Kemarau Ekstrem Mengintai, BPBD Kalsel Minta Kabupaten-Kota Siaga Dini Karhutla
Irfani Rahman March 24, 2026 03:45 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – Ancaman musim kemarau panjang tahun 2026 mulai diantisipasi serius di Kalimantan Selatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalsel meminta seluruh kabupaten/kota bersiap lebih awal menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal ini seiring prediksi cuaca ekstrem akibat El Nino kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

Melalui surat tertanggal 16 Maret 2026, Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, menekankan kesiapsiagaan tidak boleh menunggu kondisi memburuk.

“Kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan perlu ditingkatkan melalui pemantauan kondisi wilayah, penilaian awal, penguatan koordinasi lintas sektor, serta kesiapan personel dan peralatan,” katanya.

Ia juga mengingatkan, pemerintah daerah perlu mulai mengambil langkah antisipatif sejak dini jika indikator kerawanan mulai terlihat.

Baca juga: BREAKING NEWS - Perempuan Muda Ditemukan Meninggal di Dapur Rumah di HKSN Banjarmasin, Warga Alalak

Baca juga: Rumah ASN Pemda HSU Tak Jauh dari Kantor, Pemerintah Rencanakan WFH untuk Hemat BBM

Daerah diminta melakukan langkah antisipatif dan mitigasi, serta mempertimbangkan penetapan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan apabila kondisi berpotensi menimbulkan dampak lebih luas.

Menurutnya, ketika status siaga maupun tanggap darurat telah ditetapkan, penanganan harus dilakukan secara terkoordinasi agar lebih efektif di lapangan.

“Pelaksanaan penanggulangan bencana dilakukan secara terkoordinasi sesuai ketentuan, serta tetap berkoordinasi dengan BPBD provinsi,” ujarnya.

Selain itu, pelaporan kondisi wilayah juga menjadi bagian penting dalam pengendalian karhutla.

“Pelaporan berkala terkait perkembangan kondisi wilayah dan potensi kejadian karhutla perlu terus dilakukan,” tegasnya.

Kombinasi El Nino dan IOD positif diperkirakan membuat musim kemarau tahun ini lebih panjang dan kering, sehingga meningkatkan kerentanan lahan, terutama gambut terhadap kebakaran.

Di sisi lain, upaya penanganan juga mulai disiapkan dari tingkat pusat. Kepala Sub Bidang Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengungkapkan bahwa provinsi ini masuk dalam prioritas bantuan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Beberapa waktu lalu sudah ada rapat awal dengan BMKG dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kalsel masuk dalam prioritas untuk bantuan OMC dari pusat, tapi untuk jadwal pelaksanaannya masih belum ditentukan,” ujarnya.

OMC menjadi salah satu strategi penting untuk mengantisipasi kekeringan panjang, terutama dengan memicu hujan buatan di wilayah yang berpotensi mengalami defisit air. Upaya ini terbilang berhasil meredam potensi karhutla yang meluas di sejumlah wilayah Kalsel pada beberapa tahun terakhir.

 (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.