TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Puluhan personel gabungan tetap berusaha penuh untuk melakukan pemeriksaan orang, barang dan kendaraan yang masuk Bali di Pos 2 Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana.
Selain dilakukan secara manual, petugas juga melibatkan anjing pelacak atau K9 dari Sat Brimobda Polda Bali untuk pemeriksaan lebih intensif. Sebab, kehadiran pelacak diharapkan bisa mengendus kemunginan adanya bahan peledak hingga narkotika di barang bawaan warga yang masuk Bali pada arus balik Lebaran.
Menurut data yang berhasil diperoleh, arus balik Lebaran 2026 terus meningkat dari hari ke hari. Tercatat pada H+1 atau Senin 23 Maret 2026 sebanyak 38.212 orang masuk Bali via Pelabuhan Gilimanuk atau naik 0,7 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 37.943 orang.
Baca juga: Arus Balik Lebaran Terus Meningkat, 38.212 Orang Masuk Bali Dalam Sehari, Anjing Pelacak Dikerahkan
Realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H+1 mencapai 6.534 unit atau naik 34,2 % dibandingkan realisasi tahun lalu mencapai 4.870 unit. Kendaraan roda empat mencapai 4.290 unit atau turun 12,9 % dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 4.927 unit.
Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 464 unit atau naik 30 % dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 357 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 283 unit atau naik 9,6 % dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 313 unit.
Baca juga: RESMI Pimpin KONI Bali, Giri Prasta Berpesan Jangan Ada Faksi
Total seluruh kendaraan tercatat 11.571 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Bali pada H+1 atau naik 10,5 % dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 10.467 unit.
"Seiring peningkatan aktivitas arus balik Lebaran, kita laksanakan penguatan personel dan juga pelibatan K9," jelas Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati saat dikonfirmasi.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKBP Arya Agung Arjana Putra menambahkan, sebanyak 16 orang personel disiagakan di Pos 2 Pelabuhan Gilimanuk yang jadi pintu masuk Bali. Pemeriksaan dilakukan terhadap orang, kendaraan dan juga barang kendaraan.
"Selain secara manual seperti penggunaan metal dan mirror detektor, kita juga melibatkan K9 atau anjing pelacak," jelasnya.
Dia mengakui, selama beberapa hari proses pemeriksaan yang dilaksanakan di pintu masuk Pulau Dewata, petugas masih belum menemukan barang mencurigakan yang bisa menyebabkan gangguan kamtibmas.
"Sementara masih belum ada yang kita temukan. Namun pemeriksaan masih tetap dilakukan secara maksimal," tegasnya.
AKBP Arya Agung menekankan agar masyarakat yang hendak masuk Bali agar melengkapi diri dengan identitas kendaraan dan orang serta mempersiapkan fisik orangnya serta kendaraan agar tak menyebabkan kendala selama perjalanan.
"Kami imbau agar selalu perhatikan kondisi fisik diri dan juga kendaraan untuk menjamin keamanan serta kenyamanan selama perjalanan. Serta lengkapi diri dengan identitas yang lengkap ketika masuk Bali," tandasnya.