KUTA Kembali Berdarah! WNA Belanda Tewas Dibunuh di Kerobokan, Polisi Buru 2 Orang Pelaku Penusukan 
Anak Agung Seri Kusniarti March 24, 2026 11:03 PM

TRIBUN-BALI.COM – Seorang Warga Negara Asing (WNA) berinisial RP (49) tewas mengenaskan setelah menjadi korban penganiayaan berat di kawasan Banjar Anyar Kelod, Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Senin (23/3) malam.

Korban yang diketahui tinggal di Villa Amira  diserang dua pria tak dikenal bersenjata tajam dengan membacok.
Menurut informasi yang dhimpun Tribun Bali, kejadian itu terjadi sekitar pukul 22.50 Wita.

Sebelum kejadian korban sempat keluar bersama pacarnya. Saat hendak kembali ke vila, keduanya melihat dua pria mencurigakan berboncengan menggunakan sepeda motor hitam.

Salah satu pelaku disebut mengenakan jaket ojek online berwarna gelap dan hijau, helm hitam, dan masker biru. Sementara pelaku lainnya mengenakan kaos oranye tanpa helm. Saat itu korban dihampiri dan dihentikan. 

Baca juga: HEMAT BBM, Orangtua Khawatir Pembelajaran Online Tidak Efektif, Disdik Kabupaten dan Kota Tanggapi

Baca juga: SEHARI 38.212 Orang Masuk Bali, Volume Arus Balik Lebaran Terus Meningkat, Kapolri Listyo Evaluasi

DATANGI TKP - Aparat Kepolisian Polsek Kuta Utara saat mendatangi TKP kasus pembunuhan WNA di Villa Amira, Banjar Anyar Kelod, Kerobokan, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Selasa (24/3).
DATANGI TKP - Aparat Kepolisian Polsek Kuta Utara saat mendatangi TKP kasus pembunuhan WNA di Villa Amira, Banjar Anyar Kelod, Kerobokan, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Selasa (24/3). (ISTIMEWA)


Kedua pelaku langsung menyerang korban dengan senjata tajam. Pacar korban berhasil lari ke vila sebelah yang kondisinya gelap. Pelaku sempat mengejar, namun kembali berbalik dan menyerang RP.

Saat penyerangan pelaku pun sempat masuk vila tempat korban menginap. Namun kembali keluar dan menghajar korban. Tidak lama korban pun tersungkur dan pelaku langsung kabur menggunakan sepeda motornya.

Tidak lama pacar korban keluar dan menghubungi pemilik vila untuk meminta pertolongan. Korban pun dilarikan ke rumah sakit terdekat namun nyawanya sudah tidak bisa diselamatkan.

Aparat kepolisian dari Polsek Kuta Utara langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kepolisian Daerah (Polda) Bali tengah memburu dua pria misterius yang melakukan penusukan terhadap 49. 

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, mengungkapkan pihak kepolisian telah menerjunkan tim gabungan untuk mengungkap kasus ini. Penyelidikan intensif kini dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi kunci yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

“Saat ini kita masih laksanakan lidik. Untuk korban sudah kita evakuasi ke rumah sakit. Saat ini tim dari Polsek, Polres maupun dari Resmob Polda sudah turun untuk kemudian melaksanakan lidik, berupaya mengejar pelaku,” ujar Kombes Pol Ariasandy saat ditemui Tribun Bali di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Selasa (24/3).

Kombes Ariasandy menyampaikan, terdapat tiga orang saksi mata yang melihat langsung detik-detik penyerangan tersebut. Salah satu saksi utama adalah kekasih korban yang saat itu sedang bersama korban sesaat sebelum penusukan terjadi.

Keberadaan tiga saksi yang melihat langsung proses eksekusi ini menjadi titik terang bagi kepolisian dalam mengidentifikasi pelaku.

“Sementara masih saksi yang di sekitar TKP yang kita periksa tadi malam, termasuk pacar korban. Ada sekitar tiga yang melihat langsung kejadian dan sesaat setelah kejadian,” jelas Kombes Ariasandy.

Mengenai motif dan identitas pelaku, Kombes Ariasandy menyatakan pihaknya belum bisa memastikan apakah ada hubungan antara korban dan pelaku. Hingga saat ini, polisi masih mendalami rekaman CCTV dan keterangan saksi untuk mengungkap siapa di balik penyerangan tersebut.

“Pelaku belum diketahui warga negara mana karena pada saat kejadian menggunakan pakaian tertutup dan helm tertutup,” ujar Kombes Pol Ariasandy. 

“Sementara kita masih lakukan lidik dan identifikasi dalam hal ini. Kami belum bisa sampaikan sejauh mana kemungkinan mereka saling kenal, karena tim masih bekerja di lapangan,” pungkasnya.

Saat ini unit Reskrim Polsek Kuta Utara dan Polres Badung berkolaborasi mengejar pelaku. Selain itu melakukan pemeriksaan kepada pacar korban yang saat itu ada di lokasi jelas korban dibunuh.

Ps Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti menjelaskan, saksi lain di sekitar lokasi juga mengaku mendengar teriakan tersebut. Bahkan juga sempat melihat dua pelaku kabur menggunakan motor sambil membawa pisau, namun tidak berani mendekat karena takut menjadi sasaran.

“Korban kemudian dilarikan ke RS BIMC menggunakan ambulans. Saat tiba di rumah sakit, kondisinya sudah kritis dan tidak sadarkan diri,” jelanya

“Tim medis sempat melakukan resusitasi jantung, namun nyawa korban tak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 23.29 Wita,” sambungnya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami luka robek parah di wajah hingga mengenai telinga kiri, serta luka di leher, bahu, lengan, punggung, dan paha. Diduga kuat korban tewas akibat kehabisan darah.

“Di lokasi kejadian, unit Reskrim menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya pecahan mata pisau, kaca mata, handphone, sandal, serta bagian senter,” ucapnya.

Tidak ada barang milik korban yang dilaporkan hilang. Hal ini menguatkan dugaan bahwa aksi tersebut bukan perampokan, melainkan serangan terencana.

Disinggung mengenai hasil penyelidikan sementara, diakui jika di TKP minimnya CCTV di area vila, sehingga menjadi kendala dalam pengungkapan kasus. Namun jajaran reskrim disebutkan suda memburu jejak pelaku melalui rekaman kamera di jalur keluar masuk gang.

“Ciri-ciri kedua pelaku telah dikantongi. Namun masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas dan motif di balik pembunuhan sadis ini,” imbuhnya.

Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba pun langsung turun ke TKP. Ia ingin memastikan TKP dan memastikan kronologi setelah dilakukan olah TKP dan pemeriksaan sejumlah saksi.

Selain itu Kasat Reskrim AKP Azarul Ahmad juga tampak hadir menjelaskan dugaan kronologi yang dilakukan pelaku dalam membunuh korban.

Dari hasil pemeriksaan saat ini pacar korbar kuat menjadi saksi karena ada di lokasi kejadian saat korban dibunuh dengan dua orang yang tidak dikenalnya. Bahkan saksi pacar korban dengan inisial PI (30) yang beralamat di Legian, Kuta menjadi saksi untuk terungkapnya kasus itu.

AKBP Joseph menegaskan akan mengusut tuntas dan mengungkap kasus pembunuhan yang dilakukan dua orang dengan menggunakan sepeda motor itu. (gus/ian)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.