Niat Puasa Syawal Gabung Qadha Ramadan, Lengkap Keutamaan
Arum Puspita March 24, 2026 11:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Setelah merayakan Idul Fitri, umat Muslim dianjurkan untuk mengerjakan puasa sunnah sebanyak 6 hari di bulan Syawal.

Puasa sunnah di bulan Syawal disebut Puasa Syawal.

Dalam hadist, Rasulullah SAW bersabda keutamaan menjalankan puasa Syawal serupa dengan berpuasa setahun penuh.

Dari Abu Ayyub Al Anshoriy, Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Siapa saja yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim).

Namun, muncul pertanyaan umum bagi mereka yang masih memiliki utang puasa: bolehkah puasa Syawal digabung dengan puasa Qadha Ramadan?

Baca juga: Hilal 1 Syawal 1447 Hijriah Tidak Terlihat di Balai Rukyat Bukit Condrodipo Gresik

Dalam tayangan Youtube Taman Surga.net, Ustadz Abdul Somad (UAS) menjelaskan, lebih utama mengerjakan Puasa Qadha Ramadan sebelum Puasa Syawal.

"Ibu-ibu yang punya utang puasa 7 hari, maka harus dibayar dahulu baru puasa Syawal 6 hari," ujar Ustaz Abdul Somad.

Namun, jika tidak kuat, maka boleh menggabungkan Puasa Syawal dan Puasa Qadha Ramadan.

"Ibu-ibu kalau tidak kuat mengganti utang puasa dan puasa sunnah Syawal maka cukup mengganti puasa di bulan Syawal, maka ibu puasa qadha di bulan Syawal," jawab Ustadz Abdul Somad.

UAS menjelaskan bahwa hal tersebut diperbolehkan dan bisa mendapat dua keutamaan sekaligus.

"Maka otomatis pahalanya seperti puasa sunnah Syawal. Niatnya cuma satu, niatnya satu, saya niat puasa qadha besok hari lillahi ta'ala," lanjutnya.

Niat Puasa Qadha Ramadan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضَ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Ghodin 'an qadaa'in fardho ramadhoona lillahi ta'alaa

Artinya  "Saya niat puasa esok hari karena mengganti fardhu Ramadan karena Allah Ta'ala".

Niat Puasa Syawal

Bagi yang niat puasa Syawal saja, bisa membaca niat sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَي

(Nawaitu shauma ghadin ‘an sittatin min syawwaalinn sunnatan lillaahi ta’aalaa)

Artinya: "Aku berniat puasa besok dari enam hari Syawal, sunnah karena Allah Ta’ala."

Niat Puasa Syawal juga boleh dibaca siang hari, seperti puasa sunnah pada umumnya, asalkan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak Subuh.

Niat puasa Syawal Siang Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.”

Keutamaan Bulan Syawal

1. Bulan Menikah

Mengenai amalan ini berdasar pada riwayat yang disampaikan oleh ibunda kaum muslimin istri Rasulullah sallallohu alaihi wa salam yang tercinta ‘Aisyah Radhiyallahu Anha

تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّالٍ وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي

Artinya: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menikahiku pada bulan Syawwal dan berkumpul denganku pada bulan Syawwal, maka siapa di antara istri-istri beliau yang lebih beruntung dariku?” (HR Muslim).

Sehingga Imam An Nawawi memberikan penjelasan hadis di atas bahwa “Di dalam hadis ini terdapat anjuran untuk menikahkan, menikah, dan membangun rumah tangga pada bulan Syawal.”

2. I'tikaf

Terdapat riwayat yang shahih dari Ummu al-Mukminin, yang menyatakan bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari pertama bulan Syawal dan dalam satu riwayat beliau melaksanakannya di sepuluh hari terakhir bulan Syawal. (HR. Bukhori & Muslim).

===

Kami mengajak Anda untuk4 bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.  

Klik di sini untuk untuk bergabung 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.