Cegah Kebocoran PAD, Klungkung Wajibkan Tiket Online Ke Nusa Penida Bali Mulai April 2026
Putu Dewi Adi Damayanthi March 24, 2026 09:20 AM

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Pemerintah Kabupaten Klungkung mulai menutup celah kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata, dengan menerapkan sistem tiket retribusi berbasis digital untuk kunjungan ke Nusa Penida dan Nusa Lembongan.

Kebijakan ini resmi diberlakukan penuh mulai 21 April 2026. 

Seluruh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, diwajibkan membeli tiket masuk secara online sebelum menyeberang.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, I Gusti Agung Putra Mahajaya, mengatakan sistem elektronik ini diterapkan  untuk memastikan seluruh transaksi tercatat secara transparan dan real-time.

Baca juga: GIANYAR Terancam Kehilangan PAD Miliaran Rupiah? Kunjungan WIsman Terdampak Perang di Timur Tengah!

“Selama ini potensi kebocoran itu ada. Dengan sistem digital, semua transaksi terekam, dan petugas hanya perlu memvalidasi melalui QR code di lapangan,” ujarnya, Selasa 24 Maret 2026.

Menurutnya, kebijakan ini bukan sekadar modernisasi layanan, tetapi langkah strategis untuk memperkuat pengawasan penerimaan daerah dari sektor wisata yang terus berkembang pesat di kawasan Nusa Penida.

Melalui sistem e-ticketing, wisatawan tidak lagi membeli tiket secara manual di lokasi. 

Sebaliknya, tiket harus dibeli melalui platform resmi yang telah disiapkan pemerintah daerah. 

Nantinya, verifikasi dilakukan di titik kedatangan oleh petugas.

"Transparansi penting untuk memperbaiki tata kelola pariwisata agar lebih tertib dan profesional," ungkap Putra Mahajaya.

Menjelang penerapan penuh, Dinas Pariwisata Klungkung telah menggencarkan sosialisasi kepada operator fast boat, pelaku wisata, serta pemangku kepentingan di pelabuhan penyeberangan.

Untuk tarif, pemerintah memastikan belum ada perubahan. Retribusi masih mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Klungkung Nomor 5 Tahun 2018. 

Wisatawan dewasa dikenakan biaya Rp25 ribu, sementara anak-anak Rp15 ribu per orang.

"Kami tentu berharap pengelolaan pariwisata di Nusa Penida semakin akuntabel, sekaligus memperkuat citra destinasi sebagai kawasan wisata yang dikelola secara modern," harapnya. (mit)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.