Cari Tempat Parkir Mobil dan Motor di Malioboro Jogja, Cukup Scan QR Code Ini
Joko Widiyarso March 24, 2026 10:14 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bingung cari tempat parkir di Malioboro Jogja? Tenang saja, kini sudah ada solusinya.

Polresta Yogyakarta bersama Dishub menyediakan layanan portal informasi tempat parkir berbasis daring untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas dan keterbatasan lahan parkir selama masa libur Lebaran 2026.

Melalui situs web satlantasjogja.info, masyarakat dan wisatawan kini dapat memantau ketersediaan tempat parkir secara seketika (real-time) sebelum memasuki kawasan wisata, khususnya Malioboro.

Upaya digitalisasi ini merupakan bentuk tindak lanjut dari koordinasi antara Polresta Yogyakarta dan Dishub untuk menekan angka kemacetan akibat kendaraan wisata yang berputar-putar mencari tempat parkir.

Berdasarkan data pada laman utama situs tersebut, sistem ini telah mengintegrasikan 18 lokasi parkir di wilayah Kota Yogyakarta.

Laman tersebut menampilkan informasi kapasitas tampung kendaraan yang masih tersedia secara rinci, baik slot untuk bus, slot untuk mobil, dan slot untuk sepeda motor.

Untuk memudahkan pengguna, portal pemantau parkir ini dilengkapi dengan fitur utama "Cari Parkir Terdekat" berbasis lokasi.

Disediakan pula kolom pencarian spesifik dan tombol filter untuk memilah ketersediaan ruang parkir berdasarkan jenis kendaraan.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, S.I.K., M.M., M.H., menyatakan bahwa pihaknya telah memulai Operasi Ketupat Lebaran sejak tanggal 13 dan sangat menyadari minimnya lahan parkir sebagai kendala utama di Yogyakarta. 

Akses informasi parkir ini akan dipermudah melalui pemindaian Kode QR di berbagai titik masuk kota.

"Nah, jadi tentunya kita dari mulai tanggal 13 sudah mulai melaksanakan Operasi Ketupat Lebaran. Jadi, kita dari Polresta Yogyakarta intinya siap melaksanakan pengamanan, baik itu untuk masyarakat yang mudik maupun liburan di Yogyakarta," papar Eva, Senin (16/3/2026). 

"Kita juga sudah menyadari, memang salah satu kendala kita di Yogyakarta adalah minimnya lahan parkir. Maka dari itu, kita juga sudah berkoordinasi dengan Dishub dan dari Lantas Polresta Yogyakarta untuk menginventarisir lokasi-lokasi parkir, baik milik pemerintah, pribadi, maupun swasta yang bisa kita gunakan untuk lahan parkir nantinya.

"Itu nanti bisa diinput melalui QR Code parkir. Sehingga nanti masyarakat begitu masuk Yogyakarta, ada QR Code di banner yang langsung tinggal di-scan saja.

"Nanti akan memunculkan data real-time tiap 9 atau 10 menit di lahan parkir mana yang masih kosong tentunya. Sehingga masyarakat tidak bingung nanti untuk mencari lahan parkir, khususnya yang mau berwisata ke Malioboro dan sekitarnya.

Berikut adalah QR Code lokasi dan ketersediaan tempat parkir di Jogja atau Yogyakarta. 

137 ribu wisatawan padati Malioboro

Kawasan Malioboro di Kota Yogyakarta mencatat lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2026. Total sebanyak 137.722 orang tercatat memadati kawasan wisata ikonik tersebut dalam kurun lima hari.

Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta, Fitria Dyah Anggraeni, menyebut jumlah tersebut merupakan akumulasi kunjungan sejak 18 hingga 22 Maret 2026.

“Total pengunjung mencapai 137.722 orang, ini dihitung dari lima titik masuk kawasan Malioboro,” ujarnya, Senin (23/3/2026).

Adapun lima titik penghitungan tersebut meliputi Titik Nol Timur, Titik Nol Barat, kawasan Suryatmajan, BPD Utara, serta depan Hotel D’Jogja. Penghitungan dilakukan setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 24.00 WIB.

Dari data yang dihimpun, lonjakan signifikan terjadi pada akhir pekan. Puncak kunjungan tercatat pada Minggu (22/3/2026) dengan jumlah mencapai 56.975 orang dalam sehari.

Sementara itu, rincian kunjungan harian lainnya yakni Rabu (18/3) sebanyak 13.951 orang, Kamis (19/3) 9.364 orang, Jumat (20/3) 33.529 orang, dan Sabtu (21/3) sebanyak 23.903 orang.

Tingginya angka kunjungan ini menunjukkan bahwa Malioboro masih menjadi magnet utama wisatawan saat momen libur Lebaran.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, menyebut secara umum pelaksanaan libur Lebaran di Kota Yogyakarta berjalan sukses berdasarkan empat indikator utama.

“Yang pertama berkaitan dengan keamanan dan ketertiban. Sepanjang pemantauan kami, itu relatif bisa kita jaga,” ujarnya saat ditemui Tribun Jogja di Balaikota Yogyakarta, Senin (23/3/2026).

Selain itu, pengaturan arus lalu lintas juga dinilai berjalan baik. Ia bahkan menyebut tidak terjadi kemacetan berarti di sejumlah titik masuk kota yang biasanya padat saat musim liburan.

