Cerita Mahasiswa RI Lebaran pada Musim Dingin di Turki, Toko-toko Tetap Buka
GH News March 24, 2026 07:09 PM
Jakarta -

Lebaran 2026 dirayakan oleh umat muslim seluruh dunia, termasuk mahasiswa Indonesia yang tengah menjalani studi di luar negeri seperti Turki. Bagaimana suasana Lebaran di Turki?

Turki merayakan Idul Fitri 1447 H pada Jumat, 20 Maret 2026. Saat ini, cuaca di Turki tengah berada pada penghujung musim dingin.

"Suasana udara yang masih terasa dingin serta cuaca yang kerap disertai hujan dan angin membingkai hari kemenangan dalam nuansa yang tenang dan khusyuk," kata Haritsah Mujahid, mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Istanbul University, kepada detikEdu, ditulis Selasa (24/3/2026).

Tidak Ramai dan Lebih Tenang

Mujahid menjelaskan bedanya Lebaran di Indonesia dengan di Turki. Salah satunya, jika di Indonesia suasana Lebaran identik dengan gema takbir di seluruh pelosok, sementara di Istanbul, Turki, cenderung lebih tenang.

Di Indonesia, Lebaran juga identik dengan tradisi silaturahmi dari rumah ke rumah. Sementara di Istanbul, Lebaran seperti libur biasa, yang dijadikan momentum berkumpul bersama keluarga.

"Suasana Lebaran di Istanbul cenderung lebih tenang dan berlangsung seperti hari libur biasa. Meskipun sebagian warga memanfaatkan momen ini untuk berkumpul bersama keluarga," ungkapnya.

Selain itu, toko-toko di Istanbul juga tetap buka. Beda seperti di Indonesia yang menutup aktivitas harian.

"Aktivitas kota tidak sepenuhnya berhenti. Banyak toko, kafe, dan pusat perbelanjaan tetap beroperasi, sementara perkantoran pemerintahan serta sebagian institusi formal diliburkan," imbuh Mujahid.

Makanan Khas Lebaran di Istanbul

Meski suasana lebih tenang, diaspora Indonesia tetap berkumpul dan menjaga kehangatan momen Lebaran. Sejak pagi, mahasiswa dan WNI lainnya melaksanakan salat Idul Fitri di masjid terdekat dari tempat tinggal masing-masing.

Kemudian sebagian lainnya memilih menuju Hagia Sophia, yang menjadi salah satu tujuan utama pelaksanaan salat Ied yang menarik jamaah dari berbagai kalangan. Tidak sedikit yang datang lebih awal untuk mendapatkan tempat di dalam masjid.

"Usai sholat, kawasan pelataran Hagia Sophia menjadi titik temu yang hidup. Para diaspora saling menyapa dan mengabadikan momen kebersamaan," terang Mujahid.

"Rasa rindu kepada keluarga tentu ada. Namun di sini, kami belajar untuk saling menguatkan. Lebaran bukan tentang keramaian, melainkan tentang kebersamaan yang tetap terjaga," lanjutnya.

Ketua PPI Istanbul, Abdullah Azzam Rahman, mengatakan pentingnya peran perhimpunan mahasiswa Indonesia di luar negeri termasuk Turki.

"Kami berupaya memastikan mahasiswa Indonesia tetap memiliki ruang untuk merasakan kebersamaan, khususnya di momen Lebaran. Ini menjadi bagian penting dari kehidupan diaspora di luar negeri," ujarnya.

"Di antara pertemuan singkat dan percakapan hangat, Lebaran di perantauan memiliki caranya sendiri. Bukan tentang di mana ia dirayakan, melainkan tentang bagaimana kebersamaan itu tetap dihidupkan," imbuhnya.

Sementara bagi warga lokal, Idul Fitri dikenal sebagai Şeker Bayramı, yang lebih dimaknai sebagai perayaan keluarga. Tradisi yang umum dilakukan adalah salat Idul Fitri pada pagi hari, dilanjutkan dengan kunjungan ke keluarga atau kerabat terdekat.

Mirip seperti di Indonesia, ada juga hidangan manis yang disajikan. Namun, hidangan khas Turki yang disajikan yakni permen dan Turkish delight.

fahri zulfikar
Jurnalis detikcom. Bergabung dengan detikcom sejak 2019. Aktif meliput isu-isu pendidikan, riset & analisis, concern terhadap isu iklim dan lingkungan, serta menyukai dunia sepak bola. Kini jadi penulis buku.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.