Ledakan Petasan di Pekalongan: 1 Orang Tewas, Korban Kehilangan Lengan
Erik S March 24, 2026 11:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, PEKALONGAN -  Satu orang meninggal dunia korban ledakan mercon di kawasan Kuripan Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (23/3/2026).

Korban diketahui berinisial MSA (14) dan sempat dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bendan bersama dua korban lainnya.

"Korban berinisial MSA (14) dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RSUD Bendan setelah menjalani perawatan intensif," kata Kapolsek Pekalongan Selatan Kompol Aries Tri Hartanto kepada Tribunjateng.com, Selasa (24/3/2026).

Sementara itu, dokter jaga shift malam, dr Brian Abetnego, menjelaskan bahwa ketiga pasien tersebut sebelumnya telah mendapatkan penanganan awal dari tim medis pada shift siang.

Namun, kondisi MSA dan dinyatakan meninggal dunia di IGD sekitar pukul 19.30 WIB.

"Untuk pasien ada tiga. Satu pasien meninggal dunia di IGD sekitar 19.30 WIB, atau Senin (23/3/2026) malam. Dua pasien lainnya masih dalam penanganan," ujar dr Brian.

Ia merinci, satu pasien saat ini masih berada di IGD untuk menjalani observasi lanjutan, sementara satu pasien lainnya tengah menjalani tindakan medis di ruang operasi bersama tim dokter bedah.

"Kami, dari pihak rumah sakit belum dapat memberikan keterangan lebih rinci terkait identitas korban, maupun penyebab insiden," ucapnya.

Lengan Putus

Ledakan mercon  tersebut mengakibatkan dua remaja mengalami luka berat hingga putus lengan.

Satu remaja lainnya, turut menjadi korban dengan luka ringan akibat serpihan ledakan.

Kapolsek Pekalongan Selatan Kompol Aries Tri Hartanto kepada Tribunjateng.com membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di kebun pisang yang berada di ujung Kampung Kuripan Kidul, Gang 2, RT 002/RW 001," kata Kapolsek Pekalongan Selatan Kompol Aries.

Pihaknya mengungkapkan, suara ledakan keras yang terdengar hingga ke permukiman warga sempat menggegerkan warga sekitar.

Korban luka berat masing-masing adalah MSA (14) dan MMS (17).

Keduanya mengalami luka serius berupa putusnya lengan kiri, luka robek pada tangan dan kaki, serta luka bakar di bagian wajah.

Sementara korban lainnya, MAA (14), mengalami luka ringan pada bagian kaki dan punggung akibat serpihan petasan.

"Dari hasil olah TKP, kami mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 22 selongsong petasan kosong, satu petasan aktif berukuran diameter sekitar 6 sentimeter dengan panjang 16 sentimeter, dua korek api gas, serta sisa bubuk belerang," imbuhnya.

Kompol Aries menyampaikan, bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian langkah penanganan, mulai dari mendatangi TKP, mencatat keterangan saksi, hingga mengamankan barang bukti.

LEDAKAN PETASAN- Anggota Gegana Brimob Polda Jawa Tengah saat melakukan olah TKP di lokasi petasan meledak di rumah kosong di kawasan Noyontaan Gang 8, RT 01/RW setempat, Kecamatan Pekalongan Timur, Sabtu (21/3/2026) dini hari. Dari kejadian ini, 9 remaja mengalami luka-luka dan di rawat di RS Siti Khotijah Pekalongan. (HO/IST/Dok Polsek Pekalongan Timur dan damkar Kota Pekalongan)

"Kasus ini masih dalam penanganan lebih lanjut. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak merakit atau bermain mercon karena sangat berbahaya."

"Kami juga mengingatkan, pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak, terutama agar tidak terlibat dalam pembuatan maupun penggunaan petasan yang berisiko tinggi menimbulkan kecelakaan serius," tambahnya.

Saifuloh (37) warga setempat, mengungkapkan bahwa dirinya mendengar dentuman keras saat berada di rumah.

Ia kemudian, bergegas menuju lokasi dan mendapati tiga remaja sudah dalam kondisi tergeletak.

"Dua korban mengalami luka berat, bahkan ada yang putus lengan kiri dan luka parah di kaki, sementara satu lainnya mengalami luka ringan," ujarnya. 

Hendak Mencari Burung

MMA sebelumnya hendak mencari burung di sekitar rumah justru berujung petaka bagi MAA (14). 

Remaja yang masih duduk di bangku SMP itu menjadi korban ledakan petasan dan mengalami luka sobek serius di kedua kakinya.

Peristiwa tersebut terjadi tidak jauh dari kediaman korban, hanya berjarak sekitar dua gang.

Ayah korban, Siswanto, menuturkan bahwa saat kejadian, anaknya berada di dekat lokasi dan diduga terkena percikan bahan petasan yang meledak.

Baca juga: Ledakan Rumah di Semarang Tewaskan Siswa SD, Polisi Masih Selidiki Penyebab

"Waktu itu anak saya sedang mencari burung di sekitar lokasi. Tiba-tiba, kena percikan dari obat mercon,"ujar Siswanto saat ditemui Tribunjateng.com, di IGD RSUD Bendan, Senin (23/3/2026) malam.

Ia mengaku, mengetahui kejadian tersebut setelah seorang tetangga datang memberi kabar. Tanpa pikir panjang, ia langsung menuju lokasi dan mendapati anaknya sudah dalam kondisi terkapar bersama dua rekannya.

"Saya kaget sekali, sampai hampir pingsan melihat kondisinya," ungkapnya.

Akibat ledakan itu, MAA mengalami luka sobek di bagian kaki kanan dan kiri, terutama di bagian belakang. Luka tersebut cukup parah hingga harus mendapatkan banyak jahitan.

Meski demikian, kondisi korban kini berangsur membaik setelah mendapatkan penanganan medis.

Selain MAA, dua remaja lainnya yang berada di lokasi juga turut menjadi korban. Keduanya mengalami luka bakar di bagian tangan dan kaki.

Saat ditemukan, ketiganya masih dalam kondisi sadar, namun diduga mengalami syok akibat insiden tersebut.

"Waktu saya sampai di lokasi, ketiganya masih sadar, tapi terkapar," jelas Siswanto.

 

Penulis: Indra Dwi Purnomo

 

dan

Kronologi Bocah SMP Jadi Korban Ledakan Petasan di Pekalongan, Bermula Cari Burung

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.