dan tim dilapangan sedang berkerja keras yang dibantu dan dibackup dari tim Jatatrans Polda Aceh untuk memburu para pelakunya, kami berjanji dari kepolisian tidak lebih dari dua hari ini kasus tersebut sudah diungkap," sebutnya. (*)
Baca juga: Terkait Daerah Bencana, Bupati Ajak Warga Gayo Lues Rayakan Lebaran Idul Fitri dengan Kesederhanaan