Dinsos NTB Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Asrama Ponpes di Lombok Tengah
Idham Khalid March 24, 2026 09:22 AM

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran asrama Pondok Pesantren (Ponpes) Safinatunnaja NW Repok Oat, Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, Senin (23/3/2026).

Kepala Dinas Sosial dan PPA NTB, Ahmad Masyhuri, turun langsung ke lokasi pada malam hari untuk memastikan penyaluran bantuan logistik darurat bagi para santri terdampak berjalan cepat dan tepat sasaran.

Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan dasar guna mengantisipasi dampak kesehatan, khususnya bagi anak-anak yang tinggal di lingkungan pondok pesantren tersebut.

“Malam ini kami hadir dari Dinas Sosial Provinsi dengan membawakan untuk kedaruratannya ada kita bawakan paket 40 selimut, kemudian kita bawakan alas karpet 40, kemudian juga ada makanan siap saji untuk orang dewasa dan juga untuk anak-anak,” ujar Ahmad Masyhuri.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau kebutuhan korban, terutama jika masih terdapat kekurangan fasilitas bagi para santri.

Selain bantuan dari pemerintah daerah, dukungan juga datang dari Anggota DPRD Provinsi NTB Fraksi Gerindra, Ali Usman. Ia menyampaikan rasa duka dan keprihatinannya atas musibah yang menimpa pondok pesantren tersebut.

“Yang pertama yang saya ingin sampaikan adalah rasa bela sungkawa ya, rasa prihatin atas musibah yang menimpa Pondok Pesantren Safinatunnaja. Tuan Guru atau kiyainya ini sahabat saya, kiyai muda yang saya kagumi,” ungkapnya.

Baca juga: Diduga Korsleting Listrik, Ponpes Safinatunnaja NW Repok Oat Hangus Terbakar

Sebagai bentuk dukungan nyata, Ali Usman menyatakan telah mengalokasikan dana hibah untuk membantu pembangunan kembali asrama yang terbakar.

“Saya memang di tahun ini ada mengalokasikan hibah uang ya untuk pondok ini. Mudah-mudahan bisa digunakan untuk membangun kembali asrama santri-santriwati kita yang terbakar,” pungkasnya.

Pasca kebakaran, pihak pondok pesantren berencana memanfaatkan ruang kelas sebagai tempat tinggal sementara bagi sekitar 160 santri putra. Para santri dijadwalkan kembali masuk pada 28 Maret 2026.

Pihak yayasan juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan dan tidak terganggu dalam jangka panjang.

Peristiwa ini menjadi perhatian bersama, mengingat pentingnya keberlangsungan pendidikan serta keselamatan para santri di lingkungan pondok pesantren.

Sebelumnya dikabarkan, kebakaran pertama kali dilihat oleh salah satu santri dari dalam kamar asrama di Ponpes tersebut.

Diduga kuat, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik pada instalasi bangunan tersebut.

“Para santri dan pengurus pondok sebelumnya juga sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun kobaran api dengan cepat membesar dan melahap bangunan,” ucap Pimpinan Pondok Pesantren Safinatunnaja NW Repok Oat, Tuan Guru Haji Muh Khotibuddin.

Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Lombok Tengah tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 WITA dan berhasil memadamkan api sepenuhnya pada pukul 12.45 WITA.

Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini, dampak materiil yang ditimbulkan cukup signifikan.

Sebanyak 150 santri terdampak akibat kebakaran ini. Sedang data kerugian menunjukkan 16 kamar asrama rusak berat (hangus terbakar) dan 16 kamar lainnya mengalami rusak ringan.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.