TRIBUNNEWS.COM - Pemain di seluruh belahan dunia manapun jelas ingin tampil di pagelaran akbar seperti Piala Dunia 2026. Namun legenda Arsenal, Theo Walcott memberikan saran berbeda kepada Max Dowman (16).
Theo Walcott memberikan peringatan keras kepada talenta muda Arsenal, Max Dowman, untuk mengabaikan panggilan timnas Inggris pada musim panas ini.
Thomas Tuchel kabarnya sedang mempertimbangkan nama Dowman sebagai 'senjata rahasia' di Piala Dunia 2026 mendatang.
Sang manajer bahkan secara terbuka memuji pemain berusia 16 tahun itu sebagai sosok pemain pengubah permainan.
Spekulasi ini mencuat hanya 85 hari sebelum laga pembuka timnas Inggris melawan Kroasia di Texas.
Tuchel memang dikenal berani mengambil keputusan ekstrem demi mengakhiri penantian gelar juara selama 60 tahun.
Namun, Walcott yang pernah menyandang status debutan termuda Inggris merasa khawatir dengan beban mental tersebut.
Ia melihat lonjakan popularitas yang terlalu cepat bisa menjadi bumerang bagi perkembangan karier Dowman.
Pesan emosional ini lahir dari refleksi mendalam sang senior atas perjalanannya sendiri di masa lalu.
Walcott ingin memastikan bahwa permata baru Arsenal tersebut tumbuh dalam lingkungan yang lebih sehat.
Walcott mengenang kembali momen saat dirinya dipanggil Sven-Goran Eriksson ke Piala Dunia 2006 silam. Saat itu, ia masih berusia 17 tahun dan bahkan belum pernah mencicipi debut di tim utama.
Keterlibatan prematur tersebut diakuinya menciptakan hype berlebihan yang justru menghambat proses perkembangannya sebagai pemain.
"Saya berharap dia tidak pergi. Saya tidak bermaksud jahat karena jika saya bisa kembali ke masa lalu, saya akan mengubah segalanya," ujar Walcott, dikutip dari laman Mirror.
Baca juga: Jadwal Play-off Piala Dunia 2026 Zona Eropa: Italia vs Irlandia Utara, Misi Putus Kutukan Kelam
Ia menambahkan bahwa dirinya ingin sekali melarang sosok mudanya untuk mengambil kesempatan tersebut.
Namun, Walcott menyadari betapa sulitnya meyakinkan seorang remaja untuk menolak panggilan membela negara di panggung dunia.
"Saya akan berkata kepada diri sendiri: 'Tidak, jangan lakukan itu'. Tapi coba katakan hal tersebut kepada seorang remaja berusia 17 tahun!" kenangnya sembari membayangkan situasi Dowman.
Meski Dowman sudah bermain di Liga Inggris, Walcott tetap menekankan aspek pertumbuhan karakter yang stabil. Ia menilai transisi dari remaja menuju dewasa memerlukan kecepatan yang alami dan tidak bisa dipaksakan.
Walcott merasa dirinya dulu dipaksa dewasa terlalu cepat saat harus berhadapan dengan sorotan kamera. Berbeda dengan situasi sekarang, ia melihat Dowman berada di bawah perlindungan ketat yang sangat krusial.
"Dia perlu tumbuh sesuai kecepatannya sendiri, terutama di sisi emosional karena dia adalah orang dewasa yang masih muda," tegas Walcott mengenai perkembangan juniornya.
Situasi skuad Inggris saat ini juga dinilai sudah memiliki cukup banyak pemain sayap yang berkualitas.
Nama-nama seperti Bukayo Saka hingga Anthony Gordon dianggap lebih layak menempati posisi di tim utama.
Walcott percaya bahwa waktu bagi Dowman akan tiba secara organik jika ia terus konsisten. Ia meminta publik tidak terburu-buru mendorong sang pemain ke dalam 'kawah candradimuka' internasional yang ganas.
Keberhasilan Dowman tampil lepas sejauh ini diyakini merupakan buah dari kepercayaan besar yang diberikan Mikel Arteta.
Pelatih asal Spanyol itu memberikan kebebasan bagi Dowman untuk menunjukkan kekuatan aslinya di lapangan hijau.
"Kapan pun dia diuji, dia selalu lulus dengan hasil yang sangat gemilang," puji Walcott atas ketenangan pemain muda tersebut mengakhiri.
(Tribunnews.com/Giri)