7 fakta Laka Maut di Majalengka yang Tewaskan 6 Penumpang, Kabut Tebal di Jalur Jahim
Kemal Setia Permana March 24, 2026 09:11 PM

Laporan Adim Mubaroq 

TRIBUNJABAR, MAJALENGKA - Kecelakaan maut yang melibatkan Isuzu Elf Microbus di wilayah Cingambul, Kabupaten Majalengka menyisakan sejumlah fakta di balik insiden tragis tersebut. 

Diketahui, dari 21 penumpang, sebanyak 6 meninggal dunia dan 15 orang lainnya luka. 

Peristiwa ini terjadi di Jalan Raya Panjalu–Cikijing, tepatnya di Blok Maniis Tonggoh, Desa Maniis, Senin malam (23/3/2026) sekitar pukul 23.05.

Kendaraan bernomor polisi Z 7012 CN itu mengangkut rombongan keluarga asal Karawang.

Berikut sejumlah fakta penting dari kecelakaan tersebut:

1. Rombongan Pulang Wisata dari Pangandaran

Berdasarkan keterangan Polres Majalengka, rombongan diketahui baru pulang dari perjalanan wisata.

Rombongan keluarga ini berwisata ke Pangandaran setelah sebelumnya sempat singgah di wilayah Ciamis.

Baca juga: BREAKING NEWS: Korban Meninggal Kecelakaan Maut Majalengka Bertambah Jadi 6 Orang

Mereka melanjutkan perjalanan malam hari menuju Karawang melalui jalur Majalengka.

2. Elf Angkut 21 Penumpang 

Kendaraan Isuzu Elf Microbus tersebut membawa total 21 penumpang.

Dari jumlah itu, enam orang meninggal dunia dan 15 lainnya mengalami luka-luka.

Tiga korban meninggal di lokasi kejadian, sementara tiga lainnya meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis.

3. Terjadi di Jalur Ekstrem Jahim dan Minim Penerangan

Lokasi kecelakaan berada di jalur Panjalu–Cikijing atau jalur jahim.

Jalur jahim ini dikenal memiliki medan berat, berupa turunan curam dan tikungan tajam.

Selain itu, kondisi jalan dilaporkan minim penerangan sehingga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari.

Baca juga: Arus Balik Wisatawan Tinggi, Perjalanan Palabuhanratu–Cibadak Harus Ditempuh 5 Jam

4. Kabut Tebal Batasi Jarak Pandang

Saat kejadian, kondisi cuaca dilaporkan berkabut tebal dengan jarak pandang hanya sekitar 5 meter.

Jalan juga dalam kondisi basah, yang diduga memperparah situasi.

Hal ini diduga menjadi salah satu faktor krusial yang menyebabkan insiden kecelakaan terjadi di samping faktor kunci lainnya.

5. Diduga Sopir Mengantuk dan Kelelahan

Kasat Lantas Polres Majalengka, AKP Pandu Surya Renata, menyebut pengemudi diduga dalam kondisi mengantuk setelah menempuh perjalanan jauh.

Kendaraan yang dikemudikan sopir bernama Hasyim Adnan.

Adnan diduga mengantuk dan kemudian hilang kendali saat melintasi tikungan tajam dan turunan dalam kondisi jalan basah dan licin.

6. Kendaraan Terjun ke Parit dan Terguling

Akibat hilang kendali, mobil oleng ke kanan.

Setelah itu elf masuk ke dalam parit dan terguling.

Setelah terguling, elf berada dalam posisi roda berada di atas.

Benturan keras menyebabkan korban jiwa dan luka-luka di antara penumpang.

7. Biaya Ditanggung Pemda Majalengka 

Bupati Majalengka Eman Suherman bersama Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi dan Kepala Dinas Kesehatan Agus Suratman menjenguk korban kecelakaan maut di Cingambul yang dirawat di RSUD Cideres, Selasa (24/3/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan korban berjalan maksimal, sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga korban. 

Pemkab Majalengka juga memastikan biaya pemulasaraan jenazah korban meninggal dunia ditanggung pemerintah daerah.

Untuk korban luka, Eman menyebutkan bahwa kecelakaan tunggal tersebut tidak dapat diklaim melalui Jasa Raharja. Namun, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Karawang terkait pembiayaan lanjutan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.