Imbas Donald Trump Klaim Dapat Akses Selat Hormuz Direaksi Keras Kubu Iran, Kedubes Sindir Menohok
Musahadah March 25, 2026 02:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengaku ada pembicaraan produktif dengan tokoh Iran dan ide kendali bersama Selat Hormuz direaksi kubu Iran.

Reaksi keras ditunjukkan Kedutaan Besar Iran di Afrika Selatan. 

Melalui media sosial, Kedubes Iran di Afrika justru melontarkan sindiran tajam dan olok-olok terhadap klaim tersebut.

Melalui akun X, pihak kedutaan mengunggah serangkaian konten yang menyindir narasi yang dilemparkan Trump.

Salah satu unggahan yang viral menampilkan foto dasbor mobil dengan kemudi mainan yang ditempelkan di sebelah setir asli.

Baca juga: Beda Klaim Donald Trump dan Pemerintah Iran Soal Selat Hormuz, Trump Ucap Hadiah, Iran Tak Akan Buka

Foto tersebut disertai keterangan yang merujuk langsung pada pernyataan Trump, sebagaimana dilansir Newsweek, Selasa (24/3/2026).

"Selat Hormuz akan dikendalikan oleh saya dan Ayatollah (gelar untuk Pemimpin Tertinggi Iran)," tulis keterangan foto tersebut.

Unggahan ini seolah menjadi satir bahwa Trump tidak memiliki kapasitas untuk mengeklaim "kendali" dalam skenario tersebut.

Selain itu, akun tersebut juga membagikan tangkapan layar percakapan WhatsApp fiktif antara Trump, yang dijuluki sebagai "Presiden Perdamaian", dengan pemimpin Iran.

Dalam percakapan searah itu, akun yang merepresentasikan Trump tampak mengirimkan serangkaian pesan yang tidak dibalas.

"Hei Ayatollah. Mari kita bicara soal Selat (Hormuz). Oh, itu bagus didengar. Saya akan menghentikan serangan selama 5 hari. Terima kasih atas perhatian Anda dalam masalah ini," bunyi pesan fiktif tersebut.

Klaim Donald Trump

DAMAI - Presiden AS, Donald Trump, yang mengajukan proposal damai ke Iran
DAMAI - Presiden AS, Donald Trump, yang mengajukan proposal damai ke Iran (Instagram)

Terpisah, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim, Iran memberikan hadiah yang sangat besar terkait Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump di Ruang Oval, Selasa (25/3/2026), berselang sehari setelah dia menunda ancaman serangan terhadap pembangkit listrik Iran.

Trump menyebutkan bahwa saat ini Washington sedang dalam proses negosiasi dengan sejumlah tokoh di Iran, sebagaimana dilansir AFP.

Dalam acara pelantikan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS yang baru, Markwayne Mullin, Trump mengungkapkan bahwa hadiah tersebut berkaitan erat dengan sektor energi.

"Mereka melakukan sesuatu yang luar biasa kemarin. Mereka memberi kami hadiah dan hadiah itu tiba hari ini. Itu adalah hadiah yang sangat besar senilai uang yang sangat banyak," ujar Trump kepada wartawan.

Ketika ditanya apakah hal itu berkaitan dengan tuntutannya agar Iran membuka kembali akses lalu lintas minyak di Selat Hormuz, Trump membenarkannya.

"Ya, itu terkait dengan aliran (minyak) dan terkait selat tersebut," tuturnya.

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa hadiah tersebut tidak berhubungan dengan program nuklir Iran.

Namun, dia kembali mengulang klaimnya bahwa pihak Iran telah setuju untuk tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.

Hingga kini, Trump belum mengungkap secara spesifik siapa sosok di Teheran yang menjadi lawan bicara AS.

Dia hanya menyebut orang tersebut sebagai orang penting.

"Kami benar-benar berbicara dengan orang yang tepat, dan mereka sangat ingin mencapai kesepakatan," kata Trump.

Iran Pastikan Tutup Akses untuk AS dan Israel

SELAT HORMUZ - Ilustrasi Selat Hormuz. Iran menerapkan aturan ketat untuk kapal yang boleh lewat Selat Hormuz dan yang tidak.
SELAT HORMUZ - Ilustrasi Selat Hormuz. Iran menerapkan aturan ketat untuk kapal yang boleh lewat Selat Hormuz dan yang tidak. (Wikimedia Commons)

Sementara Pemerintah Iran secara tegas menutup akses bagi pihak-pihak yang dianggap sebagai agresor untuk meleati Selat Hormuz.

Teheran secara spesifik menyebut Amerika Serikat (AS) dan Israel tidak akan mendapatkan fasilitas lintas damai tersebut.

"Peralatan kapal dan aset apa pun milik pihak agresor, yakni AS dan rezim Israel, serta peserta agresi lainnya tidak memenuhi syarat untuk lintasan damai atau non-hostile," tegas Iran dalam pernyataan yang sama.

Iran menyatakan bahwa tanggung jawab atas segala bentuk gangguan, ketidakamanan, atau eskalasi risiko di wilayah perairan kritis tersebut sepenuhnya berada di tangan AS dan Israel.

Teheran menuduh kedua negara tersebut telah mengobarkan perang yang melanggar hukum dan tidak stabil terhadap Iran.

Menurut pernyataan tersebut, tindakan AS dan Israel dianggap telah membahayakan perdamaian dan stabilitas regional serta mengekspos pelayaran internasional terhadap ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Semenntara untuk kapal-kapal yang mereka kategorikan sebagai non-hostile atau yang tidak bermusuhan diizinkan untuk melintasi Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui nota resmi Kementerian Luar Negeri Iran kepada Organisasi Maritim Internasional (IMO), sebagaimana dilansir AFP.

Meski demikian, akses tersebut diberikan dengan syarat ketat, yakni kapal-kapal tersebut harus mematuhi regulasi keselamatan dan keamanan serta berkoordinasi dengan otoritas terkait.

Dalam komunikator tertulis yang dirilis oleh IMO pada Selasa (24/3/2026), Iran menegaskan posisi mereka mengenai lalu lintas di jalur pelayaran vital tersebut.

"Kapal-kapal non-hostile dapat, sepanjang mereka tidak berpartisipasi maupun mendukung tindakan agresi terhadap Iran, serta sepenuhnya mematuhi peraturan keselamatan dan keamanan yang dinyatakan, mendapat manfaat dari lintasan aman melalui Selat Hormuz dengan berkoordinasi dengan otoritas yang berwenang," bunyi pernyataan resmi tersebut.

Pihak IMO menambahkan bahwa dokumen tertanggal Minggu tersebut disebarkan kepada seluruh negara anggota dan organisasi non-pemerintah atas permintaan Teheran.

Kondisi di Selat Hormuz sendiri menjadi perhatian dunia setelah Iran menutup selat tersebut menyusul serangan AS-Israel yang memicu perang pada 28 Februari lalu.

Penutupan jalur energi utama ini telah menyebabkan lonjakan harga minyak dan gas global secara signifikan.

Sebagian sumber: https://internasional.kompas.com/read/2026/03/25/091100770/trump-klaim-iran-berikan-hadiah-besar-terkait-selat-hormuz?page=all#page2.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.