Renungan Harian Katolik Rabu 25 Maret 2026, Mendapatkan Kabar Sukacita
Gordy Donovan March 25, 2026 09:39 AM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Rabu 25 Maret 2026.

Tema renungan harian Katolik "mendapatkan kabar sukacita"

Renungan harian Katolik untuk hari Rabu pekan V Prapaskah tahun A, hari raya kabar sukacita Maria menerima Kabar gembira dari Malaikat Gabriel, dengan warna liturgi putih.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Rabu 25 Maret 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 25 Maret 2026, Kabar Sukacita

Bacaan Pertama Yesaya 7:10-14;8:10

"Seorang perempuan muda akan mengandung."
Tuhan berfirman kepada Raja Ahas, "Mintalah suatu pertanda dari Tuhan, Allahmu, entah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah, entah sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas."

Tetapi Ahas menjawab, "Aku tidak mau minta! Aku tidak mau mencobai Tuhan!" Lalu berkatalah Nabi Yesaya, "Baiklah! Dengarkanlah, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga?

Sebab itu, Tuhan sendirilah yang akan memberikan suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamai Dia Imanuel, artinya: Allah menyertai kita."

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 40:7-8a.8b-9.10.11
Ref. Ya Tuhan, aku datang melakukan kehendak-Mu.

Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan, tetapi Engkau telah membuka telingaku; kurban bakar dan kurban silih tidak Engkau tuntut, lalu aku berkata, "Lihatlah, Tuhan, aku datang!"

Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku: "Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada di dalam dadaku."

Aku mengabarkan keadilan di tengah jemaat yang besar, bibirku tidak kutahan terkatup; Engkau tahu itu, ya Tuhan.

Keadilan-Mu tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan dan keselamatan-Mu kubicarakan, kasih dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan, tapi kuwartakan kepada jemaat yang besar.

Bacaan Kedua Ibrani 10:4-10

"Lihatlah Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu."
Saudara-saudara, tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa. Karena itu ketika Kristus masuk ke dunia, Ia berkata, "Kurban dan persembahan tidak Engkau kehendaki.

Sebagai gantinya Engkau telah menyediakan tubuh bagiku. Kepada kurban bakaran dan kurban penghapus dosa Engkau juga tidak berkenan. Maka Aku berkata: Lihatlah, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allahku."

Jadi mula-mula Ia berkata, "Engkau tidak menghendaki kurban dan persembahan; Engkau tidak berkenan akan kurban bakaran dan kurban penghapus dosa meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat.

Dan kemudian Ia berkata, "Lihat, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Jadi yang pertama telah Ia hapuskan untuk menegakkan yang kedua. Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Bait Pengantar Injil Yohanes 1:14ab
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Firman telah menjadi manusia, dan diam di antara kita dan kita telah melihat kemuliaan-Nya.

Bacaan Injil Lukas 1:26-38

"Engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki."

Dalam bulan yang keenam Allah mengutus Malaikat Gabriel ke sebuah kota di Galilea, bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.

Ketika masuk ke rumah Maria, malaikat itu berkata, "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.

Kata malaikat itu kepadanya, "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.

Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya. Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya, dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."

Kata Maria kepada malaikat itu, "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku tidak bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya, "Roh Kudus akan turun atasmu, dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya, dan inilah bulan yang keenam bagi dia yang disebut mandul itu.

Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Maka kata Maria, "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

"mendapatkan kabar sukacita"

Injil Lukas menuliskan bahwa Malaikat Gabriel diutus ke sebuah kota kecil di Galilea bernama Nazaret. Nazaret bukanlah kota besar atau pusat kekuasaan. Namun justru di tempat sederhana itu Allah memulai karya keselamatan-Nya.

Ini mengingatkan kita bahwa Tuhan sering bekerja dalam kesederhanaan. Ia tidak selalu memilih orang paling kuat, paling terkenal, atau paling berpengaruh.

Sebaliknya, Tuhan memilih hati yang terbuka.

Maria adalah seorang gadis sederhana yang hidup dalam kerendahan hati. Namun dalam dirinya ada sesuatu yang sangat berharga di hadapan Tuhan: iman yang tulus dan hati yang bersedia.

Sering kali dalam hidup kita merasa tidak cukup layak untuk dipakai Tuhan. Kita merasa hidup kita terlalu biasa. Tetapi melalui kisah ini, renungan harian Katolik mengingatkan bahwa Tuhan dapat melakukan hal besar melalui orang-orang yang sederhana.

“Salam, Hai Engkau yang Dikaruniai”

Ketika malaikat menyapa Maria dengan kata-kata:

“Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”

Maria merasa terkejut dan bingung. Ia merenungkan arti salam tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa Maria bukan orang yang mencari pujian. Ia tidak merasa dirinya istimewa. Ia justru merenungkan dengan rendah hati apa arti panggilan itu.

Dalam kehidupan rohani, kerendahan hati sangat penting. Orang yang rendah hati lebih mudah mendengar suara Tuhan.

Sebaliknya, kesombongan sering membuat kita tidak peka terhadap kehendak-Nya.

Melalui refleksi Sabda Tuhan hari ini kita belajar bahwa Tuhan menyertai orang yang hidup dalam kerendahan hati dan kejujuran hati.

