Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Menjelang berakhirnya libur Idul Fitri 1447 Hijriah, wisatawan memadati pusat oleh-oleh khas Bengkulu di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Anggut Atas, Kota Bengkulu.
Lonjakan pengunjung terjadi karena banyak wisatawan yang bersiap kembali ke daerah asal dan berburu buah tangan untuk keluarga maupun kerabat.
Sejak hari kedua Lebaran, toko-toko oleh-oleh di kawasan tersebut tidak pernah sepi pembeli. Selain cenderamata, berbagai makanan tradisional khas Bengkulu menjadi incaran utama wisatawan.
Produk yang paling banyak diburu antara lain Kue Bay Tat, Lempuk Durian, serta minuman dari Jeruk Kalamansi yang dikenal memiliki cita rasa segar khas daerah pesisir.
Toko Dipenuhi Pengunjung dari Berbagai Daerah
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean pembeli di sejumlah toko oleh-oleh cukup panjang, terutama pada siang hingga sore hari. Kendaraan wisatawan dari luar kota tampak memenuhi area parkir.
Owner toko oleh-oleh Cita Rasa 2, Chyntia Permata, mengatakan momen menjelang arus balik selalu menjadi puncak penjualan setiap tahun.
“Pengunjung datang dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Sumsel sampai Jambi. Suasana Lebaran memang sangat berpengaruh terhadap peningkatan omzet,” ujarnya.
Ia memperkirakan kepadatan pengunjung masih akan berlangsung hingga masa libur benar-benar berakhir.
Harga Produk Relatif Terjangkau
Chyntia menjelaskan tokonya menyediakan berbagai pilihan produk dengan harga bervariasi sehingga dapat dijangkau semua kalangan.
Kue Bay Tat nanas dijual sekitar Rp25.000 per loyang, Lempuk Durian Rp35.000 per 250 gram, kopi bubuk mulai Rp20.000 hingga Rp90.000 tergantung berat, serta sirup kalamansi Rp20.000 sampai Rp65.000 sesuai ukuran.
Selain makanan, tersedia pula berbagai souvenir seperti kaos khas Bengkulu dengan harga Rp35.000 hingga Rp85.000.
Produk Favorit Wisatawan
Dari berbagai pilihan, lempuk durian dan minuman jeruk kalamansi menjadi produk paling laris. Kedua makanan tersebut dikenal memiliki rasa autentik dan tahan lama sehingga cocok dibawa dalam perjalanan jauh.
“Yang paling banyak dibeli lempuk durian dan jeruk kalamansi,” tambah Chyntia.
Oleh-oleh Wajib Sebelum Pulang
Bagi wisatawan, membeli oleh-oleh merupakan tradisi yang tidak terpisahkan dari perjalanan liburan. Produk khas daerah dianggap sebagai simbol kenangan sekaligus bentuk perhatian kepada keluarga di rumah.
Hendri, wisatawan asal Jambi, mengaku selalu menyempatkan diri berbelanja oleh-oleh setiap kali berkunjung ke Bengkulu.
Menurutnya, cita rasa makanan khas Bengkulu sulit ditemukan di daerah lain sehingga selalu menjadi pilihan utama.
“Sudah beberapa hari di Bengkulu dan setiap datang ke sini pasti singgah. Tadi beli Kue Bay Tat, lempuk durian, dan minuman jeruk kalamansi untuk keluarga,” katanya.
Dongkrak Ekonomi Pelaku Usaha
Ramainya pusat oleh-oleh menunjukkan dampak positif sektor pariwisata terhadap perekonomian lokal. Pelaku usaha kecil dan menengah merasakan langsung peningkatan pendapatan selama musim liburan.
Dengan masih adanya beberapa hari tersisa sebelum arus balik puncak, para pedagang optimistis penjualan akan terus meningkat.
Momentum Lebaran pun menjadi kesempatan emas bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk khas daerah kepada wisatawan dari berbagai penjuru.