TRIBUNNEWS.COM - Trio Firmansah alias akronim dari Roberto Firmino, Sadio Mane dan Mohamed Salah, sudah begitu melegenda kisahnya di sejarah klub bernama Liverpool.
Keberadaan trio pemain yang pernah mengawal lini depan The Reds itu seakan menjadi ancaman bagi siapapun lawan Liverpool.
Peran Firmino yang lebih suka mengorbankan dirinya sendiri sebagai false nine di lini serang Liverpool.
Lalu, Sadio Mane yang kecepatannya melampui batas di sisi kanan pertahanan musuh The Reds.
Dilengkapi keklinisan Mohamed Salah dalam mengonversikan peluang menjadi gol, yang ditambah keahliannya dalam menciptakan momen ajaib di situasi kritis.
Seakan membuat ketiga pemain tersebut menciptakan kombinasi yang menakutkan sebagai trio penyerang Liverpool.
Baca juga: Raja Rekor Anfield: Jejak Tak Tertandingi Mohamed Salah di Liverpool
Jika menengok waktu kedatangan ketiga pemain tersebut.
Sosok Roberto Firmino menjadi kepingan puzzle pertama yang tiba di Liverpool.
Direkrut oleh Liverpool dari Hoffenheim dengan mahar 29 juta poundsterling pada musim panas 2015.
Firmino menjelma sebagai penyerang underatted di kompetisi Liga Inggris.
Di bawah bimbingan pelatih sekelas Jurgen Klopp, Firmino menjalani peran senyap di lini depan Liverpool.
Selama memperkuat Liverpool dari tahun 2015 s/d 2023, kontribusi Firmino tampak begitu mentereng.
Catatan 111 gol dan 76 assist dari total 362 laga menjadi kontribusi elit Firmino ketika berseragam Liverpool.
Setahun setelah kedatangan Firmino, Liverpool kedatangan kepingan puzzle keduanya dalam diri Sadio Mane.
Berbeda dari Firmino yang dipinang dari klub Jerman, Liverpool mendatangkan Mane dari klub Inggris, Southampton.
Adapun mahar yang dikeluarkan Liverpool untuk menebus pemain Senegal itu ialah 34 juta poundsterling.
Uang yang dikeluarkan Liverpool untuk merekrut Mane pun tergolong tidak sia-sia.
Kualitas Mane dalam memborbardir pertahanan lawan lewat kecepatannya, benar-benar membuat musuh kewalahan.
Selama enam tahun membela Liverpool, Mane menciptakan 120 gol dan 46 assist dari total 269 laga di semua kompetisi.
Dan akhirnya kepingan puzzle terakhir yang diimpikan pelatih Jurgen Klopp untuk Liverpool bisa ia dapatkan pada tahun 2017.
Ialah Mohamed Salah, yang kariernya sempat meredup di Chelsea, lalu bersinar di Fiorentina dan AS Roma.
Tepat pada musim panas 2017, langkah brilian dilakukan Liverpool saat merekrut Mo Salah dari AS Roma.
Berbekal uang transfer sebesar 43 juta poundsterling, Liverpool mampu menuntaskan kepindahan Mo Salah.
Setelah redup di Chelsea, barangkali tak ada yang menyangka jika Salah tampil sangat bersinar di Liverpool.
Bahkan, konsistensi performa hingga elitnya statistik yang diukir Mo Salah dalam setiap musim yang ia jalani bersama Liverpool menjadi salah satu hal yang sulit dibantah.
Selama hampir menjalani peran sebagai winger kanan Liverpool dalam 9 musim sejak tahun 2017 sampai sekarang.
Berbagai statistik luar biasa, rekor mentereng, dan gelar juara telah dipersembahkan Mo Salah untuk Liverpool.
Dari total 435 laga bersama Liverpool di semua kompetisi, Salah mencatatkan 255 gol dan 122 assist.
Setelah mengabdikan dirinya bersama Liverpool, Mo Salah akhirnya telah memutuskan untuk pergi dari The Reds pada akhir musim ini, menyusul Sadio Mane dan Roberto Firmino yang sudah cabut duluan meninggalkan Anfield.
Dengan perginya Mo Salah di akhir musim ini, otomatis nama trio Firmansah dalam sejarah Liverpool, kini hanya akan menjadi kenangan yang abadi di Anfield.
Sekali lagi, mungkin tidak ada yang menyangka jika trio tersebut bakal menginspirasi kejayaan Liverpool era pelatih Jurgen Klopp.
Hampir semua trofi yang dimenangkan Liverpool era Klopp, tentu tidak bisa dilepaskan dari kegilaan performa trio lini depannya tersebut.
Mulai dari gelar Liga Champions, Liga Inggris, Piala Super Eropa, Piala Dunia Antarklub, Piala Carabao hingga Piala FA.
Semua gelar tersebut sudah dipersembahkan Trio Firmansah dalam masa baktinya bersama Liverpool.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)