BANGKAPOS.COM, BANGKA – PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Bangka, Kepulauan Bangka Belitung melakukan penyesuaian jadwal penyeberangan kapal, khususnya pada lintasan Pelabuhan Penyeberangan Sadai, Kabupaten Bangka Selatan – Pelabuhan Tanjung Ruu, Kabupaten Belitung. Penyesuaian dilaksanakan selama periode 23 hingga 31 Maret 2026.
Supervisor Pelabuhan Penyeberangan Sadai ASDP Cabang Bangka, Dedy Triwijaya, mengatakan penyesuaian jadwal dilakukan untuk menjaga kelancaran operasional pelayaran di tengah dinamika arus balik Lebaran.
Penyesuaian turut dilakukan dengan mempertimbangkan faktor operasional, termasuk kondisi teknis dan cuaca.
“Penyesuaian jadwal ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi operasional di lapangan,” kata dia kepada Bangkapos.com, Selasa (24/3/2026).
Menurutnya, jadwal keberangkatan dari Pelabuhan Penyeberangan Sadai tetap dilaksanakan setiap hari, kecuali pada Minggu, 29 Maret 2026 yang ditiadakan.
Pola keberangkatan dari Sadai diatur secara bergantian antara dua kapal, yakni KMP Menumbing Raya dan KMP Kuala Batee II. KMP Menumbing Raya dijadwalkan berangkat pada pukul 10.00 WIB, sementara KMP Kuala Batee II beroperasi pada pukul 17.00 WIB.
Pada awal periode, Senin (23/3), keberangkatan dari Sadai dilayani oleh KMP Menumbing Raya pukul 10.00 WIB. Selanjutnya, Selasa (24/3), giliran KMP Kuala Batee II yang beroperasi pada pukul 17.00 WIB. Pola ini berlanjut secara bergantian hingga akhir periode, dengan pengecualian pada 29 Maret yang tidak terdapat jadwal pelayaran.
Sementara itu, jadwal keberangkatan dari Pelabuhan Tanjung Ruu mengalami penyesuaian yang lebih signifikan. Pada hari operasional, pelayaran dilaksanakan dua kali dalam sehari, yakni pukul 17.00 WIB menggunakan KMP Kuala Batee II dan pukul 20.00 WIB oleh KMP Menumbing Raya.
Namun demikian, terdapat beberapa hari tanpa keberangkatan dari Tanjung Ruu, yakni pada 24, 26, 28, 29, dan 31 Maret 2026. Kondisi ini mengharuskan pengguna jasa untuk lebih cermat dalam merencanakan perjalanan agar tidak tertinggal jadwal penyeberangan. Dedy Triwijaya menjelaskan bahwa perubahan jadwal tersebut bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan situasi di lapangan.
“Jadwal ini sifatnya dinamis, bisa berubah tergantung kondisi cuaca maupun faktor teknis lainnya,” sebut Dedy Triwijaya.
Selain itu, jadwal penyeberangan untuk periode April 2026 akan diumumkan lebih lanjut setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional saat ini.
Penyesuaian jadwal ini menjadi perhatian bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan antar Pulau Bangka dan Pulau Belitung, terutama setelah Hari Raya Idulfitri. Keterbatasan jadwal pada beberapa hari berpotensi memengaruhi mobilitas penumpang maupun kendaraan.
Meski demikian, keberangkatan yang tetap berlangsung secara bergantian dari Pelabuhan Sadai diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan pengguna jasa. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk memantau informasi terbaru terkait jadwal keberangkatan serta datang lebih awal sebelum waktu keberangkatan.
“Kami mengimbau pengguna jasa agar selalu memperhatikan jadwal terbaru dan datang lebih awal ke pelabuhan untuk mengantisipasi perubahan,” ucapnya.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)