TRIBUNTRENDS.COM - Berikut empat anak Bambang Hartono, bos Djarum Grup yang belum lama ini meninggal dunia.
Bambang Hartono meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) dengan tinggalkan warisan sebesar Rp 727 triliun.
Pasca meninggalnya Bambang Hartono, anak-anaknya pun jadi sorotan lantaran menjadi calon pewaris harta sang ayah.
Bambang Hartono diketahui memiliki empat anak bernama Roberto Setiabudi Hartono, Vanessa Ratnasari Hartono, Stefanus Wijaya Hartono, dan Tessa Natalia Hartono.
Berikut profil dari keempat anak Bambang Hartono:
Baca juga: Sosok Michael Bambang Hartono, Tak Hanya Punya Bisnis Rokok, Ada Resto Hingga Perusahaan Elektronik
Roberto Setiabudi Hartono adalah anak Michael Bambang Hartono. Ia juga mengikuti jejak sang ayah dengan menjadi seorang pengusaha.
Roberto Setiabudi Hartono diketahui menjadi Komisaris PT Bukit Muria Jaya.
Selain itu, ia juga terlibat dalam bisnis di PT Hartono Istana Teknologi (HIT) atau Polytron. Namun, tidak diketahui secara spesifik apa jabatan Roberto di HIT.
Vanessa Ratnasari Hartono juga mengikuti karier sang ayah sebagai pengusaha. Vanessa adalah pemegang saham PT Caturguwiratna Sumapala.
Selain itu, Vanessa Ratnasari Hartono juga merupakan salah satu pemilik dari PT Tricipta Mandhala Gumilang.
Stefanus Wijaya Hartono juga turut serta mengurus bisnis PT Djarum. Namun, jabatannya tidak diketahui secara pasti.
Stefanus juga memiliki perusahaan bernama Sarana Menara Nusantara, bagian dari Djarum.
Baca juga: Perjalanan Karier Bambang Hartono dari Masa Krisis hingga Jadi Orang Terkaya, Wafat di Singapura
Tessa Natalia Hartono adalah anak bungsu Michael Bambang Hartono. Ia terlibat aktif mengelola bisnis keluarga.
Nama Tessa Natalia Hartono cukup dikenal publik karena ia pernah menjadi Presiden Direktur atau CEO PT Grand Indonesia. Sementara itu, sejak Desember 2016, Tessa tercatat sebagai Advisor PT Grand Indonesia atau GI.
Grand Indonesia merupakan salah satu pusat perbelanjaan terbesar dan paling bergengsi di Jakarta.
Usai membahas profil 4 anak Bambang Hartono, bos Djarum itu diketahui meninggal di Singapura. Pria yang dikenal dengan nama Michael Hartono tersebut meninggal dunia di Singapura pada pukul 13.15 waktu setempat.
Informasi kepergiannya disampaikan oleh Corporate Communication Manager PT Djarum, Budi Darmawan.
“Keluarga Besar PT Djarum berdukacita atas wafatnya Pak Michael Bambang Hartono, Kamis 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura,” ujar dia dalam pesan singkat, dikutip dari Kompas.com.
Wafatnya Michael menjadi penutup perjalanan panjang salah satu tokoh konglomerat paling berpengaruh di Indonesia.
Bersama sang adik, Robert Budi Hartono, ia merintis dan mengembangkan kerajaan bisnis yang bermula dari industri rokok kretek, lalu tumbuh menjadi konglomerasi besar yang merambah berbagai sektor, mulai dari perbankan, elektronik, properti, hingga infrastruktur digital.
Hartono bersaudara tercatat sebagai orang terkaya nomor 1 Indonesia versi Forbes 2025.
Baca juga: Bos Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal, Sosok Miliarder Dikenal Sederhana
Bos Djarum dan BCA ini telah meraih kekayaan mencapai Rp 727 triliun.
Hartono bersaudara yakni Budi Hartono dan Michael Hartono mencatatkan namanya menjadi orang terkaya nomor 1 di Indonesia pada tahun 2025.
Berdasarkan laporan Forbes Indonesia’s 50 Richest 2025 yang dirilis pada Desember 2025, kekayaan kolektif Hartono bersaudara tercatat mencapai sekitar USD 43,8 miliar, atau setara Rp 727,08 triliun.
Meski nilai kekayaan mereka tercatat sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya, posisi Hartono bersaudara sebagai pemilik harta terbesar di Indonesia belum tergeser.
Sebelumnya, kabar duka pemilik grup Djarum, Michael Bambang Hartono telah tutup usia pada Kamis (19/3/2026) pukul 13.15 waktu Singapura.
Kabar duka kepergian salah satu orang terkaya di Indonesia ini tersebar di grup WA Djarum.
'Telah wafat dengan tenang, Bapak Michael Bambang Hartono pada tgl 19 Maret 2026 jam 13.15 waktu Singapore.
May he rest in peace ????????????
Saat ini, keluarga masih dalam proses pengurusan jenazah Michael Bambang Hartono.' Seperti dikutip TribunJatim.com via Tribunnews.com, Minggu (22/3/2026). (Tribun Trends/Tribun Medan)