Bocah 14 Tahun Korban Ledakan Petasan di Kota Pekalongan  sedang Cari Burung
Rustam Aji March 23, 2026 11:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEKALONGAN – Isak tangis dan rasa syok tak terbendung dari Siswanto saat mendapati putranya, MAA (14), terkapar bersimbah darah di sebuah kebun pisang kawasan Kuripan Kertoharjo, Pekalongan Selatan, Senin (23/3/2026).

Remaja yang masih duduk di bangku SMP tersebut menjadi korban ledakan petasan rakitan saat sedang beraktivitas di sekitar lokasi kejadian.

Akibat insiden maut tersebut, MAA harus dilarikan ke IGD RSUD Bendan karena mengalami luka sobek serius di kedua kakinya.

Detik-Detik Penemuan Korban

Siswanto menceritakan, saat kejadian putranya sebenarnya sedang berniat mencari burung di sekitar rumah. Namun, nasib nahas menimpanya saat ia berada di dekat titik ledakan petasan yang tengah dirakit oleh rekan-rekannya.

"Waktu itu anak saya sedang mencari burung. Tiba-tiba terkena percikan dari obat mercon yang meledak keras," ujar Siswanto dengan nada bergetar saat ditemui di RSUD Bendan, Senin malam.

Ia mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah tetangganya datang memberikan kabar darurat.

Baca juga: Tragedi Petasan di Pekalongan: 2 Remaja Luka Berat Hingga Putus Lengan Usai Ledakan di Kebun Pisang

Begitu sampai di lokasi yang hanya berjarak dua gang dari rumahnya, Siswanto mengaku hampir pingsan melihat kondisi sang anak.

"Saya kaget sekali, melihat kondisinya sudah terkapar bersama dua temannya," ungkapnya.

Kondisi Medis dan Korban Lainnya

Berdasarkan pemeriksaan medis, MAA mengalami luka sobek yang cukup dalam di bagian belakang kaki kanan dan kiri hingga memerlukan banyak jahitan.

Meski sempat mengalami syok hebat, kondisi MAA kini dilaporkan mulai berangsur membaik setelah mendapatkan penanganan intensif.

Namun, nasib lebih tragis dialami dua rekan MAA lainnya, yakni Muhammad SAI (14) dan MMS (17). Keduanya mengalami luka berat yang sangat mengerikan, termasuk putusnya lengan kiri akibat daya ledak petasan yang diduga berukuran besar.

Peringatan Keras Kepolisian

Kapolsek Pekalongan Selatan, Kompol Aries Tri Hartanto, menyatakan bahwa dari hasil olah TKP, pihaknya mengamankan 22 selongsong petasan kosong dan bubuk belerang. Ledakan ini menjadi peringatan keras bagi para orang tua di Pekalongan.

Baca juga: Puncak Arus Balik Diprediksi Besok, One Way Nasional dari GT Kalikangkung Dimulai Pukul 14.00 WIB

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak merakit mercon. Peran orang tua sangat penting untuk mengawasi aktivitas anak agar tidak terlibat dalam pembuatan petasan yang berisiko cacat permanen bahkan kematian," tegas Kompol Aries.

Kasus ini kini dalam penanganan lebih lanjut oleh pihak kepolisian untuk menelusuri asal bahan peledak yang digunakan para remaja tersebut. (dro)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.