TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut renungan harian Kristen hari ini Selasa 24 Maret 2026.
Pembacaan Alkitab terdapat di Matius 26:59–61.
(59) Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati,
(60) tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya tampillah dua orang,
(61) yang mengatakan: ”Orang ini berkata: Aku dapat merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari.”
Khotbah:
KEBENARAN JANGAN DIREKAYASA
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Kendati upaya rekayasa membenarkan kejahatan dapat dilakukan manusia demi memuluskan kepentingannya ataupun menjatuhkan sesamanya.
Tidak terkecuali mereka yang kita anggap pemimpin rohani karena jabatan ataupun penampilan.
Namun, sekeras apapun usaha itu, kebenaran yang sesungguhnya akan tetap terkuak dan menelanjangi ketidakbenaran.
Sebab sesungguhnya, kebenaran tidak bisa ditutupi.
Kebenaran akan selalu menemukan jalan untuk menunjukkan dirinya.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Dalam cerita pengadilan Yesus Kristus, ada hal sangat menyedihkan.
Mahkamah Agama yang seharusnya hidup dalam kesalehan, justru mempertontonkan kesalahan.
Mereka memutuskan Yesus Kristus harus dihukum mati sebelum menggelar peradilan.
Mereka membenci-Nya. Alasan nanti dicari, tetapi keputusan sudah dibuat.
Mahkamah Agama mencari kesaksian dengan mengajukan banyak saksi dusta, tetapi gagal.
Tampil juga dua orang dengan menuduh Yesus Kristus menghujat Allah karena berkata akan merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari.
Perkataan ini menyinggung mereka karena orang Yahudi sangat mengagungkan Bait Allah, meski mereka juga tidak sungguh-sungguh menghormatinya sebab menjadikan Bait Allah sebagai tempat berdagang. (Mat 21:12-13) Semua hanya alasan.
Mahkamah Agama butuh alasan kuat agar Yesus Kristus bisa dibawa ke pengadilan Romawi yang berwenang menjatuhkan hukuman mati.
Tidak boleh masalah agama, sebab pengadilan Romawi tidak mengurus hal-hal agama.
Untuk mencapai tujuannya, para pemimpin Yahudi mendesain kebohongan agar tampak benar, merekayasa bukti dan berusaha keras menjatuhkan-Nya.
Semua cara dihalalkan. Tujuannya jelas, agar Yesus Kristus harus dihukum mati.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Sebagai keluarga Kristen kita wajib membina karakter hidup benar dalam keluarga.
Orangtua bertanggungjawab mendidik anak-anaknya di dalam Tuhan Allah, agar tidak menyukai kebohongan, apalagi merekayasa fakta untuk menjatuhkan orang lain.
Orangtua dan anak-anak secara bersama diajak untuk bersikap jujur, benar dan adil dalam kehidupan setiap hari. Amin.
Doa: Ya Tuhan Allah, Sumber hidup yang kudus dan benar.
Berikanlah hikmat-Mu agar kami dapat selalu mengenal kebenaran dan berpegang teguh pada apa yang Engkau kehendaki.
Dalam nama Yesus Kristus. Amin.
(TribunManado.co.id/Dodoku GMIM)