TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Tiga pasien korban ledakan mercon di kawasan Kuripan Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Senin (23/3/2026), yang dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dilaporkan dalam kondisi berbeda.
Satu pasien dinyatakan meninggal dunia, sementara dua lainnya masih menjalani perawatan intensif dan observasi medis.
"Korban berinisial MSA (14) dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RSUD Bendan setelah menjalani perawatan intensif," kata Kapolsek Pekalongan Selatan Kompol Aries Tri Hartanto kepada Tribunjateng.com, Selasa (24/3/2026).
Baca juga: Dentuman Keras akibat Ledakan Mercon Gegerkan Warga Pekalongan, Dua Remaja Sampai Putus Lengannya
Sementara itu, Dokter jaga shift malam, dr Brian Abetnego, menjelaskan bahwa ketiga pasien tersebut sebelumnya telah mendapatkan penanganan awal dari tim medis pada shift siang.
Namun, kondisi salah satu pasien tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di IGD sekitar pukul 19.30 WIB.
"Untuk pasien ada tiga. Satu pasien meninggal dunia di IGD sekitar 19.30 WIB, atau Senin (23/3/2026) malam. Dua pasien lainnya masih dalam penanganan," ujar dr Brian.
Ia merinci, satu pasien saat ini masih berada di IGD untuk menjalani observasi lanjutan, sementara satu pasien lainnya tengah menjalani tindakan medis di ruang operasi bersama tim dokter bedah.
"Kami, dari pihak rumah sakit belum dapat memberikan keterangan lebih rinci terkait identitas korban, maupun penyebab insiden," ucapnya.
Satu remaja lainnya, turut menjadi korban dengan luka ringan akibat serpihan ledakan.
Kapolsek Pekalongan Selatan Kompol Aries Tri Hartanto kepada Tribunjateng.com membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di kebun pisang yang berada di ujung Kampung Kuripan Kidul, Gang 2, RT 002/RW 001," kata Kapolsek Pekalongan Selatan Kompol Aries.
Pihaknya mengungkapkan, suara ledakan keras yang terdengar hingga ke permukiman warga sempat menggegerkan warga sekitar.
Korban luka berat masing-masing adalah MSA (14) dan MMS (17).
Keduanya mengalami luka serius berupa putusnya lengan kiri, luka robek pada tangan dan kaki, serta luka bakar di bagian wajah.
Sementara korban lainnya, MAA (14), mengalami luka ringan pada bagian kaki dan punggung akibat serpihan petasan.
"Dari hasil olah TKP, kami mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 22 selongsong petasan kosong, satu petasan aktif berukuran diameter sekitar 6 sentimeter dengan panjang 16 sentimeter, dua korek api gas, serta sisa bubuk belerang," imbuhnya.
Kompol Aries menyampaikan, bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian langkah penanganan, mulai dari mendatangi TKP, mencatat keterangan saksi, hingga mengamankan barang bukti.
"Kasus ini masih dalam penanganan lebih lanjut. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak merakit atau bermain mercon karena sangat berbahaya."
"Kami juga mengingatkan, pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak, terutama agar tidak terlibat dalam pembuatan maupun penggunaan petasan yang berisiko tinggi menimbulkan kecelakaan serius," tambahnya.
Saifuloh (37) warga setempat, mengungkapkan bahwa dirinya mendengar dentuman keras saat berada di rumah.
Ia kemudian, bergegas menuju lokasi dan mendapati tiga remaja sudah dalam kondisi tergeletak.
"Dua korban mengalami luka berat, bahkan ada yang putus lengan kiri dan luka parah di kaki, sementara satu lainnya mengalami luka ringan," ujarnya. (Dro)
Baca juga: Kronologi Bocah SMP Jadi Korban Ledakan Petasan di Pekalongan, Bermula Cari Burung