Nasi Boran Lamongan Jadi Kuliner Paling Dicari saat Lebaran Tiban
Adrianus Adhi March 24, 2026 08:32 PM

SURYA.co.id, Lamongan - Pedagang nasi boran di Lamongan kebanjiran pembeli pada hari kedua Idulfitri 1447 H. Antrean panjang terjadi karena tingginya permintaan, terutama dari perantau yang pulang kampung untuk menikmati kuliner khas Lamongan tersebut.

 Salah satu pedagang, Khamah, mengaku jumlah pembeli meningkat drastis dibanding hari biasa. “Kalau hari-hari biasa tidak seramai Idul Fitri,” ujarnya, Senin (23/3/2026).

Pedagang di Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan Panglima Sudirman, dan sejumlah lokasi lain menambah kapasitas produksi agar stok tetap tersedia. Proses memasak dilakukan sejak dini hari untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.

Meski harga bahan baku naik karena banyak pedagang pasar belum buka, penjual nasi boran tetap mempertahankan harga jual. Seporsi nasi boran dijual dengan kisaran harga terjangkau, bergantung pada lauk yang dipilih.

Baca juga: Tiket Bus Tujuan Jakarta Diburu Meski Mahal, Aktivitas Arus Balik Lebaran 1447 H di Lamongan Padat

Nasi boran dikenal sebagai kuliner khas Lamongan dengan perpaduan nasi, bumbu boran, serta lauk seperti ikan sili, telur, dan jeroan. Keunikan rasa membuatnya selalu diburu, terutama saat Lebaran.

Antusiasme Pembeli

Antrean panjang terlihat di berbagai titik penjualan, seperti pertigaan Jalan Basuki Rahmat, Pasar Sidoarjo, Jalan Kusuma Bangsa depan RSUD dr Soegiri, Jalan Sunan Drajat, Made, hingga pertigaan Sumlaran.

Sejumlah pembeli rela menunggu lama demi menikmati nasi boran.

“Saya rela antre lama, karena memang pembelinya cukup banyak,” kata Papang, seorang pembeli.

Mayoritas pembeli adalah perantau asal Lamongan yang pulang kampung.

“Aromanya saja sudah bikin ingat masa kecil. Ini seperti membawa kembali kenangan bersama keluarga dulu,” ujar seorang pembeli.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.