Pemuda Raporendu di Ende Olah Ikan Jadi Produk Kuliner Bernilai Jual Tinggi
Gordy Donovan March 24, 2026 08:47 AM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, ENDE – Semangat dan kreativitas pemuda Desa Raporendu, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, patut diapresiasi. 

Melalui pelatihan kuliner berbahan dasar ikan yang digelar pada 21–22 Maret 2026, para pemuda desa berhasil menciptakan berbagai produk olahan bernilai jual tinggi.

Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora NTT, Veneranda Moi mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk intervensi dari Perangkat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam mendorong kemandirian ekonomi generasi muda di desa. 

Peserta pelatihan merupakan pemuda berusia 16 hingga 30 tahun yang berasal dari delapan dusun di Desa Raporendu.

Baca juga: Sapa Umat Muslim Usai Salat Ied, Wabup Ende: Pererat Silaturahmi dan Perkuat Kebersamaan

Mengolah Ikan

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali keterampilan mengolah ikan menjadi berbagai produk kuliner, seperti abon ikan, kroket ubi isi ikan, dan nugget ikan. 

Hasil olahan yang dibuat tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki cita rasa yang dinilai layak untuk dipasarkan.

Para peserta kemudian dibagi ke dalam lima kelompok usaha pemuda kreatif, yakni Kelompok Basa Puu Rere Ine Pawe, Kelompok Mbotu Mboro Gacor, Kelompok Gurihin Aja, Kelompok Cetar, dan Kelompok Melati.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi. 

"Mereka aktif mengikuti setiap sesi pelatihan dan terlibat dalam diskusi serta tanya jawab dengan instruktur. Hal ini menunjukkan keseriusan para pemuda dalam memanfaatkan peluang usaha di sektor kuliner," ujar Veranda Moi dalam keterangannya yang diterima TribunFlores.com, Senin (23/3/2026).

Sebagai bentuk dukungan nyata, Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, juga memberikan bantuan berupa peralatan memasak untuk menunjang pengembangan usaha para kelompok. 

Setiap kelompok menerima 19 jenis perlengkapan, di antaranya oven, mixer, dandang, wajan, kompor, blender, sutil, dan baskom.

Bantuan tersebut diserahkan pada malam pentas seni Pemuda Desa Raporendu, yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pekan Kreativitas Pemuda.

Dukungan ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi para pemuda untuk mengembangkan usaha ekonomi produktif di desa. 

"Dengan pendampingan dan pengawasan dari pemerintah desa, usaha yang dirintis diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan," tambahnya.

Selain itu, program ini juga diyakini dapat berkontribusi dalam menekan angka pengangguran usia produktif di desa, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih baik. 

Pada akhirnya, kemandirian dan kesejahteraan pemuda desa pun dapat meningkat.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas pada malam puncak Pekan Kreativitas Pemuda. Partisipasi warga bahkan melampaui target kehadiran.

Acara tersebut semakin semarak dengan berbagai penampilan bakat dari para pemuda yang berasal dari delapan dusun di Desa Raporendu. (Bet)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.