Jika Gerindra Kuat, Pengamat Sebut Dasco dan Sjafrie Berpeluang Dampingi Prabowo di Pilpres 2029
Jaisy Rahman Tohir March 24, 2026 10:07 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Peluang Presiden Prabowo Subianto kembali maju di Pilpres 2029 terus menjadi perbincangan, termasuk soal siapa yang akan mendampinginya sebagai calon wakil presiden.

Pengamat politik Yunarto Wijaya menilai, skenario tersebut sangat bergantung pada kekuatan Partai Gerindra dalam kontestasi politik mendatang.

Menurut Yunarto, jika Gerindra mampu meraih suara di atas 30 persen, peluang untuk mengusung pasangan dari internal partai akan semakin terbuka.

“Kalau Gerindra betul-betul bisa mengambil suara di atas 30 persen, mungkin peluang untuk nekat itu akan terbuka,” kata Yunarto dalam podcast Gercep (Gerak Cerita Politik) di Youtube @HarianKompasCetak, tayang perdana pada Selasa (24/3/2026).

Dalam konteks tersebut, Yunarto menyebut ada dua nama yang dinilai paling berpeluang mendampingi Prabowo.

Keduanya adalah Sufmi Dasco Ahmad dan Sjafrie Sjamsoeddin.

“Ada nama Dasco, ada nama Sjafrie dengan semua plus minusnya,” kata Yunarto.

Ia menilai, kedua sosok tersebut memiliki kedekatan yang kuat dengan Prabowo serta posisi yang cukup berpengaruh dalam konstelasi politik nasional.

Selain faktor kedekatan, Yunarto juga menyoroti latar belakang geografis keduanya yang dinilai bisa menjadi nilai tambah.

Dasco diketahui berasal dari Sumatera Selatan, sementara Sjafrie memiliki akar dari Makassar.

“Dua-duanya bukan Jawa, ini bisa jadi variabel komplementer,” ujarnya.

Menurut Direktur Eksekutif Charta Politika itu, faktor non-Jawa kerap menjadi pertimbangan dalam strategi pemenangan nasional, sebagaimana terlihat dalam beberapa kontestasi sebelumnya.

Namun demikian, ia juga mengingatkan adanya variabel lain yang perlu diperhitungkan, termasuk latar belakang sipil dan militer.

Yunarto menilai, pasangan dengan kombinasi tertentu bisa lebih menarik secara elektoral dibandingkan pasangan dengan latar belakang serupa.

“Kalau tentara dengan tentara apakah menarik, dibandingkan tentara dengan sipil?” ucapnya.

Meski membuka peluang duet dari internal Gerindra, Yunarto mengaku tidak sepenuhnya berharap skenario tersebut terjadi.

Ia justru mendorong munculnya sosok alternatif yang bisa memberikan warna baru dalam kontestasi Pilpres 2029.

“Saya tetap berharap ada calon alternatif,” katanya.

Yunarto juga menyarankan agar Prabowo mempertimbangkan figur yang lebih progresif jika kembali maju.

Menurut dia, langkah tersebut bisa menjadi gebrakan baru untuk menjawab kritik yang selama ini dialamatkan kepada Prabowo.

“Ayo Pak Prabowo, kalau ingin maju kembali, buat gebrakan cari yang progresif,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.