Kawasan Taman Margasatwa Ragunan dipadati lebih dari 60 ribu pengunjung pada Selasa (24/3/2026) siang. Pengelola menambah 27 kantong parkir untuk mengurai kepadatan sekaligus mengingatkan pengunjung agar mematuhi aturan yang berlaku selama berada di area wisata.
Kepala Humas Kebun Binatang Ragunan Wahyudi Bambang melaporkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi. Sepanjang Selasa hingga pukul 13.15 WIB, jumlah total pengunjung mencapai 60.788 orang, yang terdiri dari 43.566 orang dewasa dan 17.222 anak-anak.
"Kalau dipantau di lapangan masih terus masuk pengunjung. Kami memprediksi hari ini atau kemarin adalah puncak kunjungan karena liburannya cukup pendek," ujar Wahyudi kepada awak media di pusat informasi Ragunan, Selasa (24/3/2026).
Kepala Humas Kebun Binatang Ragunan Wahyudi Bambang (Hans Wilhem/detikcom)
|
Membeludaknya jumlah pengunjung berimbas pada kapasitas parkir. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak Ragunan mengambil langkah cepat dengan membuka puluhan titik parkir darurat di dalam area.
"Dari normalnya kita hanya 3 lokasi (Utara, Barat, dan parkir motor), untuk mengantisipasi lonjakan kita menambah 27 titik. Semua area lapangan atau picnic area kita jadikan tempat parkir agar pengunjung yang mengantre di luar bisa tertampung," kata Wahyudi.
Kabar baiknya, meski kantong parkir ditambah, tarif tiket masuk dan parkir dipastikan tidak naik. Tarif parkir tetap flat, yakni Rp 3.000 untuk motor dan Rp 6.000 untuk mobil. Sebagai catatan, akses masuk kendaraan dan pengunjung selama libur Lebaran difokuskan melalui Pintu Utara dan Pintu Barat, sedangkan Pintu Timur khusus untuk akses keluar.
Atraksi Feeding Time
Mengusung tema "Lebaran Asik di Ragunan, Bersama Satwa Tebar Cinta, Raih Keberkahan," pengelola tidak hanya menyajikan rekreasi, tetapi juga edukasi konservasi lewat program Keeper Talk & Feeding Time yang berlangsung selama 22-29 Maret 2026.
Wisatawan bisa melihat langsung keseruan petugas memberi makan satwa-satwa ikonis di jam-jam tertentu. Beberapa jadwal favorit di antaranya Gajah Sumatera (10.00 WIB), Gorila di Pusat Primata Schmutzer (10.30 WIB), Jerapah (11.00 WIB), hingga Harimau Sumatera dan Komodo (14.00 WIB).
Fenomena Anak Terpisah: Orang Tua
Meski seru, tingginya volume pengunjung membawa tantangan tersendiri. Bambang menyoroti banyaknya kasus anak terpisah dari orang tua selama libur Lebaran. Pada hari Senin kemarin dengan 80 ribu pengunjung, tercatat ada 11 anak yang terpisah dari keluarganya (seluruhnya sudah dikembalikan dengan selamat). Sementara hari ini sejak pukul 14.00, berkat imbauan yang diperketat, baru tercatat 1 kasus.
"Perhatikan keluarga yang rentan, yaitu anak-anak, lansia, dan disabilitas. Jangan asyik main gadget sendiri, asyik main TikTok, anaknya jalan sendiri. Itu yang sering terjadi," ujar Bambang mengingatkan para orang tua.
Selain menjaga anak, pengelola juga menegaskan dua aturan wajib bagi pengunjung yaitu dilarang memberi makan satwa. Satwa di Ragunan sudah memiliki takaran nutrisi dan jadwal makan sendiri.
Taman Margasatwa Ragunan saat libur Lebaran, Selasa (24/3/2026). (Hans Wilhem/detikcom)
|
Dalam pantauan detikTravel masih banyak yang merokok di dalam kawasan kebun binatang tersebut. Sementara untuk larangan merokok, Ragunan secara ketat menerapkan Perda No. 2 Tahun 2005 DKI Jakarta Tentang Pengendalian Pencemaran Udara dan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 88 Tahun 2010 tentang kawasan bebas Rokok. yang menetapkan kebun binatang ini sebagai Kawasan Dilarang Merokok.
"Banyak komplain pengunjung, 'kok di Ragunan masih banyak yang ngerokok?'. Kami sudah mengimbau dari pagi. Yang kepingin rokok, tahan dulu. Ayo sama-sama jaga Ragunan agar udaranya tetap bersih karena banyak anak-anak yang berwisata di sini," kata Bambang.
Sebagai antisipasi cuaca yang tidak menentu, Bambang juga menyarankan pengunjung membawa payung atau jas hujan, serta dilarang keras berteduh di bawah pohon besar saat angin kencang guna menghindari jatuhnya ranting.
Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan, Ragunan telah menyiagakan petugas gabungan dari Polisi, TNI, Satpol PP, Dishub, serta 6 titik posko kesehatan.









