Banyak Komplain Wisatawan, Pengelola Ragunan: Yang Ingin Merokok, Tolong Tahan Dulu!
Acos Abdul Qodir March 24, 2026 07:33 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Memasuki puncak musim libur Lebaran 2026, pengelola Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, meminta seluruh pengunjung untuk disiplin mematuhi aturan larangan merokok di dalam kawasan wisata.

Imbauan ini dipertegas menyusul meningkatnya keluhan dari pengunjung terkait paparan asap rokok di area satwa.

Kepala Humas Ragunan, Wahyudi Bambang, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengingatkan pengunjung sejak pagi hari, termasuk memasang papan peringatan di sejumlah titik strategis.

“Banyak komplain juga pengunjung, ‘Ragunan kok masih banyak yang merokok?’. Sudah kami imbau dari pagi dan sudah kita pasang tulisan kawasan dilarang merokok,” kata Bambang di Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (24/3/2026).

Tahan Dulu!

Bambang menegaskan, Ragunan termasuk kawasan tanpa rokok sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku.

Oleh karena itu, seluruh pengunjung diharapkan dapat menahan diri untuk tidak merokok selama berada di dalam area demi menjaga kualitas udara.

“Yang sudah kepingin banget merokok, tahan dulu. Karena Ragunan termasuk ruang yang tidak boleh untuk merokok, areanya kawasan terbuka yang dilarang merokok,” ujarnya.

Ia menambahkan, aturan tersebut merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 40 tentang pedoman pengawasan dan penegakan hukum Kawasan Dilarang Merokok (KDM).

Dalam regulasi tersebut, Ragunan menjadi salah satu lokasi yang wajib mematuhi ketentuan tersebut secara ketat.

“Ada Perda Nomor 40 yang mengatur kawasan dilarang merokok. Ragunan termasuk salah satunya, mohon itu menjadi perhatian bagi para wisatawan,” katanya.

Baca juga: Kronologi Brigadir Fajar Meninggal Usai Tugas Pengamanan Mudik Lebaran, Sempat Kerokan

Demi Anak-anak

Selain pengelola, pengawasan terhadap aturan ini juga melibatkan peran aktif sesama pengunjung yang diharapkan saling mengingatkan demi kenyamanan bersama, terutama bagi keluarga yang membawa balita.

“Karena yang memantau juga bukan kami sendiri, para wisatawan sendiri juga mengingatkan. Ayo kita sama-sama jaga Ragunan ini biar tetap terjaga udara bersihnya karena banyak anak-anak yang juga ikut berwisata di Ragunan,” ucap Bambang.

Sebagai solusi, pengunjung yang sudah tidak bisa menahan keinginan merokok dipersilakan melakukannya setelah menyelesaikan kunjungan atau berada di luar pintu gerbang utama.

“Kalau mau merokok ya nanti setelah keluar dari Ragunan, monggo silakan. Tapi di Ragunan ini kita berusaha untuk menjaga kenyamanan, udara bersih di sini,” tandasnya.

 
Ragunan harus tetap menjadi paru-paru kota yang ramah anak, di mana kesegaran udara tidak boleh kalah oleh ego sebatang rokok.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.