TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pelaku pembunuhan cucu seniman Betawi legendaris Mpok Nori, Dewhinta Anggary (37) sempat berusaha untuk kabur.
Pelaku yang merupakan warga negara asing (WNA) asal Irak berinisial RFTJ itu mantan suami siri korban.
Ia mengaku hendak kembali ke negara asalnya, Irak setelah menghabisi nyawa korban.
Ia juga telah berencana untuk melarikan diri ke Sumatera.
Namun upayanya digagalkan oleh pihak kepolisian.
Ia pun harus mendekam di balik jeruji besi karena perbuatan kejinya.
"Usai membunuh korban, tersangka rencananya akan melarikan diri ke negara asalnya di Irak," kata Panit 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Fechy J Ataupah, Senin (23/2/2026).
Fechy mengungkapkan, pelaku berniat kabur ke wilayah Sumatera sebelum kembali ke Irak. Namun, upaya itu gagal karena ia lebih dulu ditangkap polisi.
"Sambil menunggu situasi tenang, tersangka berniat bersembunyi terlebih dahulu di Sumatera," ungkap dia.
Baca juga: Tabiat Pembunuh Cucu Mpok Nori, Cemburuan, Pantau Korban Setiap Hari: Terus-terusan Ngajak Rujuk
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku menghabisi nyawa korban karena terbakar api cemburu.
"Dari hasil pemeriksaan, motif di balik pembunuhan ini adalah karena tersangka cemburu dengan korban," kata Fechy.
Kepada polisi, RTFJ mengaku kerap memergoki korban sedang menjalin hubungan dengan pria lain. Keduanya pun terlibat keributan hingga berujung aksi pembunuhan.
Baca juga: Rekaman CCTV Pelaku Sebelum dan Sesudah Bunuh Cucu Mpok Nori, Bawa Sajam, Karpet hingga Gagang Pacul
"Tersangka mengaku beberapa kali memergoki korban sedang menjalin hubungan dengan pria lain," ungkap Fechy.
"Hingga akhirnya terjadi keributan dan perkelahian antara tersangka dan korban yang menyebabkan korban tewas dengan luka senjata tajam di bagian leher," imbuh dia.
Adapun jasad Dewhinta ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di rumah kontrakan tempat tinggalnya di wilayah Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (21/3/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Ibu korban sempat mendatangi kontrakan anaknya, namun pintu dalam kondisi terkunci dari dalam.
Tak lama kemudian, kakak korban mencoba mengecek ke rumah kontrakan tersebut. Saat pintu berhasil dibuka, korban sudah dalam kondisi tak bernyawa.
Korban tergeletak di lantai dan terdapat bercak darah yang sudah mengering. Jenazah korban lalu dibawa ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Sementara itu, tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Timur dan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya bergerak cepat memburu pelaku.
Setalah keberadaannya teridentifikasi, pelaku berhasil ditangkap di sebuah bus di ruas Jalan Tol Tangerang-Merak KM 68, Sabtu siang.
Pelaku kemudian dibawa ke Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, untuk menjalani pemeriksaan.
(TribunNewsmaker.com/ TribunJakarta)