Kasus Campak Nasional Naik, Dinkes Tana Tidung Andalkan Rekam Medis Elektronik
Amelia Mutia Rachmah March 25, 2026 08:19 AM

TRIBUNKALTIM.CO - Di tengah meningkatnya kasus campak di sejumlah wilayah di Indonesia, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tana Tidung memastikan kondisi di daerah tersebut masih dalam kategori terkendali dan relatif aman.

Kepala Dinas Kesehatan Tana Tidung, Mohammad Sarif, menyampaikan bahwa hingga saat ini wilayahnya tidak mencatat adanya kasus campak dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami punya rekam medis elektronik dan itu semua kami pantau. Jadi kondisi penyakit bisa kami ketahui,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Peran Sistem Digital dalam Deteksi Dini

Keberhasilan ini tidak lepas dari penerapan sistem kewaspadaan dini berbasis teknologi digital.

Penggunaan rekam medis elektronik menjadi salah satu instrumen penting dalam memantau tren penyakit secara cepat dan akurat di tengah masyarakat.

Baca juga: Cakupan Imunisasi Campak Baru 65 Persen, Dinkes Kaltim Minta Orang Tua Lebih Aktif

Melalui sistem tersebut, tenaga kesehatan dapat melakukan pemantauan secara real time terhadap kondisi kesehatan warga.

Dengan demikian, potensi lonjakan kasus penyakit menular dapat diantisipasi lebih awal sebelum berkembang lebih luas.

“Makanya saat di luar daerah terjadi peningkatan kasus campak, di Tana Tidung kami sudah lebih dulu waspada,” jelas Sarif.

Selain pemantauan digital, Dinkes Tana Tidung juga aktif melakukan langkah preventif melalui edukasi kepada masyarakat.

Langkah ini diperkuat dengan adanya surat edaran dari pemerintah pusat yang mendorong peningkatan kewaspadaan terhadap penyakit campak.

Baca juga: Kasus Campak Mulai Muncul di Kaltim, Dinkes Paser Ingatkan Pola Hidup Sehat

Sarif menjelaskan bahwa pihaknya telah menyosialisasikan imbauan tersebut melalui berbagai media, termasuk pembuatan video edukasi.

“Kami sudah menyampaikan surat edaran tersebut ke masyarakat, termasuk membuat video pendek sebagai sarana edukasi,” katanya.

Upaya ini bertujuan agar masyarakat lebih memahami risiko penyakit campak serta langkah-langkah pencegahannya.

Kenali Gejala dan Bahaya Campak

Campak merupakan penyakit menular yang menyerang sistem pernapasan dan dapat menimbulkan dampak serius apabila tidak ditangani dengan baik.

Pada tahap awal, gejala campak umumnya menyerupai flu, seperti batuk, pilek, dan demam.

Baca juga: Dinkes Paser Siaga Campak, Puskesmas Jadi Garda Terdepan Hadapi Ancaman Penyakit Menular

Namun, jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat melemahkan sistem imun tubuh dan berpotensi menyebabkan komplikasi serius hingga kematian.

Kesadaran masyarakat untuk mengenali gejala sejak dini menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian penyakit ini.

Imunisasi Jadi Kunci Pencegahan

Dinkes Tana Tidung menegaskan bahwa imunisasi merupakan langkah paling efektif dalam mencegah penyebaran campak.

Sarif mengingatkan pentingnya pemberian imunisasi sejak usia dini sebagai perlindungan jangka panjang.

“Makanya anak-anak wajib mendapatkan imunisasi campak. Dengan begitu, ketika dewasa nanti, jika terpapar, dampaknya tidak akan separah pada orang yang belum pernah imunisasi,” tegasnya.

Baca juga: 72 Kasus Suspek Campak di Samarinda, Dinkes Tegaskan Belum Status KLB

Selain itu, penerapan pola hidup bersih dan sehat juga menjadi faktor penting dalam menjaga daya tahan tubuh dan mencegah penularan penyakit.

Dengan kombinasi sistem deteksi dini, edukasi masyarakat, serta program imunisasi, Tana Tidung berhasil menjaga kondisi wilayahnya tetap aman di tengah ancaman peningkatan kasus campak secara nasional. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.