Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada Selasa (24/3/2026).
Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang berpotensi menimbulkan kepadatan di sejumlah ruas tol menuju Jakarta dan sekitarnya.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, menyampaikan bahwa arus mudik telah berakhir seiring perayaan Idulfitri 1447 Hijriah pada 21 Maret 2026.
Saat ini, pergerakan lalu lintas mulai didominasi kendaraan arus balik.
Ia mengimbau masyarakat untuk menghindari waktu puncak guna meminimalkan risiko kemacetan selama perjalanan.
"Yang harus diingat adalah kami mengimbau masyarakat untuk menghindari waktu puncak arus balik yang diprediksi pada tanggal 24 Maret 2026," ujar Aan dalam keterangan resminya, Senin (23/3/2026).
Seiring meningkatnya volume kendaraan, berbagai rekayasa lalu lintas telah disiapkan. Salah satunya penerapan sistem satu arah (one way) yang mulai diberlakukan sejak 23 Maret 2026 pukul 12.00 WIB.
Skema tersebut diterapkan dari KM 421 ruas Tol Semarang–Solo hingga KM 70 ruas Tol Jakarta–Cikampek untuk memperlancar arus kendaraan menuju Jakarta.
Selain itu, contraflow juga diberlakukan di ruas Tol Jakarta–Cikampek, tepatnya dari KM 70 hingga KM 47 sejak 23 Maret 2026 pukul 14.00 WIB.
Meski demikian, penerapan rekayasa lalu lintas bersifat situasional dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi di lapangan serta diskresi kepolisian.
Dengan potensi lonjakan kendaraan pada hari ini, pengguna jalan diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memantau kondisi lalu lintas terkini, serta mengikuti arahan petugas demi menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan. (*)