TRIBUNNEWS.COM - Koresponden transfer pemain untuk Footy Insider, Pete O'Rourke mengungkapkan Igor Tudor akan meninggalkan Tottenham dalam 24-48 jam ke depan.
Pelatih asal Kroasia itu akan lengser dari jabatannya sebagai pelatih kepala Tottenham sejak menggantikan Thomas Frank pada Februari lalu.
Tujuh pertandingan dipimpin Igor Tudor dalam misi penyelamatan Tottenham dari degradasi. Tetapi misi itu di ujung tanduk karena performa yang kurang menjanjikan dari Tottenham.
Tim berjuluk The Lilywhites itu hanya menang dan imbang satu kali di bawah asuhan Igor Tudor, lima laga lainnya berakhir dengan kekalahan.
Termasuk kalah dari Nottingham yang membuat manajemen geram karena Tottenham kini hanya selisih satu poin dengan West Ham yang berada di peringkat 18 atau batas zona degradasi.
Menurut Pete, prioritas utama tottenham saat ini mengejar Roberto De Zerbi sebagai pengganti.
Mantan pelatih Brighton itu tengah menganggur setelah dipecat oleh Marseille.
"Igor Tudor akan meninggalkan Tottenham dalam 24/48 jam ke depan. Roberto De Zerbi adalah target utama jika ia dapat dibujuk untuk menerima pekerjaan ini, bukan di akhir musim," cuit Pete di media X pribadinya.
Baca juga: Tottenham Dekati Roberto De Zerbi, Nasib di Liga Inggris jadi Penentu Kontraknya
Mantan gelandang Tottenham, David Howells yakin timnya bisa bertahan di Liga Inggris untuk musim depan.
Jika degradasi, itu adalah yang pertama dalam 49 tahun.
Howells pernah berada dalam kondisi seperti ini. Ia bersama rekan setimnya di periode 1990-an dua kali hampir jatuh ke kasta kedua Liga Inggris.
Permasalahannya sama, faktor cedera pemain yang begitu banyak sehingga tidak banyak opsi pemain yang bisa dimainkan.
Bisa bermain, namun kualitas kurang mendukung.
"Musim 1993/1994 merupakan musim yang sulit dari segi cedera dan perjuangan untuk mengumpulkan poin yang cukup agar aman, tetapi sedikit mirip dengan apa yang mungkin terjadi sekarang," kata Howells, dikutip dari Football Fancast.
Tapi, jelang akhir musim, para pemain yang underperform dapat kembali ke penampilan terbaiknya.
Sebagian pemain yang cedera juga pulih sehingga Spurs bisa mengamankan tempat untuk musim berikutnya.
"Teddy Sheringham adalah pemain yang sangat hebat dan Darren Anderton juga, jadi melihat mereka bermain lagi adalah hal yang penting," ungkapnya soal kondisi tim saat ini sekembalinya pemain yang mengalami cedera.
"Musim 1997/1998 lebih merupakan momen ketika para permain berkumpul dan berkata,'Bukan klub ini, bukan dengan para pemain ini, ini tidak mungkin terjadi."
"Itu hanya bisa datang dari pemain. Kami akan berteriak sekeras-kerasnya di stadion, tetapi itu harus datang dari mereka (pemain)," tegasnya.
Ya, perjuangan Tottenham untuk terhindar dari degradasi karena Richarlison dan kolega saat di lapangan.
Absennya Kulusevski dan Maddison di awal musim menjadi pukulan telak bagi Spurs musim ini, dan di sisa waktu yang ada berharap mereka bisa kembali.
Baca juga: 7 Laga Penentuan Tottenham di Liga Inggris, Tak Ada Jalan Mudah Hindari Degradasi
"Saya tidak tahu apakah kedua pemain itu akan bermain lagi musim ini, semoga saja, tetapi untuk melihat pemain lainnya, saya pikir cukup karakter, bakat, dan semoga juga kepercayaan diri untuk melakukannya," harapnya.
Namun hal itu bisa terjadi jika Igor Tudor tak lagi berada di balik kemudi, dan berharap Roberto De Zerbi bisa menggantikannya.
Pelatih asal Italia itu menganggur sejak Februari lalu.
Di masa terbaiknya bersama Brighton, Roberto De Zerbi berhasil membawa timnya tampil ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub berkat finis di posisi enam pada msuim 2022/2023.
Selain Roberto De Zerbi, sejumlah pelatih dikaitkan dengan Tottenham, yakni Chris Hughton yang pernah melatih Birmingham dan Nottingham.
Kemudian ada juga yang menyebut Adi Hutter, Tim Sherwood, dan Ryan Mason juga dipertimbangkan sebagai opsi potensial.
(Tribunnews.com/Sina)