“Yang biasanya masuk Jogja di Prambanan dan lain-lain sudah macet, ini relatif masih ramai lancar. Artinya tidak ada kemacetan yang berarti,” jelasnya.

Dari sisi ekonomi, Pemkot juga memastikan pengendalian harga bahan pokok tetap terjaga selama periode Lebaran. Meski sempat terjadi kenaikan pada beberapa komoditas, kondisi tersebut dinilai masih wajar.

“Pasokan masih terjaga, sembako bisa kita kendalikan dengan baik. Memang ada kenaikan seperti cabai, daging, telur, tapi itu wajar. Untuk beras dan lainnya relatif stabil,” katanya.

Sementara itu, pelaksanaan ibadah Salat Idulfitri juga berjalan lancar meski terdapat dua momentum pelaksanaan.

“Alhamdulillah meskipun ada dua momentum salat Id, semuanya bisa kita laksanakan dengan baik,” tambahnya.

Komitmen juru parkir 

Sementara uitu, para juru parkir (jukir) di Kota Yogyakarta memiliki peran krusial sebagai orang pertama yang menyambut wisatawan, termasuk saat libur lebaran mendatang.

Menyadari hal itu, para jukir di Tempat Khusus Parkir (TKP) Ngabean menyatakan komitmennya untuk memberikan layanan istimewa, tanpa embel-embel tarif selangit atau nuthuk.

Perwakilan Juru Parkir TKP Ngabean, Anton Wahyudi, menegaskan, bahwa menjamin kenyamanan pengunjung yang singgah di Kota Yogyakarta adalah harga mati. 

Baginya, tugas sebagai juru parkir bukan sekadar menata kendaraan, tapi juga mengemban amanah untuk menjaga citra kota sebagai daerah tujuan utama pariwisata di tanah air.

​"Kita ini dipasrahi tugas, ya sebisa mungkin membuat pengunjung nyaman. Kalau mereka diperlakukan spesial, pasti akan senang dan ingin datang lagi ke Yogya," ujarnya, Senin (16/3/2026).

​Langkah konkret pun diambil untuk memastikan personel di lapangan tetap profesional, dengan menekankan kedisiplinan dalam bekerja. 

Sejak awal bulan ini sterilisasi internal dilakukan ketat, di mana salah satu yang menjadi sorotan utama adalah larangan keras mengonsumsi minuman keras (miras) saat bertugas.

​"Kalau sampai ketahuan (mabuk), langsung tak keluarkan. Saya tanya mereka, nuwun sewu, kowe niat dadi preman opo dadi tukang parkir? Kalau sehat posisinya kan enak, kalau 'bau naga' itu bikin tidak nyaman pengunjung," tegasnya.

Di sisi lain, pria yang akrab disapa Pongge ini juga mengingatkan wisatawan untuk jeli membedakan TKP resmi dengan parkir liar yang sering muncul saat musim libur lebaran. 

Bukan tanpa alasan, seringkali insiden nuthuk terjadi di titik-titik ilegal, namun yang terkena imbas negatifnya justru parkir resmi layaknya TKP Ngabean.

​"Kadang ada yang buka parkir sendiri di luar, itu liar. Pernah ada kejadian tarifnya beda, dikiranya itu di Ngabean, padahal bukan. Kami selalu jelaskan ya, pelan-pelan, kepada para pengunjung," cetusnya.

Komitmen melawan nuthuk dari para jukir TPK Ngaben pun mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho. 

Menurutnya, pemerintah kota memposisikan diri sebagai "orang tua" yang tidak bosan-bosannya mengingatkan agar aktivitas parkir dijaga kredibilitasnya.

​"Harapan kami ini bukan hidup musiman, tapi benar-benar menjadi lapangan pekerjaan yang berkelanjutan. Maka, harus dijaga dan dirawat. Kadang bukan soal duitnya (tarif), tapi perilakunya yang bikin orang nggak nyaman," katanya.

Berita viral negatif

Pihaknya berharap momen libur Idulfitri tahun ini menjadi pembuktian, bahwa jukir di Kota Yogyakarta bisa menjadi tuan rumah yang santun dan profesional.

"Kami merangkul paguyuban  parkir agar wisatawan merasa aman. Jangan sampai ada tarif yang dimainkan. Kalau sampai viral karena hal negatif, dampaknya luas, citra Yogya bisa jatuh dan wisatawan menurun. Sehingga, harus diantisipasi sejak awal," pungkasnya.

TKP (Tempat Khusus Parkir) Ngabean, atau yang lebih dikenal sebagai Parkir Wisata Ngabean, adalah salah satu fasilitas parkir resmi yang dikelola oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.

TKP Ngabean adalah salah satu kantong parkir utama bagi bus pariwisata maupun kendaraan pribadi yang membawa wisatawan ke pusat kota Yogyakarta (seperti area Malioboro, Keraton, dan Taman Sari).

Lokasinya terletak di  Jl. KH Wahid Hasyim No.1-29, Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta.

Lokasinya cukup strategis karena berada tidak jauh dari kawasan budaya dan pusat wisata kota.

Selain itu, karena merupakan fasilitas resmi pemerintah, tarif yang dikenakan biasanya mengikuti aturan Peraturan Daerah (Perda) Kota Yogyakarta, yang sering kali ditekankan untuk mencegah praktik parkir ilegal atau "nuthuk" (harga tidak wajar).

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.