TRIBUNFLORES.COM, RUTENG- Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (25/3/2026).
Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah NTT yang berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi wilayah Pulau Flores (Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Nagekeo), Alor, Sumba Timur, dan Sumba Tengah.
BMKG mengimbau masyarakta untuk waspada terhadap dampak cuaca ini seperiti bencana hidrometeorologi.
Kondisi cuaca ini menurut BMKG karena terdapat dinamika atmosfer skala regional yaitu menguatnya Monsun Asia, Madden-Julian Oscillaton (MJO), Gelombang Atmosfer Low dan aktifnya Gelombang Equator Rossby yang menyebabkan peningkatan curah hujan di wilayah NTT.
Siklon Tropis Narelle berkembang dari bibir siklon tropis 96P yang mencapai intensitas Siklon Tropis pada 17 Maret 2026. Saat ini Siklon Tropis Narelle berada di perairan barat laut Australia dan menjadi ex Skilon Tropis Narelle masih memberikan pengaruh tidak langsung terhadap dinamika atmosfer di Indonesia.
Baca juga: BMKG: Sejumlah Wilayah di Indonesia Masih Berpotensi Hujan dan Cuaca Panas pada 24-30 Maret 2026
Terutama meningkatkan kecepatan angin di wilayah Nusa Tenggara Timur, Laut Timor, dan sekitarnya, serta konvergensi dan konfluensi di perairan selatan Sulawesi dan Maluku bagian selatan hingga tenggara.
Sistem ini juga masih berpotensi kembali berkembang menjadi siklon tropis di Samudra Hindia selatan NTT. Selain itu, sirkulasi siklonik diprakirakan muncul di Samudra Hindia barat Aceh dan Samudra Pasifik utara Papua, disertai sejumlah daerah konvergensi dan konfluensi yang membentang di sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Labilitas atmosfer lokal yang kuat juga masih terpantau di beberapa wilayah, termasuk Sumatra, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Papua, sehingga kondisi ini berpotensi mendukung peningkatan pertumbuhan awan hujan dan cuaca signifikan di sejumlah wilayah.
Sumber: BMKG