Ketakutan Manusia dan Janji Tuhan

“Jangan Takut, Hai Maria”

Malaikat Gabriel berkata kepada Maria:

“Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.”
Kata-kata “jangan takut” sering muncul dalam Kitab Suci. Ini menunjukkan bahwa ketika Tuhan memanggil seseorang, sering kali ada rasa takut.

Maria tentu memiliki banyak pertanyaan.

Bagaimana mungkin ia mengandung jika belum bersuami?

Bagaimana masyarakat akan menilai dirinya?

Bagaimana masa depannya?

Namun Tuhan tidak memberikan semua jawaban sekaligus. Ia hanya memberikan janji penyertaan-Nya.

Hal yang sama sering terjadi dalam hidup kita. Kita ingin mengetahui seluruh rencana Tuhan secara lengkap sebelum melangkah. Tetapi iman sering kali berarti melangkah dengan kepercayaan, meskipun jalan di depan belum sepenuhnya terlihat.

Puncak Iman Maria

“Sesungguhnya Aku Ini Hamba Tuhan”

Setelah mendengar penjelasan malaikat bahwa Roh Kudus akan menaungi dirinya, Maria akhirnya memberikan jawaban yang sangat indah:

“Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataan-Mu.”

Inilah salah satu kalimat paling penting dalam seluruh sejarah keselamatan.

Dengan kata “ya” dari Maria, Sabda Allah menjadi manusia. Tanpa ketaatan Maria, kisah keselamatan tidak akan terjadi dengan cara yang sama.

Jawaban Maria menunjukkan tiga sikap iman yang luar biasa:

“Kesetiaan kepada Tuhan tidak bergantung pada penerimaan manusia.”

1. Kerendahan hati

Maria menyebut dirinya hamba Tuhan, bukan tokoh utama.

2. Ketaatan

Ia menerima kehendak Tuhan meskipun tidak sepenuhnya memahami rencana tersebut.

3. Kepercayaan

Ia percaya bahwa Tuhan akan memimpin setiap langkah hidupnya.

Dalam renungan Katolik hari ini, kita diajak bertanya kepada diri sendiri:

Apakah kita juga memiliki keberanian untuk berkata “jadilah padaku menurut kehendak-Mu”?

Maria Sebagai Teladan Iman

Iman yang Tidak Menuntut Kepastian

Maria tidak meminta tanda besar sebelum percaya. Ia hanya menerima penjelasan malaikat dan mempercayakan hidupnya kepada Tuhan.

Ini adalah iman yang dewasa.

Sering kali kita berkata kepada Tuhan:

“Tuhan, kalau Engkau menunjukkan tanda, barulah aku percaya.”

Namun iman Maria justru kebalikannya. Ia berkata:

“Tuhan, karena Engkau yang berkata, aku percaya.”

Inilah iman yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan.

Kesediaan untuk Dipakai Tuhan

Salah satu pesan paling kuat dari renungan Injil Lukas hari ini adalah tentang kesediaan.

Tuhan tidak memaksa Maria. Ia menunggu jawaban Maria.

Ini menunjukkan bahwa Allah menghargai kebebasan manusia.

Maria memilih untuk bekerja sama dengan rahmat Tuhan. Ia membuka hidupnya bagi rencana Allah.

Pertanyaannya bagi kita:

Apakah kita juga bersedia dipakai Tuhan?

Kadang panggilan Tuhan datang dalam bentuk sederhana:

membantu orang lain
mengampuni
melayani keluarga
setia dalam pekerjaan kecil
Hal-hal kecil ini sering menjadi cara Tuhan bekerja melalui kita.

Refleksi Sabda Tuhan untuk Hidup Kita

Dari renungan harian Katolik hari ini kita dapat mengambil beberapa pelajaran penting:

1. Tuhan bekerja melalui kesederhanaan

Ia memilih Nazaret dan seorang gadis sederhana untuk memulai karya keselamatan.

2. Tuhan memanggil kita untuk percaya

Tidak semua rencana-Nya langsung kita pahami.

3. Ketaatan membuka jalan bagi mukjizat
Jawaban “ya” dari Maria mengubah sejarah dunia.

4. Tuhan menghargai kebebasan kita

Ia mengundang, bukan memaksa.

Belajar Mengatakan “Ya” kepada Tuhan
Setiap hari sebenarnya kita menerima banyak kesempatan untuk berkata “ya” kepada Tuhan.

Misalnya:

ketika kita memilih untuk berbuat baik
ketika kita memaafkan orang lain
ketika kita setia dalam doa
ketika kita membantu orang yang membutuhkan
Semua tindakan kecil ini adalah bentuk “fiat” pribadi kita kepada Tuhan, seperti Maria.

Ketika kita membuka hati kepada Tuhan, Ia dapat melakukan hal-hal besar melalui hidup kita.

Doa Penutup

Tuhan yang penuh kasih, kami bersyukur atas teladan iman Perawan Maria.

Ajarlah kami memiliki hati yang rendah dan bersedia menerima kehendak-Mu.

Ketika kami merasa takut atau tidak mengerti rencana-Mu, kuatkanlah iman kami agar tetap percaya.

Bantulah kami setiap hari berkata: “Jadilah padaku menurut kehendak-Mu.”

Amin.

Ditulis oleh Andreas Leman, penggiat konten refleksi iman Katolik dan spiritualitas harian.  (Sumber the katolik.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.