Timur Tengah Konflik, Pesawat-Pesawat Parkir di Bandara Terpencil Ini
GH News March 24, 2026 07:09 PM
Barcelona -

Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah tidak hanya mengganggu jadwal penerbangan, tetapi juga memaksa sejumlah pesawat mencari tempat berlindung. Di tengah situasi tersebut, sebuah bandara kecil menjadi pilihan sebagai lokasi aman untuk parkir sementara.

Adalah Bandara Teruel di Aragon, Spanyol Timur, yang mengalami peningkatan jumlah pesawat karena konflik Timur Tengah. Bandara terpencil itu berada di pedesaan Spanyol dan selama ini menjadi salah satu lokasi perawatan dan penyimpanan pesawat terbesar di Eropa.

Dikutip dari Selasa (24/3/2026), Bandara Teruel 'berpengalaman' menjadi lokasi penyimpanan pesawat selama pandemi Covid-19. Saat itu, sekitar 140 pesawat "diparkir" di sana selama dua tahun.

Setelah pandemi mereda, bandara tersebut kembali beroperasi normal dengan aktivitas terbatas, rata-rata hanya melayani sekitar dua pesawat per hari.

Nah, kini seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, yang menyebabkan penutupan wilayah udara dan gangguan rute penerbangan, sejumlah maskapai kembali memanfaatkan Teruel sebagai tempat parkir sementara. Kondisi tersbeut juga dipicu oleh perubahan jadwal penerbangan serta kekhawatiran terhadap pasokan bahan bakar.

Menjelang akhir pekan, khususnya pada Jumat, tercatat sekitar 10 pesawat berbadan lebar dijadwalkan tiba di bandara tersebut, sebagian besar milik Qatar Airways, termasuk Airbus A380, A350, dan Boeing 787.

Hingga Sabtu, jumlah pesawat yang diperkirakan datang mencapai sekitar 20 unit, menjadikan Teruel kembali berperan sebagai tempat perlindungan bagi pesawat-pesawat yang terdampak gangguan penerbangan global.

"Ini tidak wajar," kata Alejandro Ibrahim, manajer umum Bandara Teruel.

"Perusahaan-perusahaan sedang merevisi armada dan rute mereka dan mencari tempat yang lebih aman untuk memarkir pesawat mereka, dan Eropa memenuhi kriteria tersebut," dia menambahkan.

Hanya beberapa orang, terutama pilot dan awak pesawat, yang terlihat meninggalkan bandara industri tersebut, yang terletak 300 km (185 mil) dari Madrid, pada Jumat pagi.

Bandara ini memiliki kapasitas untuk 250 pesawat berbadan lebar dan hingga 400 pesawat berbadan sempit.

"Kami telah bertindak sebagai tempat perlindungan dan mendukung transportasi udara global. Karena Bandara Teruel tidak menangani penumpang, pesawat dapat terparkir tanpa masalah di landasan," kata Ibrahim.

Operator Teruel Airport menyatakan bahwa mereka tidak dapat memastikan berapa banyak pesawat tambahan yang akan tiba selama konflik berlangsung, karena situasi sangat bergantung pada perkembangan kondisi dan keputusan masing-masing maskapai.

Sejumlah maskapai dari Timur Tengah yang rutin melayani rute ke Eropa memang termasuk di antara klien tetap bandara tersebut, tetapi pergerakan pesawat saat ini bersifat tidak pasti.

"Kami bekerja dari minggu ke minggu karena tidak ada kepastian dan itu sangat bergantung pada perusahaan... bagaimana semua ini dapat berkembang dalam beberapa bulan mendatang," kata dia.

Operator menjelaskan bahwa fokus utama bisnis bandara adalah layanan perawatan pesawat dengan waktu pengerjaan cepat.

"Yang lebih disukai untuk bisnis adalah kontrak perawatan dengan waktu penyelesaian cepat yang merupakan pekerjaan rutin bandara," dia menambahkan.

Dia juga menegaskan harapannya agar situasi segera membaik. "Yang kami inginkan adalah (konflik) berakhir, karena bisnis penting kami adalah perawatan pesawat. Semakin banyak pesawat terbang, semakin besar aktivitas bandara kami," kata dia.

Bonauli
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.