Sampah Menggunung di Pasar 23 Maret Kotamobagu, Warga Keluhkan Bau Menyengat
Yeshinta Sumampouw March 24, 2026 01:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID – Tumpukan sampah menggunung di Pasar 23 Maret Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut), hingga menutup sebagian akses jalan di dalam area pasar.

Pasar 23 Maret terletak di Jalan Bogani Nomor 4, Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu.

Pantauan jurnalis Tribunmanado, bau busuk langsung menyengat saat memasuki kawasan pasar tersebut, Selasa (24/3/2026).

Sampah terlihat menumpuk di sejumlah titik dan menutupi jalur, memicu kemacetan serta keluhan dari warga yang datang berbelanja.

Sejumlah pedagang mengaku kondisi tersebut berdampak pada aktivitas jual beli.

Pembeli disebut enggan datang karena aroma tidak sedap yang menyebar di area pasar.

SAMPAH - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotamobagu mulai membersihkan gunung sampah yang ada di Pasar 23 Maret, Selasa 24 Maret 2026. Satu armada truk pengangkut sampah dan empat orang petugas sudah dikerahkan ke lokasi.
SAMPAH - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotamobagu mulai membersihkan gunung sampah yang ada di Pasar 23 Maret, Selasa 24 Maret 2026. Satu armada truk pengangkut sampah dan empat orang petugas sudah dikerahkan ke lokasi. (Tribun Manado/Nielton Durado)

“Mau bagaimana lagi? Harus bertahan karena kita jualan disini,” ujar Silfana, seorang pedagang.

Ia mengatakan, kondisi tumpukan sampah kerap terjadi, namun kali ini dinilai lebih parah.

“Tapi tahun ini yang paling parah. Sampahnya lebih banyak,” ungkapnya.

Menurutnya, sampah bahkan meluber hingga ke depan toko dan mengganggu kenyamanan.

“Kalau boleh segera dibersihkan. Tidak ada pembeli yang datang karena bau busuk yang menyengat,” tegasnya.

Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotamobagu mengungkapkan, tumpukan sampah tidak hanya berasal dari aktivitas pedagang.

“Tumpukan sampah ini bukan hanya dari pedagang saja. Tapi ada warga luar yang ikut membuang sampah di sini,” ujar petugas berinisial LH.

Ia menyebut, pembuangan sampah oleh warga luar kerap dilakukan pada malam hari menggunakan kendaraan.

“Bahkan ada yang sampai dua pick up buang sampah di sini,” tuturnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menyulitkan pengawasan di lapangan.

“Kami tidak mungkin mengontrol warga yang mau buang sampah di sini,” tegasnya.

Ia juga mengaku kerap beradu argumen dengan warga karena lokasi tersebut sejatinya diperuntukkan bagi pedagang.

“Karena ini adalah tempat sampah untuk pedagang, tidak boleh warga luar buang sampah di sini,” ucapnya.

Sementara itu, DLH Kotamobagu mulai mengerahkan armada dan petugas untuk mengatasi “gunung sampah” di pasar tersebut. 

Pembersihan telah dimulai, meski sebagian armada masih menangani sampah di jalur lain.

“Karena libur, makanya kita baru efektif masuk kerja hari ini,” kata Hakim, sopir pengangkut sampah.

“Proses pembersihan sudah dimulai hari ini,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, dalam beberapa hari ke depan seluruh armada akan difokuskan ke lokasi.

“Sekarang banyak armada masih angkut sampah di jalur mereka, tapi pada lusa nanti kita akan berkumpul untuk keroyokan bersih-bersih disini,” ungkapnya.

DLH menargetkan pembersihan dilakukan secara gotong royong pada Jumat (26/3/2026), agar pasar yang menjadi pusat ekonomi Bolaang Mongondow Raya kembali bersih dan nyaman.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya warga di luar area pasar, untuk tidak lagi membuang sampah di lokasi tersebut.

“Taruh saja di depan rumah, nanti ada armada yang angkat,” katanya.

“Kemarin memang belum diangkat karena banyak petugas yang lebaran. Mohon pengertiannya,” tegasnya. (nie)

Baca juga: Potret Tumpukan Sampah di Sepanjang Jalur Ringroad III Minahasa, Berbau Busuk Menyengat

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.