TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Jalur bus pariwisata berukuran besar tujuan tempat wisata Guci Kabupaten Tegal via Moga Pemalang, Jawa Tengah, dialihkan.
Hal ini membuat kunjungan wisata menurun drastis dibandingkan momen libur Lebaran tahun-tahun sebelumnya.
Pengalihan jalur bus besar tujuan Guci dilakukan karena tanjakan di Clirit View Kalibakung Balapulang ambles.
Sedangkan untuk kendaraan kecil seperti mobil pribadi, elf, pikap, sepada motor, truk kecil dan sejenisnya, masih bisa melintas di jalur Clirit View.
Baca juga: Abaikan Larangan, Ratusan Pengunjung Padati Pemandian Darurat Pancuran 13 Guci Saat Libur Lebaran
Kepala UPTD Objek Wisata Kabupaten Tegal Wahyudi mengatakan, kunjungan wisatawan menggunakan bus besar anjlok dibanding tahun lalu.
"Sesuai data terakhir pada Senin (23/3/2026), pengunjung Guci yang menggunakan bus pariwisata jumlahnya menurun drastis."
"Sejauh ini, baru ada lima bus pariwisata besar atau berisi sekira 50 orang yang masuk ke sini dan kebanyakan dari luar kota."
"Ya, dampaknya sangat terasa," ungkap Wahyudi, Selasa (24/3/2026).
Wahyudi mengatakan, jalur bus besar tujuan Guci dari exit Tol Pemalang diarahkan lewat Moga Pemalang.
Kemudian, bus bisa mengikuti petunjuk jalan menuju tempat wisata Guci Tegal.
Bus kemudian melewati Dukuh Tere dan lewat gerbang atau pintu utama retribusi masuk tempat wisata Guci.
"Untuk jalur Clirit, hanya disarankan untuk kendaraan pribadi dan paling besar mobil elf atau bus berukuran 3/4 (medium)," jelas Wahyudi.
Wahyudi mengatakan, jumlah pengunjung tempat wisata Guci Tegal meningkat pada H+2 Lebaran atau senin (23/3/2026).
Di hari itu, hingga pukul 19.00 WIB jumlah pengunjung mencapai 5.007 orang.
Baca juga: Peserta Salat Idulfitri di Masjid Agung Kabupaten Tegal Meluber, Jemaah Diajak Sambung Silaturahim
Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan H+1 Lebaran atau pada Minggu (22/3/2026), sebanyak 3.800 pengunjung.
"Prediksi puncak kunjungan ke Guci terjadi pada Senin (23/3/2026) dan Selasa (24/3/2026)."
"Sebelumnya, kami memperkirakan, jumlah kunjungan maksimal 4.000 orang karena melihat kondisi Guci saat ini tapi ternyata di luar dugaan, bisa sampai 5.007 orang," terang Wahyudi. (*)