TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Indonesia kembali menorehkan sejarah di kancah balap dunia.
Pembalap muda Tanah Air, Veda Ega Pratama, berhasil meraih posisi ketiga (P3) atau podium tiga di kelas Grand Prix (GP) Moto3, di Sirkuit Ayrton Senna, Brasil.
Capaian ini menjadikannya sebagai pembalap Indonesia pertama yang sukses naik podium di level tersebut.
Prestasi ini menjadi tonggak penting bagi perkembangan motorsport nasional sekaligus mempertegas daya saing talenta Indonesia di panggung global.
Veda menunjukkan performa impresif di lintasan yang menantang, dengan konsistensi dan ketangguhan hingga mampu mengamankan podium bersejarah bagi Indonesia.
Baca juga: Selama Gelaran MotoGP Mandalika 2025, Penumpang Rute Denpasar Bali-Lombok Meningkat 7 Persen
Dalam wawancara langsung usai balapan jelang penyerahan tropi, Veda menyampaikan bahwa capaian ini adalah yang terbesar baginya selama balapan.
“Ini luar biasa! Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh rakyat Indonesia, sponsor, dan keluarga saya yang menonton. Finis tiga besar di Grand Prix kedua saya adalah pencapaian terbesar saat ini,” kata Veda saat diwawancarai usai balapan.
Selama berlangsungnya balapan ia sempat mengalami kesulitan dengan grip ban belakang dan tercecer, namun berhasil bangkit di lap-lap terakhir setelah insiden red flag hingga akhirnya finish di posisi ketiga.
Dengan hasil menempati podium ketiga Veda kini menempati posisi ketiga klasemen sementara Moto3 2026 dengan 27 poin.
Keberhasilan ini tidak lepas dari proses pembinaan yang telah dijalani secara berjenjang sejak usia dini, termasuk pengalaman balap yang intens di Pertamina Mandalika International Circuit.
Veda mulai merasakan atmosfer kompetisi di The Mandalika sejak 2021 melalui ajang Asia Talent Cup sebagai wildcard.
Pada musim 2022, ia kembali berlaga dan mencatatkan kemenangan ganda di sirkuit tersebut, sebelum kemudian keluar sebagai juara Asia Talent Cup 2023.
Ia juga aktif berkompetisi di Mandalika Racing Series (MRS), masing-masing pada kelas 250cc pada 2023 dan naik ke kelas 600cc pada 2024.
Kiprahnya berlanjut di level internasional dengan meraih posisi runner-up pada ajang Red Bull Rookies Cup 2025, yang menjadi batu loncatan penting sebelum akhirnya menembus ajang Moto3.
Dengan banyaknya ajang yang diikuti, menjadikan sirkuit ini sebagai bagian penting dalam pembentukan kariernya.
Penguatan jalur pembinaan ini juga didukung oleh ekosistem yang terus berkembang di The Mandalika.
InJourney bersama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menghadirkan berbagai program pembinaan dan kompetisi berjenjang, salah satunya melalui Mandalika Racing Series yang berkolaborasi dengan Pride Motorsport sebagai platform strategis untuk menjaring dan mengembangkan pembalap muda menuju level internasional.
Selain menghadirkan ajang balap kelas dunia, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika juga diarahkan sebagai sportainment destination yang mengintegrasikan olahraga, hiburan, dan pariwisata dalam satu ekosistem yang berkelanjutan.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Veda Ega Pratama di kancah internasional.
“Kami bangga atas prestasi yang diraih Veda Ega Pratama yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di level dunia. InJourney berperan sebagai bagian dari support system yang terus mendorong dan mendukung pembalap Indonesia untuk dapat bersaing secara global,” ujar Maya Watono dalam keterangan tertulisnya, Senin 23 Maret 2026.
Ia menambahkan, dukungan tersebut diwujudkan melalui pembangunan dan penguatan ekosistem motorsport nasional, termasuk melalui kehadiran Pertamina Mandalika International Circuit sebagai sirkuit berstandar internasional yang telah menggelar berbagai ajang balap dunia sejak 2021, seperti MotoGP dan World Superbike.
Infrastruktur ini memberikan kesempatan bagi pembalap Indonesia untuk berlatih dan berkompetisi di lintasan dengan standar global, sehingga mampu meningkatkan kesiapan teknis, mental, dan daya saing di level internasional.
Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar menilai bahwa prestasi Veda Ega Pratama menjadi bukti nyata bahwa pengembangan The Mandalika sebagai ekosistem sportainment tidak hanya menghadirkan ajang kelas dunia, tetapi juga mampu melahirkan talenta motorsport Indonesia yang berdaya saing global.
“Kehadirannya pada ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 akan menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat positioning The Mandalika sebagai destinasi sport tourism berkelas dunia,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Veda Ega Pratama dipastikan akan tampil di hadapan publik Tanah Air dalam ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia yang akan diselenggarakan pada 9–11 Oktober 2026 mendatang di Pertamina Mandalika International Circuit.
Kehadiran Veda di Mandalika Internasional Circuit pada ajang tersebut akan menjadi momentum penting, tidak hanya sebagai partisipasi di level dunia, tetapi juga sebagai ajang tampil di hadapan publik Indonesia.
Sementara itu, Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria menyampaikan bahwa raihan prestasi podium Veda di Moto3 GP Brasil menjadi bukti efektivitas pembinaan berjenjang di Mandalika Internasional Circuit.
“Kami optimistis kehadirannya di MotoGP Indonesia 2026 akan menginspirasi sekaligus memperkuat kebangkitan motorsport nasional,” ucapnya.
Prestasi bersejarah yang diraih di Brasil ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan baru dalam dunia motorsport global.
Dengan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, Indonesia optimistis akan terus melahirkan talenta-talenta unggul yang mampu bersaing di tingkat internasional.(*)