TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Jumlah hotspot atau titik panas di wilayah Provinsi Riau melonjak tajam dan mendominasi Pulau Sumatera pada Selasa (24/3/2026). Dari total 547 hotspot di Sumatera, sebanyak 433 titik di antaranya berada di Riau.
Data terbaru dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menunjukkan kondisi ini menjadi sinyal serius meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau.
Sebaran hotspot di Riau paling banyak terdeteksi di Kabupaten Bengkalis sebanyak 194 titik, disusul Kabupaten Pelalawan sebanyak 106 titik.
Selain itu, hotspot juga terpantau tinggi di Kota Dumai sebanyak 94 titik serta Kabupaten Siak sebanyak 25 titik.
Sementara itu hotspot lainnya terdeteksi di Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 9 titik, serta masing-masing satu hingga dua titik di beberapa wilayah seperti Kepulauan Meranti, Kampar, Kuantan Singingi dan Rokan Hilir.
Baca juga: Lebaran Hari ke-4, Tol Pekanbaru-Dumai Masih Terpantau Lancar
Baca juga: Pemerintah Berencana Terapkan WFH Usai Lebaran, Sebut Hemat BBM hingga 20 Persen per Hari
Secara keseluruhan jumlah hotspot di wilayah Sumatera mencapai 547 titik. Selain Riau, hotspot juga terdeteksi di Sumatera Utara sebanyak 33 titik, Aceh 23 titik dan Jambi 18 titik.
Kemudian di Sumatera Selatan dan Sumatera Barat masing-masing 15 titik, Bengkulu 6 titik serta Lampung 4 titik.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena kondisi ini sangat rentan memicu kebakaran hutan dan lahan dalam skala besar. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)