Pria Diterkam Buaya Saat Cuci Tali Rumput Laut di Sungai, Alami Luka Serius
Reny Fitriani March 24, 2026 01:19 PM

Tribunlampung.co.id, Nunukan - Seorang pria bernama Ismail (sekitar 45 tahun) diterkam buaya saat mencuci tali rumput laut di pinggir Sungai Mansapa sekitar pukul 10.00 WITA.

Peristiwa terjadi di Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Minggu (22/3/2026).

Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan mengungkapkan, bahwa kemunculan buaya sebenarnya telah lebih dulu terlihat oleh warga sekitar.

Maslan (18), salah satu saksi mata, mengaku telah memperingatkan korban Ismail untuk segera naik ke darat setelah melihat buaya yang dikenal warga dengan sebutan “sibolang”.

 “Sudah dipanggil supaya naik, karena ada buaya,” katanya.

Baca Juga Buaya Pemangsa Lansia Tertangkap, Potongan Tubuh Ditemukan setelah Perut Dibelah

Namun, situasi berubah cepat saat korban berusaha menyelamatkan diri.

Dalam hitungan detik, buaya tersebut langsung menyerang dan menggigit tangan kiri korban.

Serangan itu terjadi secara tiba-tiba dan membuat korban tidak sempat menghindar.

Melihat kejadian tersebut, saksi lainnya, Jamaluddin (55), langsung berupaya menolong dengan memukul buaya menggunakan kayu.

Upaya tersebut akhirnya berhasil membuat gigitan buaya terlepas, sehingga korban dapat diselamatkan dari situasi yang lebih fatal.

Evakuasi Darurat ke Puskesmas

Akibat serangan tersebut, tangan kiri Ismail mengalami luka gigitan yang cukup serius.

Warga bersama keluarga kemudian segera mengevakuasi korban menggunakan sepeda motor menuju Puskesmas Sedadap.

Dalam perjalanan, luka korban hanya dibalut menggunakan sarung untuk menahan pendarahan.

 Setelah mendapatkan penanganan awal, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Sungai Fatimah di Desa Binusan untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Warga Makin Khawatir

Peristiwa ini menambah kekhawatiran masyarakat terkait keberadaan buaya di aliran Sungai Mansapa.

Dalam beberapa waktu terakhir, kemunculan buaya dinilai semakin sering terjadi dan membahayakan aktivitas warga yang bergantung pada sungai.

Kejadian ini juga menjadi bagian dari meningkatnya konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah perairan Nunukan.

Pihak kepolisian dan masyarakat mengimbau warga untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai.

Langkah antisipasi, seperti memperhatikan kondisi sekitar dan menghindari aktivitas sendirian di area rawan, dinilai penting untuk mengurangi risiko serangan serupa.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keseimbangan antara manusia dan alam harus terus dijaga, terutama di wilayah yang berbatasan langsung dengan habitat satwa liar. 

Sumber: TribunKaltim.co

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.