Antisipasi Lonjakan Kasus Campak, Dinkes Tana Tidung Andalkan Rekam Medis Elektronik
Junisah March 24, 2026 07:46 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Di tengah meningkatnya kasus campak di sejumlah wilayah di Indonesia, Dinkes Tana Tidung memastikan kondisi di daerah tersebut masih terkendali dan relatif aman.

Kondisi ini tidak terlepas dari sistem kewaspadaan dini yang telah disiapkan pemerintah daerah melalui pemantauan kesehatan berbasis digital. 

Penggunaan rekam medis Elektronik menjadi salah satu instrumen penting dalam mendeteksi tren penyakit secara cepat dan akurat di masyarakat.

Melalui sistem tersebut, tenaga kesehatan dapat memantau perkembangan kasus secara real time, sehingga potensi lonjakan kasus dapat diantisipasi lebih awal. 

Baca juga: Temuan 5 Sampel Campak Belum Disebut KLB, Dinkes Tarakan Harap Orangtua Aktif Bawa Anak Imunisasi

Selain itu, langkah preventif seperti edukasi kepada masyarakat juga menjadi bagian dari strategi pengendalian penyakit menular.

Di sisi lain, kewaspadaan dini terhadap campak juga diperkuat dengan adanya surat edaran dari pemerintah pusat yang mendorong seluruh daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan. 

Hal ini menjadi sinyal bahwa meskipun suatu daerah belum terdampak, upaya pencegahan tetap harus dilakukan secara maksimal.

Kepala Dinkes Tana Tidung, Mohammad Sarif, mengatakan hingga saat ini kasus campak di wilayahnya masih nihil dalam beberapa tahun terakhir, meskipun secara nasional mengalami peningkatan.

“Kami punya rekam medis elektronik dan itu semua kami pantau. Jadi kondisi penyakit bisa kami ketahui, makanya saat di luar daerah terjadi peningkatan kasus campak, di Tana Tidung kami sudah lebih dulu waspada,” ujar Mohammad Sarif kepada TribunKaltara.com, Selasa (24/3/2026).

Baca juga: Dinkes Tana Tidung Temukan Tiga Kasus Suspek Campak: Tunggu Hasil Pemeriksaan, Berharap Negatif

Mohammad Sarif menjelaskan, pihaknya juga telah menindaklanjuti surat edaran dari Kementerian Kesehatan RI dengan menyosialisasikannya kepada masyarakat, termasuk melalui media edukasi.

“Kami sudah menyampaikan surat edaran tersebut ke masyarakat, termasuk membuat video pendek sebagai sarana edukasi agar masyarakat lebih memahami tentang campak,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mohammad Sarif menerangkan campak merupakan penyakit menular yang menyerang sistem pernapasan dan dapat berdampak serius apabila tidak ditangani dengan baik.

“Pada awalnya gejalanya seperti flu, batuk, dan pilek. Namun, jika dibiarkan, campak dapat menyerang sistem imun tubuh dan berpotensi menyebabkan kondisi yang lebih berat hingga kematian,” ungkapnya.

Ia menegaskan, penerapan pola hidup bersih dan sehat menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran campak, termasuk pentingnya imunisasi sejak dini.

“Makanya anak-anak wajib mendapatkan imunisasi campak. Dengan begitu, ketika dewasa nanti, jika terpapar, dampaknya tidak akan separah pada orang yang belum pernah imunisasi,” pungkasnya.

(*)

Penulis : Rismayanti 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.