TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI - Kondisi jalan di Dusun Tonrong, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, memprihatinkan.
Jalan berstatus kabupaten tersebut masih berupa tanah dan belum pernah tersentuh pembangunan aspal maupun beton.
Jalan tersebut merupakan penghubung antar desa.
Saat hujan turun, permukaan jalan berubah menjadi lumpur tebal yang licin dan berbahaya bagi pengendara roda dua maupun roda empat.
Warga setempat, Nur Amin, mengaku sering kesulitan melintas karena kendaraan mudah tergelincir.
Ia menyebut beberapa kali terjadi kecelakaan akibat kondisi jalan tersebut.
“Sulit sekali dilalui karena licin. Bahkan sempat terjatuh,” ujarnya kepada Tribun-Timur, Selasa (24/3/2026).
Selain membahayakan, kondisi jalan rusak juga menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya saat mengangkut hasil pertanian ke pasar.
“Aktivitas warga terkendala terutama saat ingin ke pasar menjual hasil bumi,” katanya.
Akses menuju fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan juga terganggu, terutama saat cuaca buruk.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan tersebut.
“Kita harap pemerintah daerah segera memperhatikan kondisi ini,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas PUPR Sinjai, Haris Achmad, memastikan perbaikan jalan di Desa Terasa segera dilakukan.
“Tahun ini sudah diperbaiki,” kata Haris Achmad kepada Tribun-Timur melalui WhatsApp.
Ia menjelaskan terdapat tiga ruas jalan di Desa Terasa dengan panjang sekitar 15 kilometer yang belum diaspal.
Untuk penanganan seluruh ruas sekaligus, dibutuhkan anggaran sekitar Rp40 miliar.
Namun, karena keterbatasan keuangan daerah, perbaikan dilakukan secara bertahap.
“Pekerjaan jalan di Desa Terasa dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, perbaikan tersebut menggunakan dana non-DAK dan non-IJD.
Untuk tahun ini, ruas jalan yang akan dikerjakan adalah Kalelembang-Rumbia.
“Tahun ini kita anggarkan Rp2 miliar untuk ruas pertama Kalelembang–Rumbia,” katanya.
Selain itu, untuk ruas kedua Kalelembang–Pattiro telah diusulkan melalui dana bantuan keuangan provinsi.
Usulan tersebut disampaikan melalui tiga anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. (*)