TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla batal hadir Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI Tahun 2026.
Jusuf Kalla punya agenda bertepatan di Thailand.
Demikian diungkap Aksa Mahmud.
Aksa menyebut, Jusuf Kalla awalnya mengagendakan hadir. Namun, karena ada lawatan terjadwal di Bangkok, Kalla tak hadir.
"Tadi, Pak JK sampaikan tak bisa hadir, karena mau ke Thailand urus perdamaian," ujar Aksa di podium halal bi halal KKDB Barru.
PSBM adalah pertemuan saudagar yang digagas JK, Aksa Mahmud, dan Alwi Hamu muda.
Tiga puluh tiga tahun lalu, 1993, usia Jenderal M Jusuf (1928-2004) baru melampaui masa matangnya, 63 tahun.
M Jusuf pun sudah di akhir masa jabatan periode kedua sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK-RI, 1983-1993).
Tiga saudagar Bugis muda, memberanikan diri datang ke rumah Sang Jenderal, di Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat.
Trio saudagar itu, baru saja melewati usia muda-dewasa, menuju matang!
Jusuf Kalla, saudagar tertua masih berusia 50 tahun. Alwi Hamu, 48 tahun, dan Aksa Mahmud baru berulang tahun ke-46.
Mereka tiga sekawan dan mantan aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), angkatan 1966 di Sulsel. Mereka jebolan Unhas Kampus Barayya.
"Kami bertiga, satu mobil datang ke Teuku Umar tegang. Sebagai mantan aktivis KAMI, kita datang yakinkan Jenderal M Jusuf, datang hadiri pertemuan pertama Saudagar di Ujungpandang," kata Aksa Mahmud (80), saat memberi sambutan resmi di Mubes VII Kerukunan Keluarga Daerah Barru (KKDB) di Hotel Aryaduta, Jl Somba Opu, Makassar, Selasa (24/3/2026) siang.
Bagi Aksa, dan dua seniornya, ketegangan itu beralasan.
Pasalnya, Sang Jenderal selalu menghindar saat diajak kumpul-kumpul dengan warga asal Sulsel.
Jenderal M Jusuf memang sosok nasionalis sejati.
Tahun 1957, saat masih letnan kolonel dan berusia 31 tahun, M Jusuf mengumumkan di koran, bahwa gelar Andi di depan dia tanggalkan.
Alasan lain, konteks dan peta politik nasional saat itu, juga sangat sensitif dan full di bawah kendali Orde Baru.
Pendahulunya di BPK, Jend TNI Umar Wirahadikusuma (1924-2003), juga sudah 5 tahun lengser dari jabatan wakil presiden ke-4, pendamping Soeharto.
Pengaruh M Jusuf, sebagai Menhankam /Panglima ABRI ke-7 (1978-1983) juga masih kuat.
Jenderal kelahiran Kajuara, Bone ini juga santer disebut sebagai figur ideal wakil presiden pengganti Sudharmono (wapres ke-5).
Aksa mengisahkan, mereka baru saja duduk di ruang tamu Jl Teuku Umar, dan kemukakan niat menghelat acara saudagar, Pak Jenderal sudah menimpali dan sempat menolak datang; "Itu acara-suku suku-an lagi. Tidak perlu itu begitu." Kata M Jusuf.
Namun sebagai juru bicara, Kalla cs tak kehabisan akal.
"kalau kehabisan akal, bukan saudagar namanya," kata Aksa.
Kapasitas Trio Saudagar itu juga pengusaha.
Kalla menjabat Dirut NV Hadji Kalla sekaligus Ketua Kadinda Sulsel. Alwi Hamu wakil dan penerbit surat kabar Harian FAJAR.
Sedangkan Aksa, direktur Bosowa sekaligus Ketua Gapensi dan BPD HIPMI Sulsel.
Kalla lalu meyakinkan, pertemuan itu kelak sekaligus moment mengajak para pengusaha, saudagar rantau untuk membangun Masjid Al Markaz Al Islam.
Akhirnya, dengan alasan rasional bernuansa religius itu, Sang Jenderal akhirnya menyatakan kesediaan hadir di acara medio 1993 itu.
Setelah pertemuan Silaturahmi pengusaha itu dihelat di Balai Manunggal ABRI-Rakyat, tahun 1994, Jenderal M Jusuf pun meletakkan batu pertama proyek pusat baru peradaban Islam di Sulsel.
Aksa mengisahkan momen di kediaman Jenderal M Jusuf itu, sehari sebelum perhelatan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) ke-XXVI, 25-26 Maret 2026.
Sebelum sowan ke Jenderal M Jusuf, trio saudagar ini juga sudah lebih dulu berkomunikasi dan mendapat dukungan dari Gubernur Sulsel HZB Palaguna, dan Ketua Umum BPP Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Beddu Amang.
Sejak saat itulah, penyelenggara event PSBM ini senantiasa digelar bersama Kadin Sulsel, KKSS, Pemprov Sulsel.
Aksa menyebut, Jusuf Kalla awalnya mengagendakan hadir. Namun, karena ada lawatan terjadwal di Bangkok, Kalla tak hadir.
"Tadi, Pak JK sampaikan tak bisa hadir, karena mau ke Thailand urus perdamaian," ujar Aksa di podium halal bi halal KKDB Barru.
Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI, hari ini dihelat di Hotel Claro Makassar.
Forum besar yang mempertemukan para saudagar, pengusaha, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat jaringan ekonomi masyarakat Bugis-Makassar di tingkat nasional maupun global.
Kegiatan bertajuk “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh” tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang kolaborasi bagi para pelaku usaha untuk membahas peluang investasi, penguatan ekonomi daerah, hingga strategi menghadapi dinamika ekonomi global.
Tahun 2025 lalu, PSBM ke-25 dihelat di Makassar, 9 hingga 11 April 2025, di moment silaturahim Lebaran.
Momen PSBM pertama tahun 1993, juga digelar setelah Idul Fitri 1413 Hijriyah.
Libur Lebaran saat itu bertepatan 25 dan 26 Maret 1993.
Ini juga hanya berselang dua bulan, setelah Palaguna dilantik sebagai Gubernur Sulsel, menggantikan dua periode masa jabatan Prof Dr Ahmad Amiruddin.