Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
TRIBUNFLORES.COM, ATAMBUA- Tiga kepala keluarga di Dusun Lamasi, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, menghadapi ancaman longsor yang semakin meluas hingga merusak bagian dapur dan kamar mandi rumah mereka. Warga pun diminta segera mengungsi demi keselamatan.
Pj. Kepala Desa Manleten, Elias Mali, mengatakan longsor terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam dua pekan terakhir.
“Kondisi tiga rumah ini belum rusak total, tetapi sangat berbahaya karena longsoran sudah mendekati fondasi dan bisa menyebabkan bangunan roboh,” ujarnya, Senin (23/3/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah desa telah mengirim surat sejak 20 Maret kepada Bupati Belu dan sejumlah instansi terkait guna meminta penanganan cepat.
Baca juga: Polisi Bubarkan Judi Sabung Ayam Desa Tukuneno Belu NTT
Respons awal datang dari Dinas yang menyiapkan lokasi relokasi sementara bagi warga terdampak.
“Tiga keluarga sudah diarahkan untuk pindah sementara ke tempat aman, termasuk Pasar Sabete. Namun sampai sekarang mereka belum bersedia meninggalkan rumah,” jelasnya.
Tiga rumah yang terdampak masing-masing milik Daniel Leki, Antonius Leto, dan Emanuel M. Koi. Bantuan darurat dari BPBD dan Dinas Sosial PMD telah disalurkan kepada para korban.
Pemerintah desa berharap adanya tindak lanjut berupa relokasi permanen serta bantuan pembangunan rumah dari instansi terkait.
Selain itu, pihak desa juga meminta agar embung di sekitar lokasi dikaji ulang, karena diduga rembesan air dari penampungan tersebut turut memicu terjadinya longsor. (gus)