TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kunjungan wisata Semarang Zoo di Kota Semarang, Jawa Tengah, anjlok 20 persen pada masa liburan lebaran 2026.
Penurunan pengunjung ini disebabkan beberapa faktor, di antaranya kebijakan one way di jalan tol, cuaca, hingga kondisi ekonomi global.
Bisnis and Development Semarang Zoo, Swandito Widyotomo mengakui, penurunan kunjungan sekitar 20 persen dibandingkan momen Lebaran 2025.
Pada Lebaran tahun kemarin, angka kunjungan wisatawan Semarang Zoo mencapai di atas 3.000 pengunjung per hari.
Pada masa Lebaran 2026, angka kunjungan di angka 1.000 pengunjung hingga 2.000 pengunjung per hari.
"Untuk hari ini (Lebaran ke-3) belum kami update, tapi prediksi dikisaran lebih dari 2.000 pengunjung," ujar Dito, Senin (23/3/2026) sore.
Baca juga: One Way Mulai Diterapkan di Tol Salatiga-Semarang, Jumlah Kendaraan Arus Balik Terpantau Meningkat
Ia merinci, penyebab turunnya angka wisatawan ke Semarang Zoo disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya kondisi cuaca hujan saat hari pertama Lebaran.
"Lebaran pertama, Mangkang hujan, jumlah pengunjung baru datang setelah pukul 10.00 pagi," katanya.
Faktor lain, lanjut Dito, momen Lebaran tahun ini berdekatan dengan liburan tahun baru 2026.
Untuk itu, masyarakat dimungkinkan melakukan efisiensi biaya liburan.
"Libur Lebaran dan tahun baru berdekatan sehingga masyarakat menimbang atas kebutuhan pembiayaan sehingga mereka memilih ke luar kota di antara dua momen liburan tersebut," bebernya.
Faktor berikutnya, Dito tidak memungkiri sepinya pengunjung karena kondisi geopolitik dan ekonomi yang tidak baik-baik saja.
Ia melanjutkan, faktor lainnya berkaitan dengan kebijakan one way kepolisian.
Dampak dari kebijakan ini, Semarang Zoo yang lokasinya dekat dengan exit Mangkang tidak meraup berkah mudik Lebaran.
Hal ini terjadi karena pemudik tidak bisa keluar dari exit tol.
"Jadi peluang wisatawan dari luar kota untuk transit ke semarang Zoo menjadi kendala."
"Ditambah, one way lokal dari Kalikangkung mundur ke Tingkir cukup mempengaruhi arus pengunjung ke Semarang Zoo," sambungnya.
Dito mengungkap, sepinya pengunjung juga dialami wahana wisata kebun binatang lain, sepertisßs di Yogyakarta.
"Kami juga komunikasi ke pengelola wisata di Yogyakarta (Gembira Loka), hasilnya sama, di sana juga sama ada penurunan kunjungan wisatawan hingga 20 persen," ungkapnya.
Ia menuturkan, pihak pengelola Semarang Zoo sudah berupaya maksimal untuk melakukan promosi habis-habisan sebelum liburan Lebaran.
Proses promosi juga tidak kalah dengan persiapan liburan Lebaran seperti tahun sebelumnya.
Pihaknya berharap, lonjakan pengunjung bisa terjadi pada saat syawalan yang terjadi pada 28 Maret-29 Maret 2026.
"Ya kami tunggu ledakan (pengunjung) bisa terjadi di pada momen itu," tuturnya.
Arya (22) mengaku mengunjungi Semarang Zoo setelah bertahun-tahun tidak berwisata ke kebun binatang itu.
"Waktu kecil saya ke sini, sekarang sudah direnovasi kembali ke sini, datang bersama keluarga untuk melihat hewan-hewan jenis (baru) lainnya," ucapnya, Senin.
Baca juga: Bocil 12 Tahun Pesan Bubuk Mercon 1 Kg Jadi Pemicu Ledakan Maut di Tambakrejo Semarang
Alasan lain, kata Arya, Semarang Zoo dikenal debagai tempat wisata murah meriah.
"Jadi worth it (sepadan), buat kalangan warga Kota Semarang, daripada liburan ke luar Semarang," terangnya.
Pengunjung asal Brebes, Fitri Al-Hafiz (19) mengaku, berlibur ke Semarang Zoo atas rekomendasi kerabatnya di Kota Semarang.
"Satu rombongan keluarga besar, ada 50 orang, yang mau ikut masuk 25 orang," katanya.
Ia menambahkan, tertarik ke Semarang Zoo karena salah satu kebun binatang yang cukup menarik.
"Ya menarik melihat satwa di sini, apalagi di Brebes belum berwisata," jelasnya. (*)