Wisata Berujung Duka, Pemuda Tenggelam di Pantai Buradaya Paser, Ditemukan Tewas Setelah 6 Jam
Amelia Mutia Rachmah March 25, 2026 08:19 AM

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Peristiwa tenggelam di Pantai Buradaya Paser, Kalimantan Timur, menambah daftar kecelakaan di kawasan wisata perairan.

Seorang pemuda bernama Trisno Lius Timbang (22) dilaporkan tenggelam saat berenang dan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Selasa (24/3/2026).

Peristiwa tragis tersebut terjadi di kawasan Pantai Buradaya, Desa Pasir Mayang, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Seorang pemuda bernama Trisno Lius Timbang (22) dilaporkan tenggelam saat berenang dan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 12.00 WITA. Korban diketahui berangkat dari Desa Batu Kajang pada pukul 08.00 Wita dan tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 Wita bersama rekannya untuk berwisata ke Pantai Buradaya.

Baca juga: Porprov VIII Kaltim Tetap Digelar November 2026 di Paser

Kasat Polairud Polres Paser, AKP Andi Ferial, menjelaskan bahwa sebelum tenggelam, korban sempat berpindah lokasi berenang ke area Sungai Rengit.

"Korban dan rekannya berpindah lokasi berenang karena kondisi air di sekitar pondok pantai terlihat keruh," terang Andi, Rabu (25/3/2026).

Detik-Detik Korban Tenggelam

Saat itu, korban bersama rekannya sempat berenang seperti biasa. Namun, tiba-tiba saksi melihat korban mengapung dengan tangan terangkat ke atas yang seakan mengisyaratkan meminta pertolongan.

"Ketika korban menurunkan tangannya, tubuhnya tampak mengapung lemah. Saat saksi hendak menyudahi aktivitas berenang, korban terlihat hanyut ke belakang dan kemudian menghilang dari pandangan," tambahnya.

Saksi yang panik segera berlari menuju pondok memanggil orang tuanya dan meminta pertolongan ke warga sekitar.

Baca juga: Paser dan Kutim Waspada! Update Peringatan Dini Cuaca Malam Ini, Berpotensi Hujan Lebat dan Petir

Mereka kemudian mendatangi area tempat korban berenang, namun korban sudah hanyut dan tidak terlihat lagi di permukaan air.

Upaya Pencarian dan Evakuasi

"Pencarian awal dilakukan oleh warga dan keluarga korban, namun belum membuahkan hasil," ungkap Andi.

Tim pencarian kemudian dikerahkan untuk menyisir lokasi kejadian. Upaya dilakukan dengan mengitari area pantai dan memperluas pencarian hingga radius satu kilometer dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.

Pencarian berlangsung intensif selama berjam-jam. Petugas gabungan bersama warga setempat berusaha menelusuri aliran sungai dan perairan sekitar pantai. Setelah hampir enam jam pencarian, akhirnya korban berhasil ditemukan sekitar pukul 18.20 Wita.

"Lokasi penemuan tidak jauh dari titik awal tenggelamnya korban. Sayangnya, korban ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi ke daratan untuk diserahkan ke keluarga korban," ulas Andi.

Baca juga: Antusiasme Warga Warnai Open House Ketua DPRD Paser di Idul Fitri 2026

Dari insiden ini, pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pantai maupun sungai.

Andi menekankan pentingnya memperhatikan kondisi air dan arus sebelum berenang, serta selalu mengutamakan keselamatan.

"Setiap hari kami beri imbauan, cuman musibah tidak bisa tidak bisa kita hindari. Semoga ke depannya masyarakat bisa lebih berhati-hati lagi saat beraktivitas di wilayah perairan," pungkas Andi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.